#IkanNiuDiluarRencana Pecco Bagnaia Memasuki Paruh Musim Terakhir Bersama Ducati Pasca Operasi Lengan: Saya Rasa Kami Tidak Memerlukan P:endapat Stoner Mengenai Kondisi Motor, Itu Sudah Jelas (Hanya Ducati Yang Menyangkal?)
Jelang #BritishGP Silverstone dan #IkanNiuDiluarRencana P:ecco Bagnaia memasuki paruh musim terakhirnya bersama Ducati. Selama libur jeda musim dia menjalani operasi arm pump ditambah muncul wawancara rider pensiun kang mancing Casey Stoner yang memancing kembali perdebatan mengenai cara Ducati memperlakukan dan mempercayainya tahun lalu. Menjalani kehidupan sebagai ayah yang untungnya sang putra mewarisi karakternya yang malas rewel jadi liburannya cenderung tenang meski kondisi lengannya tetap menjadi tanda tanya.
"Liburan musim panas ini tidak mudah. Saya harus banyak melatih lengan saya. Saya pikir dampaknya akan lebih kecil, tetapi ternyata operasinya sulit, jadi saya harus bekerja keras. Saya hanya punya empat hari libur, dan setiap hari di gym sangat intens, tetapi saya rasa kami telah bekerja dengan baik dan hampir siap untuk bertarung. Kalian tahu saya, saya tidak suka menyampaikan berita seperti ini di depan kamera. Saya belum pernah mengalami masalah seperti ini sepanjang karier saya, tetapi tahun ini kami mengalami beberapa masalah dengan motor, dan perlu dilakukan intervensi. Dalam beberapa situasi lebih besar, dalam situasi lain lebih kecil. Saya mulai mengalami masalah di Jerez, dan sejak saat itu peradangan di lengan saya meningkat hingga saya harus mengatasinya. Saya melakukan dua sesi uji coba; pada sesi pertama saya tidak bisa berkendara dan hanya melakukan dua lap sebelum berhenti. Pada sesi kedua saya melakukan tiga puluh lap dan hasilnya lebih baik. Itu sepuluh hari yang lalu, jadi saya berharap telah mengalami peningkatan lebih lanjut. Jelas bahwa mengendarai motor MotoGP berbeda dengan mengendarai Panigale, tetapi saya harus mengatakan bahwa Panigale lebih sulit untuk direm; Anda harus menggunakan lebih banyak tenaga. Jadi saya mungkin harus menggunakan obat penghilang rasa sakit" katanya yang mengatakan perebutan gelar sama sekali bukan targetnya akhir musim ini.
"Saya belum bisa memikirkan untuk memenangkan kejuaraan. Saya masih kurang kecepatan dan feeling. Saya hanya bisa mencoba untuk meningkatkan performa dari balapan ke balapan. Ada peluang untuk finish di lima besar, dan itu adalah tujuan saya, mungkin bahkan mencoba untuk finish di tiga besar. Saya ingin kembali merasakan sensasi yang baik, berkendara secara alami, yang pasti akan membuat saya kembali berjuang untuk setidaknya tiga besar di setiap balapan. Itu adalah sesuatu yang telah lama saya rindukan. Saya tahu perasaan ini mungkin, dan saya berharap dengan berusaha, kita bisa mencapainya.Saat ini, tidak ada keseimbangan. Aprilia memulai dengan sangat baik, tetapi Ducati tidak lagi kesulitan. Kami sedikit kehilangan performa dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, jadi situasinya sedikit seimbang antara kami dan mereka, dan itu telah mengembalikan keseimbangan kejuaraan. Saat ini, menurut saya, Ogura dan Marquez adalah dua yang tercepat dalam hal konsistensi. Bezzecchi adalah yang paling kompetitif dalam hal performa, tetapi dia mengalami sedikit nasib buruk akhir-akhir ini, sementara Martin adalah yang paling konsisten. Kita lihat saja nanti. Namun, menurut saya, Alex Marquez adalah pembalap Ducati dengan feeling terbaik saat ini. Melihat data, dia tampaknya yang paling nyaman dengan kecepatan. Sudah seperti ini sejak Jerez, dan saya mencoba mencapai kecepatan seperti itu, tetapi itu sulit" katanya yang ditanya soal seri Qatar yang masih juga belum ada kejelasan meski perang kitinyi udah selesai tetapi paddock gosipny berharap mereka g perlu dulu ke Tumir Tengah untuk musim ini just in case tetiba rudal nongol say hi ye kan.
.
"Semakin cepat kita tahu, semakin baik. Mereka telah memindahkan dua balapan ke bagian akhir kalender di Eropa untuk mengakomodasinya, tetapi saya tidak mengatakan itu (balapan di Qatar) akan berbahaya, tetapi itu akan menjadi tantangan nyata. Saya pikir kita beruntung di musim-musim sebelumnya; saya ingat tahun 2020 dengan suhu enam derajat Celcius, dan mengendarai motor MotoGP dalam suhu seperti itu cukup sulit. Saya harap mereka segera memutuskan sehingga kita dapat menyelesaikan kalender" jawabnya yang lalu menanggapi komentar Stoner soal betapa benarnya dia soal Desmo GP25-1 tahun lalu dan betapa buruknya Ducati memperlakukan dia.
"Kami adalah pembalap, kami langsung tahu dari perjalanan pertama apakah motornya bagus atau tidak. Casey selalu memiliki pandangan yang khusus dan istimewa, tetapi saya rasa kami tidak membutuhkan pendapat Stoner untuk menyadari hal ini. Itu sudah cukup jelas dari hasilnya. Saya telah banyak berjuang (dan kesulitan) dalam satu setengah tahun terakhir, dan sayangnya perasaan saya tidak lagi seperti yang saya harapkan, yang sangat membatasi saya. Tujuannya sekarang adalah beradaptasi dengan situasi, tetapi itu rumit karena motornya sulit dikendalikan" tambahnya yang pada akhirnya jua sadar Silvertone adalah tantangan lain untuknya.
"Yang saya pelajari dari masa lalu saya di sini adalah ketika saya menang, saya bukanlah yang tercepat. Saya menunggu lama, dan ini adalah track di mana menunggu itu positif karena Anda merasakan keausan ban yang lebih sedikit dan dapat memanfaatkan slipstream dari lawan di depan Anda. Anda dapat mempertahankan kecepatan dan mengikuti mereka. Pada tahun 2024, saya sangat kuat. Saya memimpin selama setengah balapan, kemudian Jorge menyalip saya dan mempertahankan keunggulan selama delapan lap, tetapi pada akhirnya, Enea, yang berada di belakang, menang. Pada tahun 2022, tahun saya menang, saya berada di urutan keempat atau kelima di antara yang tercepat, tetapi sedikit demi sedikit saya pulih dan menang. Keausan ban membuat perbedaan di sini; Anda harus bersabar" tutupnya.

Ipikih ducati g akan kasih desmo jurdun nya pecco ?
BalasHapusNah ini g tau
Hapus