Kontroversi Italia VS Spanyol di #HungarianGP: Protes Jurnalis Spanyol Ketika Rivola Mengkritik Martin (Para Spanish Ingin Martin Tetap Dimanjakan Setelah Kamikaze Dan Mempermalukan Bonora??)




Soo selama gw pusing dengan jaringan ngadat kemarin, ada beberapa gosip yang gw rangkum sekalian hari ini. #JurdunMangkage Jorge Martin memposting permintaan maaf di media sosialnya di malam hari setelah kamikaze #HungarianGP. Seperti biasamedia pemuja Spanyol menitikberatkan bahwa banyak rider yang memaafkannya. Sayangnya gw g melihat pemaafan dari para korbannya di Balaton Park kemarin. Butuh waktu pindah hari baru ada balasan dari sedikit korbannya. Kesalahan ini memang bukan kesalahan biasa. Status Jorge Martin istimewa: seorang Juara Dunia yang sudah pasti bisa bermain cerdas karena dia tau setiap poin sangat berarti tanpa mengambil resiko yang tidak perlu. Kenapa resiko yang tidak perlu? Karena SEMUA ORANG TAU Tikungan pertama Balaton Park bukanlah tikungan yang bisa dipakai manuver gila. Pasca apa yang terjadi tahun lalu baik di kelas WSBK maupun MotoGP. Itulah kenapa Papi Peri Rivola secara terbuka mengkritik bahwa kesalahan itu tidak boleh dilakukan oleh seorang Jorge Martin sebagai seorang juara dunia. 

Kenapa dia menekankan "juara dunia"...?? Karena seperti kata Luca Marini, rider yang membuat manuver gila bertaruh di tikungan 1 biasanya adalah rider yang g memperrbutkan gelar melainkan rider yang karirnya di ujung tanduk. Karena di situ lu bisa menyalip banyak rider sekaligus. Terutama klo motor lu memble (kaya Snack Taro tahun lalu). Tetapi seorang juara dunia yang sedang bertarung gelar apalagi balapan di atas motor terbaik di track, justru melakukan kesalahan yang lebih masuk akal bila dilakukan oleh rider "hutan" kata Luca Marini aka rider barbar. Ditambah lagi dia ikut menyapu team mate dia yang adalah pemimpin klasemen plus rider Aprilia Trackhouse, Raul Fernandez yang kabar terakhirnya keseleo kaki. Poin konstruktor Aprilia praktis hanya bisa didapatkan dari si Pac-Man Ai Ogura yang hanya bisa finish P4 karena terjebak si komo Jack Miller. Kritik terbuka Papi Peri Rivola bukan hal yang salah, bahkan ketika dia bilang g keberatan kalau Martin dipenalti lebih berat. Dia sudah dikritik berkali-kali karena terlalu memanjakan #JurdunMangkage Jorge Martin atau attitude dia yang sorry to say, emang mangkage.

Seorang journo Spanyol, Richard Jove menuding kritik terbuka Papi Peri Rivola adalah kritik yang tidak bijak sebagai seorang CEO Pabrikan. Menurut dia "kesalahan yang tidak layak dilakukan oleh seorang juara dunia" adalah kritik yang seharusnya disampaikan secara pribadi dan menuding kritik terbuka itu adalah balas dendam atas perlakuan Jorge Martin di Barcelona yang mendorong dan meneriaki kepala team, Paolo Bonora di depan kamera live. Well. menurut gw kalau pun itu adlaah balas dendam, IMPAS...!!! Sebenarnya belum lunas karena Rivola mengatakan kritik itu bukan di kamera live ketika publik menonton langsung. Juga disampaikan tanpa emosi dan teriakan meski dia sebenarnya layak untuk itu karena kamikaze Martin menghancurkan balapan nyaris seluruh Aprilia. RD juga mulai disorot kemarin pasca penalti g adil untuk rider Spanyol VS Italia di Mugello dengan di Balaton Park.

Di Mugello, Luca Marini (KTP Italia) dianggap menghalangi Martin (KTP Spanyol) ketika dia melambat untuk masuk ke pit lane, diganjar penalti 3 grid yang bahkan sebenarnya mau dijatuhkan 6 grid. Kesalahannya adalah dia harus mengangkat kaki memberi tanda untuk masuk ke pit lane. Sementara Raul Fernandez (KTP Spanyol) hanya diganjar turun 1 posisi karena membuat Luca Marini (KTP Italia) keluar track dan tercecer jauh ke belakang dengan alasan tidak ada footage. Lalu di Balaton Park, Enea Bastianini (KTP Italia) diganjar Long Lap Penalty karena menyenggol Joan Mir (KTP Spanyol) tanpa membuat siapa pun keluar track. Enea merasa penalti itu g adil karena dia g bikin siapa pin keluar track apalagi crash yang seharusnya hanya perlu diganjar turun 1 posisi. Presedennya? Tentu saja Raul Fernandez VS Luca Marini di Mugello. Ditambah lagi Jorge Martin (KTP Spanyol) hanya dihukum Double Long Lap Penalty atas kamikaze dia. Yang sorry to say adalah kali kedua dia melakukan pasca di Motegi dengan salah satu korban yang sama tahun lalu Marco Bezzecchi (KTP Italia). Menurut banyak fans non Spanyol itu penalti terlalu ringan. Ada yang meminta dia dilarang balapan sekali karena ini kesalahan berulang dan dia adalah juara dunia dengan pengalaman yang mewajibkan dia bermain cerdas, karena bahkan untuk anak Moto3, itu bakal berakhir start pit lane (gw lupa siapa tapi di Jerez kemarin ada keknya). Jadi apakah Liberty Media masih sulit mengatasi hegemoni Spanyol di olah raga ini...?? 

BTW Liberty Media lewat Ezpeleta gang akhirnya sepakat dengan para pabrikan soal perjanjian concordia. Duit 8 juta Euro per team untuk operasional media, promosi dll. Jadi g ada lagi cerita bagi hasil, soal ini gw udah bahas di Le Mans apa Jerez yak podcastnya. Gosipnya tanda tangan perpanjangan dengan para pabrikan akan segera dilakukan di #CzechGP Brno. Di sisi lain salah satu korban Jorge Martin di Balaton Park, rider VR46 Fabio DiGiannantonio menjalani operasi jari yang cedera pasca kena ban terbang segarpu-garpunya dari crash Alex Marquez di Barcelona kemarin. Selama ini dia balapan dengan glove yang dimodifikai agar g terganggu ketika balapan.






Follow Twitter (update artikel dan curhatan) dan Youtube (podcast) #Mbak_Yu username @mbakyuaja #MarcoBezzecchi #LucaMarini #FrancoMorbidelli #PeccoBagnaia #MotoGP

Komentar