KTM Dan Harga Diri Yang Tak Pernah Surut... Gosip Berhembus Spoi-Spoi KTM Menolak Raul Fernandez Ke Tech3 Dan Vinales Dilepeh Pasca Membeli Saham
Pasca pengumuman perpanjangankontrak Raul Fernandez dengan Aprilia Trackhouse, akhirnya muncullah konfirmasi dari belakang paddock bahwa memang benar rencana bergabungnya Raul Fernandez ke KTM Tech3 diveto oleh KTM. Seperti yang pernah gw bahas 3 bulan lalu, Raul Fernandez dikabarkan menghubunngiTech3 katika Brivio belum mengumumkan akan hengkang ke Honda. Hal itu karena Vinales dikabarkan akan bergabung dengan Tech3 setelah sempat menghubungi mantan manager team Suzuki tersebut karena Vinales memang berada di bawah kepemimpinan Brivio ketika di Suzuki. Karena itu Raul sadar diri dan mengetuk pintu Tech3 yang mana kitinyi disambut dengan baik oleh Guenther Steiner karena sebagai catatan Raul pernah memenangkan balapan di Aprilia meski dengan motor satelit.
Dan ternyata memang benar kabar bahwa KTM memveto rencana bergabungnya mantan rider Tech3 yang dibuang hanya setelah 1 tahun bergabung dan bahkan tidak diizinkan menyelesaikan kontrak tahunnya oleh KTM. Klo dipikir-pikir itu bukan salah Fernandez juga karena KTM yang menginginkan
merumahkan dia hanya setelah kontrak 1 tahun dengan fakta dia naik ke MotoGP dengan gelar jurdun Moto2. Jadi sebenarnya agak lucu kalau KTM memveto. Tetapi yah harga diri pabrikan ini memang selangit, dan Steiner akhirnya menyerah sama seperti Raul yang pada akhirnya diminta bertahan di Trackhouse oleh Francesco Guidotti yang diumumkan menjadi manager team Trackhouse.
Fakta lain yang terkonfirmasi adalah Vinales mengatakan off the record pada journo bahwa dia kecewa dengan cara KTM memperlakukannya. Tahun lalu di masa sulit saatKTM nyaris g ada jalan keluar, saham hancur lebur, hutang menumpuk, pengumuma pailit sisa menghitung hari, dia justru bersedia membeli saham KTM bahkan gosipnya sebagian gajinya dikonversi menjadi saham saking sulitnya keuangan KTM. Dia berkali-kali bilang sangat percaya pada proyek KTM dan karena itu KTM sempat memuja-muji dia sampai menjanjikan seat team pabrikan untukknya bila kontraknya di Tech3 berakhir. Faktanya, dia bahkan mendapat "penipuan kontrak" dan sebenarnya akan dipecat langsung sebelum paruh kedua musim. Sayangnya Vinales punya lawyer dan kesenioritasannya cukup kuat untuk tau apa hak dan kewajibannya sehingga KTM kabarnya hanya akan membiarkan dia menghabiskan kontraknya terserah dia mau balapan atau tidak, sehat atau tidak.
Pertanyaannya: Bagaimana nasib DiGia dan Alex Marquez nanti. Untungnya Guenther Steiner cukup radikal mempertahankan line-up Tech3 tahun depan yang akan diumumkan dalam waktu dekat: Luca Marini dan Senna Agius. Nama yang KTM sebenarnya ingin veto demi Manu Gonzalez. Steiner menegaskan tahun depan semua rider Tech3 ada di bawah kontrak satelit dan Tech3 tidak punya kewajiban moral terkait pengkaderan atau pesanan apa pun dengan KTM karena semuanya murni bisnis.

Seperti nya papi guenther steiner ingin menerapkan motogp seperti f1 dimana team satelit bebas membeli part apapun tanpa menunggu dari pabrikan dulu.
BalasHapusTapi cocok sih ktm tahun depan pada tonjang tonjang ridernya.
Yaaa namanya utek Amrik dimana bisnis ya bisnis... Ekekekekek... Klo g ada di kontrak ya dilarang ribut... F1 mah gitu...
Hapus