#IkanNiuDiluarRencana Pecco Bagnaia Yang Susah-Susah Save Dari Crash Tapi Tetap Gagal Lolos Q2 Di Track Yang Dia Sebelin #HungarianGP: Saya Mati Kiri Di Sini
Dia sengaja fast lap ketika sebagian besar rider ada di pit. Lebih karena dia g mau terjebak Yellow Flag Trap meski itu artinya dia harus rela bersabar di luar Top10 dan baru kemudian memanfaatkan satu-satunya peluang untuk masuk Q2 meski dia sempat hampir crash di tikungan kiri. Memang dia sempat masuk Q2, sebelum akhinya para rider yang tadinya di pit pada keluar semua dan mencetak lap lebih baik darinya. Dan dia terlempar ke Q1 di akhir sesi. Sejak tahun lalu dia sudah mengkritik track ini masuk kalender karena baginya ini barang seperti parkiran mobil yang ditaro track di sana jadinya tracknya pendek-pendek dan untuk menambah "tantangan" jadinya kebanyakan chicane yang ditambah banyak tikungan kiri.
"Saya tidak menyangka situasi ini. Memang benar ini adalah track yang sama sekali tidak cocok dengan gaya berkendara saya, tetapi saya senang mengingat sensasi saya dengan bagian depan; saya lebih menikmati balapan daripada tahun lalu, ketika itu adalah bencana. Namun, masalah cengkeraman ban belakang masih ada, dan saya tidak menyangkanya karena track ini memiliki grip yang sangat baik (habis di resurface terutama tikungan 1); saya pikir saya tidak akan mengalaminya. Setiap kali saya mencoba mempertahankan kecepatan di tikungan, saat saya menutup gas dan menikung, bagian belakang motor bergeser dengan sendirinya dan saya tidak bisa berbuat apa-apa. Berbeda ceritanya jika bergeser karena pengereman atau membuka gas, tetapi justru bergeser sendiri, yang berarti grip ban sangat kurang. Menganalisis data dari lap tersebut, tanpa pergeseran itu saya akan berada di posisi ke-7 tercepat, saya akan masuk Q2 meskipun itu masih belum cukup baik, tetapi bagian belakang motor bergeser dan begitulah yang terjadi" katanya pasca pra- kualifikasi. Bahkan #JurdunOTWPensi yang sempat memimpin FP1 dan digadang-gadang diuntungkan dengan tikungan kiri pun harus menyerah pada para Aprilia dan KTM Acosta.
"Sepertinya Marc dan saya berada dalam situasi yang mirip dalam hal perilaku motor dan itu merupakan keuntungan, karena membantu kami memahami lebih cepat ke arah mana harus pergi. Juga merupakan keuntungan memiliki Di Giannantonio yang, di sisi lain, kebalikannya, dia memiliki grip yang sangat baik di bagian belakang. Kami akan mencoba memahami dan, jika perlu, menirunya. Fakta bahwa motor ini mulai bermasalah di bagian belakang membuat segalanya sulit bagi saya karena saya tidak bisa mengendalikannya. Saya sudah mencoba segalanya: mengerem lebih awal, lebih lambat, mengerem lebih keras, tetapi tidak ada yang berubah. Saya selalu mengalami masalah yang sama, terutama saat berbelok ke kiri" katanya yang mati kiri dan mati kutu dengan track Balaton Park sampai berencana nyontek setup DiGia demi bisa lolos Q1 ke Q2 sore ini.
"Saya cukup yakin besok kita bisa lolos dari Q1 ke Q2 karena feeling di depan bagus, saya bisa mengerem keras. Namun, jika kita tidak meningkatkan grip ban belakang, akan sulit. Strategi time attack saya? Beberapa pembalap melakukan tiga kali time attack, tetapi itu adalah strategi kami dan saya, jujur saja, ingin melakukan dua usaha (fast lap) per ban, tetapi pada lap kedua saya tidak lagi bisa mengendalikan motor. Saya membuat ban cepat aus. Saya juga tidak memiliki cengkeraman yang baik di Mugello. Tetapi di Mugello Anda mendorong motor keluar dari tikungan, sementara di sini tikungannya sangat sempit sehingga Anda memaksanya masuk ke tikungan" katanya yang harus mencari solusi karena kalau gagal, akan sulit lolos dari Q1.
“Menurut saya ini lebih berkaitan dengan elektronik . Keseimbangan tentu berperan, tetapi lebih ke elektronik karena Diggia menggunakan lebih banyak power daripada saya dan berhasil menyalurkannya sepenuhnya, sementara saya memiliki power yang lebih sedikit, tetapi begitu saya menarik gas, bagian belakang motor langsung terangkat. Saya tidak tahu apa yang terjadi di tikungan pertama setelah permukaannya diperbaiki, tetapi sama sekali tidak ada grip. Itu bukan masalah besar selama sesi latihan, tetapi bisa menjadi masalah di awal balapan" tutupnya yang di hari Kamis memberi clue bahwa tahun ini adalah tahun terakhir Balaton Park menggelar balap motor kelas para raja itu. Hasil rapat Keselamatan menyepakati ini track lebih banyak bikin pusingnya daripada bikin senang semua pihak. Ya rider sebel, ya Liberty Media sebel karena penonton juga pada males datang. Ini gw bahas kemarin di podcast colongan Member Premiun yang kebablasan ngegosipnya wkwkwkwk.
Komentar
Posting Komentar
Ngegosip...?? Komen Gih... Tapi Inget Gw Tetap RAZIA... Ekekekekek...