Jorge Martin OTW The Greatest Come Back In MotoGP.....??? Dari Jurang Cedera Bertubi-Tubi Kembali Ke Puncak Podium Dalam 5 Balapan Pertama Musim
Dia belajar banyak tahun lalu, kembali terlalu cepat akan berbuah cedera lebih parah, terlalu sombong akan membuatnya kembali cedera, terlalu memaksakan diri juga membuatya kembali cedera. Tahun ini dia kembali ke atas motor dengan mental sepenuhnya baru, lebih religius, menerima dan bersyukur dengan apa yang dia punya lalu berusaha lebih baik dengan itu. Hanya butuh 2 balapan panjang untuk dia kembali ke podium dan butuh 5 balapan panjang pertama musim ini untuk dia kembali mencatat kemenangan. Dia tidak perlu patah rekor lap tercepat, juga tidak perlu rekor menang beruntun, yang dia perlu hanya konsisten finish dengan poin terbaik yang dia bisa ala 2024. Dan kali ini dia mendapatkan itu lebih cepat bahkan dari 2024.
Sejak di Buriram gw sudah aware dengan kecepatan tikungannya. Aprilia menang di poin ini dengan semua motornya tetapi #JurdunMangkage melakukannya lebih baik lagi. Di Jerez dia sudah bilang RS-GP26 terasa persis seperti Desmo GP24 bahkan lebih baik, karena punya kecepatan tikungan ala M1 inline di jaman dulu. Kelebihan yang sulit didapat dari V4 terbaik di track hingga tahun lalu. Tahun ini Aprilia menambahkannya dalam daftar keunggulan. Menang dengan selebrasi ala Mbappe (pesepakbola Perancis yang dia kagumi) yang sudah dialatih bahkan sejak hari Kamis #FrenchGP seolah dia tau cepat atau lambat dia akan menang entah itu di Le Mans atau di mana pun jadi harus persiapkan selebrasi.
"Saya senang bisa menjadi bagian dari podium pertama yang seluruhnya diisi oleh Aprilia. Hari ini lebih sulit daripada kemarin dalam hal kepercayaan diri. Saya tidak pernah berpikir akan mampu berjuang untuk meraih kemenangan, tetapi saya tidak pernah menyerah. Selangkah demi selangkah, saya menyusul para pembalap lain, dan saya rasa sekitar delapan lap menjelang akhir, saya mulai memikirkan kemenangan. Saya melihat Marco mengalami masalah dengan ban belakang, jadi saya memberikan semua yang saya miliki, saya percaya sampai akhir, dan itu membuahkan hasil . Saya sangat senang. Aprilia banyak membantu saya dalam berjuang untuk meraih kemenangan, dan motornya fantastis" kata #JurdunMangkage Jorge Martin yang sempat menangis sesunggukan di parc ferme.
"Dengan dua lap tersisa, ketika saya memiliki keunggulan tujuh persepuluh detik, saya tahu semuanya sudah selesai. Saya berharap bisa mengejar Marco, tetapi menyalipnya adalah hal yang berbeda sama sekali. Dia sangat kompetitif dan mengeluarkan kemampuan terbaik saya. Saat ini, saya senang Aprilia terus berkembang, dan sungguh menakjubkan betapa cepatnya kami berkembang. Hari Jumat adalah salah satu hari terburuk musim ini, dan hari ini ada tiga Aprilia di podium. Ini adalah motivasi besar untuk balapan selanjutnya" katanya yang mengakui hari Jumat adalah hari mereka diremehkan karena para Ducati mendominasi. Gw sendiri sampai bilang Aprilia entah di mana hari itu. Dalam satu tahun perjalanan hidup yang flip flop. Dari terdepak oleh Ducati dengan cara mangkage, jurdun dengan mangkage menjadi berkubang cedera mangkage nyaris tanpa balapan semusim, lalu dalam 4 balapan awal musim mangkage kembali ke puncak podium.
"Saya bersyukur atas hal-hal negatif yang terjadi pada saya. Jika Anda menganggapnya sebagai pelajaran, hal itu akan membuat Anda menjadi pribadi yang lebih baik. Hal itu menjadikan saya seperti sekarang ini. Sekarang saya di sini di Aprilia dan saya akan membela warna (pabrikan) ini selama saya bersama mereka. Saya senang memiliki hubungan ini dan begitu bersatu dengan Aprilia saat ini. Saya tidak pernah berpikir akan berada dalam situasi ini lagi, saya selalu menginginkannya, tetapi saya tidak berpikir itu mungkin. Yang penting adalah terus bekerja untuk meningkatkan performa saya. Hari ini performa saya tidak maksimal, tetapi saya yakin bisa cepat. Akan ada ujian penting nanti, jadi kita perlu terus melanjutkan ke arah ini" katanya tersenyum karena tau, santan instan tidak pernah salah hitung sempoa.
"Ketika Anda sakit dan berpikir untuk kembali mengendarai motor, Anda tidak berpikir untuk menang lagi , Anda hanya berpikir untuk kembali mengendarai motor. Saya mendapatkan kembali kepercayaan diri berkat podium, itu memberi saya kepercayaan diri untuk mengatakan bahwa itu mungkin, tetapi dari situ hingga memenangkan balapan adalah cerita lain. Itu adalah sesuatu yang terjadi, saya pikir kita berada di momen terbaik secara profesional, pribadi, dan spiritual. Saya pikir ini terlihat jelas, pada akhirnya itu adalah kombinasi dari segalanya. Saya harus beradaptasi dengan motor baru, saya mampu memahami bahwa ini bukan Ducati, ini Aprilia, dan apa yang harus saya lakukan untuk mengendarainya. Saya datang ke test dengan pola pikir ini, saya mulai mengerem, berakselerasi, dan berbelok secara berbeda, sebagian berkat cedera, saya pikir, itulah yang membuat saya menjadi seperti sekarang ini. Saya sekarang membaca satu ayat Alkitab setiap hari. Hari ini, saya rasa itu dari Injil Lukas. Dikatakan bahwa hari ini keselamatan, penebusan, akan datang" jawabnya yang juga ditanya soal #JurdunOTWPensi Marc Marquez yang malah balik lagi cedera. Dia pernah bilang, nasihat Marc yang membuat dia menahan diri dari kembali ke track terlalu cepat. Sekarang Marc justru keluar dari track dengan patah jari kaki setelah crash parah.
Jika kami berada dalam situasi yang berlawanan, saya akan menjadi orang pertama yang memberinya nasihat medis. Saya percaya rasa hormat antar pembalap lebih besar daripada persaingan apa pun. Saya berharap Marc kembali secepat mungkin. Saya tahu dia akan kembali lebih kuat karena jelas dia tidak sehat. Dia adalah salah satu rival terbesar yang harus kita lawan untuk kejuaraan dunia ini. Pertama-tama, saya ingin mengirimkan dukungan penuh saya kepada Marc. Tidak pernah menyenangkan melihat pembalap lain cedera, itu kecelakaan yang buruk Tapi kita tahu Marc akan kembali lebih kuat, seperti biasa. Sedangkan untuk Marco, ini motivasi besar untuk memilikinya di dekat saya, dia mengeluarkan yang terbaik dari diri saya , dia adalah patokan saya. Ketika saya menyusulnya hari ini di balapan, dengan pembalap lain saya mungkin membutuhkan satu lap untuk menyalipnya, tetapi dengannya saya hanya butuh tiga lap untuk memahami di mana harus melakukannya. Saat ini, Marco adalah yang terkuat di track. Mungkin di masa depan kami akan bertarung, tetapi yang penting adalah ada rasa hormat dan pada akhirnya kami membawa poin untuk Aprilia. Kami juga memiliki motor yang sama, dan komentar kami serupa. Kami saling meningkatkan kemampuan, dan itu membuat kami kompetitif. Itulah kuncinya, dan saya harap ini terus berlanjut seperti ini sepanjang musim. Itu berarti kami unggul dari para pesaing kami" tambahnya soal tudingan bahwa dia menang karena Marc cedera.
Well fakta bahwa Aprilia memang sebaik itu dan Ducati tunggangan Marc memang g bisa bikin Marc punya performa bagus ditambah dengan dia rajin crash karena kondisi operasi bahunya memang g bissa disangkal. Untuk #ABR penyembah #JurdunOTWPensi Marc Marquez yang terusmenyalahkan Bezzecchi: Marc cedera bukan karena Bez tetapi karena gudukan di track Mandalika yang g tau apakah itu sudah diperbaiki atau g oleh sirkuit. Cederanya sendiri g parah dan tanpa perlu operasi tetapi "tuhan" lu g sabaran menunggu 1,5 bulan penyembuhan alami tendon malah memaksa operasi pasang plat yang ujungnya justru bautnya bermasalah karena menekan saraf (ntar di podcast gw bahas) bahu dan jari tengah. Ditambah lagi dia rajin crash, nyaris di setiap track dia crash dengan alasan ingin melakukan yang terbaik karena motornya bukan masalah tetapi tubuhnya.
Pada akhirnya tubuhnya punya cara sendiri untuk menolak disalahkan dan bautnya semakin jadi massalah karena bergeser setelah crash demi crash. Lalu apakah itu salah Bez...?? Tentu tidak. Kalau dia mau sabar tanpa operasi dan tanpa sentuh motor ala Martin, tendon dia akan sembuh secara alami di bulan Januari. Karena itu bukan tulang, jaringan otot sama seperti daging perlu waktu untuk tumbuh. Kalian lihat luka keloidnya di tangan setelah crash COTA, sembuh setelah 1 bulan dianyepin. Tapi yah dia pasang plat, mana plat juga bautnya salah tempat. Salah Bez...??? Salah dia yang g sabaran sembuh dengan melakukan operasi dan salah dokter yang pasang bautnya salah posisi. Jelas bukan salah Bez.
"Saya tentu senang bisa kembali, saya rasa saya adalah pembalap yang lebih baik daripada tahun 2024. Saya percaya bahwa dalam olahraga ini Anda akan terus berkembang atau menurun, Anda tidak akan pernah tetap sama. Para pesaing akan berkembang dan Anda harus berkembang untuk mengejar mereka. Marco adalah tolok ukur saat ini dan saya mencoba untuk mengejarnya. Saya merasa sangat nyaman dengan Aprilia, kemarin kami mengubah beberapa pengaturan, yang berarti kami belum memiliki basis yang tepat dan saya berharap dapat menemukannya sebelum jeda musim panas ."

Berarti dia juga tidak perlu meminta maaf ke Aprilia atas kejadian yg kemarin itu dan tetap dengan pendiriannya.
BalasHapus