Rider Pensiun Imut Dani Pedrosa Membeberkan Alasan Kenapa Gw Bilang Ducati Adalah Honda 2.0: Kami Tidak Bekerja Sebagai Team
Gw masih ingat di seri Buriram kemarin diserang buzzer #ABR gegra bilang Ducati adalah Honda 2.0. Para journo penyembah #YangOTWPensi Marc Marquez mengklaim bahwa bukan "tuhan"mereka yang menghancurkan pengembangan motor dan bahwa Pecco yang memang rider buruk sampai gbisa naikin motor kembangan si culas itu. Bahkan ada komentator Indo yang bilang itu motor bukan kembangan Marc marquez tapi kembangan Michele Pirro (lebih bikinngakak ini mah). Tetapi rider pensiun imut Dani Pedrosa akhirnya membeberkan sendiri kenapa sampai gw bilang Ducati adalah Honda 2.0. Ketika Marc menang jurdun, itu adalah motor kembangan Dani. Dia mengembangkan dasar motor untuk Marc meski Marc yang memutuskan part apa yang akan dipakai dalam pengembangan. Sampai akhirnya Marc meminta Puig menyingkirkan dia untuk Lorenzo. Dia masih memakan basis motor yang dikembangkan Dani untuk tahun 2019, tetapi mulai 2019 dia resmi memegang pengembangan dasar mesin dan itu tampak di tahun 2020, hancur dengan fakta dia mematahkan lengannya.
Fakta bahwadia lebih suka crash sepanjang akhir pekan demi memenangkan balapan memang tidak terbantahkan. Tetapi juga fakta bahwa dia bukanlah rider pengembang yang bagus melainkan rider yang mengekploitasi motor hasil pengembangan rider lain.
“Ketika Marc bergabung dengan team, suasananya jelas sangat tegang , karena di Repsol Honda, setidaknya pada saat itu, kedua pembalap seperti dua tim yang terpisah. Kami tidak bekerja sebagai tim; semua orang mencoba mencari tahu siapa yang terbaik, dan hanya itu. Saya tidak mungkin mengalami lima crash dalam satu akhir pekan dan berharap bisa finish di podium tetapi Marc bisa melakukannya. Dia akan merusak lima motor, tetapi pada hari Minggu, dia akan memenangkan balapan atau finish kedua atau ketiga. Itu tidak terpikirkan bagi saya. Setelah tahun pertama di mana saya tidak menang tetapi dia menang, team mulai lebih memperhatikan pembalap yang menang. Dan itu masuk akal . Marc juga mengakui kurangnya pengalamannya dalam mengembangkan motor; dia tetap sangat netral selama dua atau tiga tahun pertama. Setelah tiga atau empat tahun itu, Marc, yang terus menang, memiliki lebih banyak pengaruh dan, dengan memanfaatkan pengalamannya, dia lebih banyak memutuskan bagian-bagian yang paling cocok untuknya" dan begitulah ceritanya sampai Honda menghancurkan pengembangan motor merekas sendiri demi memenangkan Marc Marquez dan mengorbankan para rider lain.
Hal yang sama terlihat di Ducati tahun 2025. Dia menang dengan motor yang dia inginkan (dengan Ducati harus menipu Pecco). Pada akhirnya Ducati terlihat Honda 2.0. Hanya satu rider menang dengan para rider lain dihina dan diremehkan. Saat ini Ducati mencoba memperbaikinya, mari kita lihat apakah itu berhasil dengan basis pengembangan yang terlanjur amburadul di 2025...??
Eniwei Enea mengatakan dia belum bisa memutuskan masa depannya saat ini dan berharap bisa memutuskannya di Barcelona. Luca Marini juga mengatakan memprioritaskan perpanjangan kontrak di Honda tetapi menolak membahas apakah dia rela berada di team satelit (OTW Tech3). Di sisi lain Ketua DPRD TIngkat Pusat Opa Ezpeleta sesumbar bahwa kudeta trio kwek-kwek MSMA hanya soal waktu karena toh mereka udah mengontrak para rider apalagi Aprilia sudah mengumumkan kontrak Bez, ditambah lagi semuanya sudah mengembankan motor 850cc untuk tahun depan. Ya rugi sendiri kalau mau mengkudeta kontrak perpanjangan sama MotoGP. Udah gw bilang ini ala perang US VS Iran. Yang satu tau bakal menang dan pasti menang cuma soal waktu dan yang satu merasa bisa menang kalau ngancem dan bikin manuver. Ekekekekek.

Komentar
Posting Komentar
Ngegosip...?? Komen Gih... Tapi Inget Gw Tetap RAZIA... Ekekekekek...