Pecco Bagnaia Dan Lagi-Lagi Masalah Rem (Jarak Pendek OK, Jarak Panjang Mende): Kita Semua Tau Apa Masalahnya



Fans sempat terpesona dengan fatamorgana pecah rekor dan pole position para Ducati pabrikan. Tetapi toh itu kembali menjadi kisah sedih di hari minggu, bahkan semakin sedih dengan All Aprilia Podium. #IkanNiuDiluarRencana Pecco Bagnaia terlihat memang sudah bermasalah saat startnya kacau dengan ban berasap. Pelan tapi pasti dia berusaha maju ke depan. Sebuah peningkatan dari yang selama setahun terakhir butuh waktu untuk bisa merangsek ke depan. Dia tampak cukup percaya diri sampai dia berusaha menghentikan motor dengan ban belakang yang terlihat jelas di kamera udah terkelupas habis. Sejak di #JerezTest dia bilang dia suka dengan aero baru, fairing modifikasi dari fairing GP24 yang sejak awal musim dia pakai digabung dengan rear dan seat aero baru. Di bilang Ducati menang di Jerez karena itu "wilayah" Ducati. Le Mans adalah track pembuktian karena itu bukan stop & go. Sayangnya itu tidak mengubah fakta bahwa pengereman menjadi masalah terutama di balapan panjang. Bedanya hanya di awal balapan dia bisa melakukan hal lebih baik dibanding Jerez. Over all menurut gw peningkatan meski hasilnya tetap sama bahkan lebih perih dengan para Aprilia hure-hure di podium #FrenchGP.

"Kecelakaan itu adalah akibat dari sebuah masalah. Masalah yang sama yang saya alami di Jerez (susah ngerem). Jujur saja, setelah akhir pekan ini ada lebih banyak hal positif daripada negatif. Kami bekerja dengan baik, dan saya bangga karena kami meningkatkan semua yang saya minta dari team saya. Meskipun ada sesuatu yang kurang, kami memulai akhir pekan dengan baik, dan sesi demi sesi kami terus meningkat. Kemarin saya meraih pole position, dan di Sprint saya hanya terkejut dengan start Martin, tetapi saya memiliki kecepatan yang sangat baik. Hari ini sama, saya berhasil bangkit kembali setelah start yang buruk. Saya pikir saya bisa mengejar Bezzecchi, tetapi dengan tujuh lap tersisa saya mulai kehilangan kepercayaan diri dan terhambat oleh masalah kecil pada motor yang memperlambat saya. Saya mencoba mempertahankan kecepatan yang sama dan kehilangan kendali bagian depan: kecelakaan itu adalah konsekuensi dari masalah tersebut. Kami tahu apa yang terjadi, dan team sudah berupaya untuk memperbaikinya" kata Pecco yang enggan membahas detail, lagi-lagi.

“Saya tidak ingin membahas detailnya, tetapi saya dapat mengatakan bahwa itu bukan kesalahan manusia dan tidak ada hubungannya dengan kami. Seperti yang saya katakan, kami sedang mengatasinya; hal-hal seperti ini bisa terjadi. Saya ingin fokus pada hal-hal positif, dan hari ini saya cepat, saya mampu menyalip, dan saya bersenang-senang meskipun terjadi kecelakaan. Ketika seorang pembalap mengalami kecelakaan, 90% kemungkinan itu adalah kesalahan mereka sendiri. Kecelakaan saya adalah konsekuensi dari kurangnya kepercayaan diri ini. Saya mencoba untuk mempertahankan kecepatan yang sama dan saya mengalami kecelakaan. Saya sama sekali tidak ingin menyerah hari ini, saya ingin tetap di sana, saya bersenang-senang dan saya mencoba sampai saya mengalami kecelakaan. Jika saya unggul dalam kejuaraan, saya akan bereaksi berbeda, tetapi hari ini, melihat kemungkinan untuk menang, saya mencoba sebagaimana mestinya" katanya yang meski mengaku senang-senang tetap tampak sebaliknya ketika tiba di paddock setelah crash. 

“ Kami memahami apa yang terjadi dan arah yang harus diambil. Saya yakin kami akan menemukan solusinya, juga berkat kerja keras yang dilakukan akhir pekan ini. Masalah pada Ducati lain? Saya tidak tau. Di Jerez saya memutuskan retired karena saat itu saya mengerti bahwa itu bukan masalah yang akan membuat saya berhenti di tengah lintasan, sampai itu terjadi pada Anda, Anda tidak akan tahu. Hari ini saya mencoba, saya mencoba memasuki tikungan dengan cara yang sama tetapi saya tidak bisa melakukannya. Saya mengubah keputusan? Saya sudah melakukannya pada tahun 2022. Tujuannya adalah untuk menang, hanya itu yang harus kami lakukan. Minggu lalu, ketika saya di rumah, saya berkata pada diri saya sendiri: kita akan mengambil kesimpulan pada hari Minggu, saya tidak peduli tentang apa pun, paling-paling pulang dengan helm (crash). Akhir pekan ini aku jatuh dua kali, tetapi ini juga saat di mana kami paling mendekati Aprilia dalam hal kecepatan. Kita harus terus seperti ini" kata Pecco lagi yang bertarung dengan Aprilia di dua hari terakhir membuatnya mengerti apa keunggulan RS-GP yang bahkan lebih baik dari Desmo GP tahun mana pun: Kecepatan tikungan.

“Saya memiliki pandangan yang lebih baik kemarin. Namun, Anda akan menyadari betapa cepatnya mereka bisa melaju keluar dari tikungan, dan mereka berakselerasi sangat kencang saat keluar dari tikungan lambat. Kita perlu meningkatkan cengkeraman pada sudut kemiringan maksimum, tetapi setelah mengikuti Bez kemarin, saya meminta beberapa perubahan pada sistem anti-wheelie, dan hari ini kami telah membuat langkah maju. Ketika Anda melaju sangat cepat, pada batas kemampuan, Anda dapat memahami hal-hal yang sulit diperhatikan ketika Anda sedang dalam kesulitan. Saya berhasil mengelola ban belakang dengan baik dan yakin bisa mempertahankan kecepatan yang sama. Saya rasa saya tidak bisa memiliki kecepatan yang sama dengan Martin, tetapi saya pikir saya bisa berjuang untuk podium” jawabnya yang senang #JurdunOTWPensi sudah sukses menjalani operasinya.

"Saya sangat menyesal untuk Marc, sungguh disayangkan apa yang terjadi padanya, apa yang telah terjadi padanya sejak GP Indonesia tahun lalu. Ini adalah cobaan yang pasti akan segera berakhir, dan ketika dia kembali, dia akan 100% fit dan siap untuk terus berjuang. Kami membutuhkannya, saya harap dia segera kembali" kata Pecco yang mengambil contoh apa yang terjadi pada #JurdunMangkage Jorge Martin. Yang membayar santan intan dia bahkan lebih dari yang seharusnya tahun lalu. Mengubah seorang Martin menjadi lebih religius (meski g religius amat) dan sekarang dia berdiri di puncak podium setelah #IndonesianGP 2024, resmi menjadi kandidat jurdun dengan gap hanya 1 poin dari pemimpin klasemen rider kriwil Marco Bezzecchi yang sedang belajar mau jurdun.

“Jorge jelas merupakan kandidat juara. Dia menggunakan strategi yang sama seperti pada tahun 2024, menyelesaikan semua balapan, dia meraih kemenangan ganda di sini, tetapi secara umum dia juga sangat pandai merasa puas (g serakah yang penting rajin finish). Itu adalah poin yang menguntungkannya dan saya kalah darinya karena alasan itu. Tadi malam saya melihatnya saat makan malam, dia memiliki ekspresi yang sangat santai, tatapan seseorang yang tahu dia bisa melakukannya. Saya sangat senang untuknya, dia pantas mendapatkannya, tahun lalu sangat sulit baginya. Memiliki kekuatan untuk kembali ke level ini sangat mengagumkan. Selamat kepadanya dan terutama kepada Aprilia, yang memberinya dukungan luar biasa sepanjang tahun lalu" tutup Pecco memuji rider yang akan dia gantikan tahun depan dengan kemungkinan kembali memboyong angka #1 bersamanya ke Yamaha. Jangan tanya apakah itu adil untuk Bez, karena Aprilia punya santan instannya sendiri dan toh yang penting gelar seperti kata Papi Tardozzi.

Pada akhirnya ini adalah Kisah Sedih Di Hari Minggu untuk seluruh Ducati. Hanya DiGia rider pabrikan yang bertahan, dengan semua rider motor pabrikan lain tumbang karena crash. Dan menjadi hari Selebrasi Aprilia yang pertama kali All Podium, mengukuhkan dominasi yang selama awal musim dipandang enteng oleh Ducati dan para #ABR. Apakah Martin dapat ban ori...?? No, itu ban belakang Soft jadi jelas ban undian. Apakah dia dapat undian Soft ori...?? Gw ingat kata-kata dia bahwa RS-GP tahun ini terasa persis seperti Desmo GP24 bahkan lebih baik. Yang hanya perlu KW2 untuk bagus dan KW1 untuk merangsek maju, lalu tambahkan kecepatan tikungan di sana, yang mana itu adalah titik kurang Ducati.

Follow Twitter (update artikel dan curhatan) dan Youtube (podcast) #Mbak_Yu username @mbakyuaja #MarcoBezzecchi #LucaMarini #FrancoMorbidelli #PeccoBagnaia #MotoGP

Komentar

  1. Yg menang di jerez malah menghilang di gp prancis, seperti kebalikan nya waktu di cota bezz termasuk Aprilia paling kencang walau diakhir hampir disusul dan di French gp gantian martin yg dominan keknya kunci penting ada dì crew chief ? Marcobezz mewarisi eks papa nina sementara Martin setia dgn eks pramac.

    BalasHapus

Posting Komentar

Ngegosip...?? Komen Gih... Tapi Inget Gw Tetap RAZIA... Ekekekekek...