Jorge Lorenzo Bicara Soal Krisis Penonton dan Perang Rider 2015: Rider Jaman Now Pada Tememan Semua, Tahun 2015 Marquez Sebenarnya G Suka Saya Jurdun.
Yang dengar podcast terbaru pasti tau gw bahas krisis penonton di MotoGP tahun ini. Rider pensiun artis Jorge Lorenzo turut menyoroti hal ini. Sama dengan gw, dia bilang rider jaman now itu g ada yang musuhan, pada temenan semua. Faktor pengen punya banyak penggemar di media sosial bikin mereka susah musuhan karena klo musuhan akan beresiko turun follower atau malah akunnya diserbu haters.
"Saat ini semua pembalap tampak seperti teman. Quartararo tidak berbicara dengan Bagnaia seperti saya berbicara dengan Rossi. Pecco tidak berbicara dengan Jorge MartÃn seperti Rossi berbicara dengan Stoner. Saat ini, mereka semua memiliki hubungan yang baik. Instagram dan mengejar lebih banyak like dapat menjadi faktor dalam hubungan baik saat ini dalam cara yang baik untuk olahraga" kata Lorenzo yang mengakui ini berbeda dengan rider jadul yang jarang temenan baik apalagi klo jadi saingan di track. Adanya malah saling nyinyir, nyindir, nyelekit, dalam kasus lama malah saling pukul di belakang paddock, tapi itu bikin fans justru tertarik dan semakin fanatik.
“Saya sangat menghormati setiap pembalap, tetapi perang yang kejam selalu membuat para penggemar bersemangat. Saya memikirkan tatapan tajam yang diberikan Gibernau kepada Valentino di Jerez 2015, pertarungan antara Rossi dan Stoner atau Rossi dan Biaggi. Rivalitas itu terasa di udara. Itu sama di Formula One, di mana persaingan Lewis Hamilton versus Max Verstappen, atau Verstappen versus Leclerc, terasa nyata" katanya yang mengenang perang antar rider yang sangat berpengaruh pada fans adalah peristiwa 2015. Yang saking besarnya perang itu, bukan hanya fans yang ribut, bahkan sampai menyeret para rider yang membuat kubu-kubu berdasarkan KTP.
"Tahun itu saya mestinya dengan mudah memenangkan gelar karena saya yang tercepat, tetapi pada hari balapan sesuatu selalu terjadi. Seperti masalah dengan visor, hujan pada hari Minggu setelah akhir pekan yang kuat di track Silverstone yang kering. Jadi terlepas dari kecepatannya, itu menjadi musim yang sulit. Banyak faktor yang terlibat, tetapi untuk kisah Rossi-Marquez, GP Argentina sangat penting. Valentino bertanggung jawab atas crash Marquez, tetapi dia tidak meminta maaf setelah balapan. Marc tidak menyukainya. Saya pikir bila Rossi melakukannya itu akan mengubah keadaan. Marquez tidak benar-benar ingin saya memenangkan gelar; kami bukan teman" kata Lorenzo.
Well so far Papa Kembar adalah rider yang paling berani ribut tahun ini, pilihan rider buat diajak ributnya juga sudah benar: #JurdunDrakor Marc Marquez. Sayangnya ujungnya dia minta maaf karena dinyinyirin journo dan akunnya diserbu #ABR. Lebih sayangnya lagi, si kang drakor ternyata mundur membalap musim ini, dia jadinya saingan sama #JurdunBelagu yang adalah teman sekaligus tetangga dia. Laaaah mo gimanaa...?? DPRD Tingkat Pusat sudah capek-capek bikin skenario drama LLP biar ribut laaah g ada yang ribut malah sirkuitnya sepi. Pusing lah stok kuaci abis 🤣😂
Btw gw bingung ngape dia bahas GP Argentina bukan GP Malaysia 2015...?? Itu kan tahun 2016 bukan...?? Yang si kang drama lolos black flag gegara start ala parkiran mall trus dia seradak-seruduk ujungnya nyeruduk bebeb Vale yang akhirnya crash..?? 🤔
.jpeg)
Argentina 2015 kenapa Rossi yang salah? Jelas banget Marquez maksa masuk padahal gak dapet, akhirnya nyenggol ban belakang Rossi yang bersiap untuk menikung, jatuhlah dia. Rossi gak minta maaf ke dia lah emang Rossi gak salah ngapain minta maaf.
BalasHapusSakjane lek ngomong jujur, rossi sempet noleh nang kiri, ga ero ketok opo ga keset nang kono, tp sing jelas rossi ga seneng tikungan sakdrge diseruduk ambek keset, padalan jelas ga cukup ruange gawe keset mlebu, peace
HapusYa nengoklah Rossi, dia reflek kok tiba2 ban belakang dia bergetar ada yang nyenggol karena si Marc terlalu dekat dan maksa, pas disaat yang bersamaan juga Rossi harus segera menikung jatohlah si Marc. Eh malah nyalahin Rossi. Aneh...
HapusTerus katanya pas menang di argentina 2015 Rossi selebrasi berlebihan pake jersey maradona, lah terus kenapa? Penonton motogp dari jaman baheula juga udah hapal di luar kepala gimana Rossi kalau menang, dia selalu selebrasi, gak menang aja dia kadang suka selebrasi.
BalasHapus