Papi Peri Rivola Tidak Punya Pembelaan Lagi Atas Kamikaze #JurdunMangkage Jorge Martin: Dia Melakukan Kesalahan Yang Tidak Pantas Untuk Seorang Juara Dunia
Kalau di #CatalanGP #JurdunMangkage Jorge Martin mendorong dan meneriaki boss dia di team, Paolo Bonora di depan kamera hanya karena dia disapu jagad Raul Fernandez. Aslinya sekarng Papi Peri Rivola yang mungkin ingin sekali melakukan itu tapi harga dirinya sebagai seorang Si I O bikin dia menahan diri. Kalau di Barcelona dia punya 3 rider yang finish, di #HungarianGP Balaton Park dia justru punya 3 rider yang DNF dan itu ditambah 2 rider lain dari pabrikan pesaing yang tentu saja tidak menerima dengan baik balapan rider mereka dirusak oleh rider yang jelas-jelas salah ngerem di tikungan 1 yang selama ini jadi concern di Komisi Keselamatan. Yang manjadi kepahitan adalah Martin menjadikan team mate sekaligus saingan tetapi juga pemimpin klasemen untuk Aprilia, si kriwil Marco Bez. Ini bukan pertama kali Bez jadi korban Martin. Di Motegi tahun lalu, kejadiannya persis sama. Insiden yang dimaafkan Bez karena dia bukan jurdun plus dia bukan pemimpin klasemen dan dia belum pernah disapu jagad Martin. Tapi kali ini terulang persis sama, dengan dampak yang jauh lebih besar untuk klasemen. Untungnya semua rider cuma memar dengan DiGia bisa kembali rejoin dan finish poin tetapi dengan ngedumel panjang pendek gegara balapannya dirusak karena Martin sapu jagad rider yang semuanya ada di Top10 klasemen. Tidak ada satu pun rider Aprilia nongol di konferensi pers, bahkan Ai Ogura si Pac-Man yang menyelamatkan muka Aprilia dengan finish P4. Lu bayangin kemungkinan Bez finish di mana kalau balapannya g dirusak Martin dengan Ogura sebagai pembanding.
“Saya baru menemui Raul untuk melihat keadaannya. Jorge datang kepada saya untuk meminta maaf, seperti yang dia lakukan kepada Marco dan team. Saya juga menemui Bez, tetapi saat itu bukan waktu yang tepat untuk berbicara, saya hanya ingin tahu apakah dia baik-baik saja, saya khawatir. Saya menyampaikan permintaan maaf yang tulus kepada semua pembalap yang terlibat, kepada Raul, kepada Aldeguer, kepada Di Giannantonio. Saya rasa Jorge melakukan kesalahan yang tidak pantas dilakukan oleh seorang juara dunia. Dia mengerem terlalu keras, di bagian dalam, di tempat yang gripnya kurang, dan dia menyalip beberapa pembalap kami. Katakanlah kami tidak memiliki statistik internal mengenai keberuntungan; (jadi) cukup dengan tidak melakukan kesalahan" kata Papi Peri Rivola mengaku salah. Kesalahn Martin ini persis sama dengaan kesalahan Quartararo tahun lalu di Sprint Race yang dia akhirnya keluar track tetapi dengan menyambar belakang motor Enea yang ujungnya malah Enea kena penalti karena itu ternyata membuat hole shot belakang dia rusak tapi dia tetap balapan karena g tau sampai dia g bisa ngerem.
"Itu bukan kesalahan yang dibuat dalam duel satu lawan satu dengan pembalap Aprilia lainnya; kita berada dalam situasi yang sangat berbeda. Itu adalah kesalahan yang dibuat sendiri, percayalah. Anda tidak bisa membuat kesalahan tertentu di tikungan pertama, terutama pada saat banyak pembicaraan tentang keselamatan. Hal-hal itu harus dihindari. Untungnya tidak ada yang terluka, itu kabar baik. Mengenai Marco, saya tahu dia akan melakukan segala yang dia bisa untuk memenangkan dua balapan berikutnya, dan kami akan mendukungnya sebaik mungkin. Tidak ada yang berubah dalam suasana team, saya rasa aturan di antara kami sangat jelas. Saya pikir jauh lebih baik untuk berbicara dengan tenang, melihat persis apa yang terjadi. Mereka adalah orang-orang yang cerdas, kita semua membuat kesalahan dan ini adalah kesalahan yang tidak boleh dilakukan oleh Jorge Martin" katanya yang harus menerima nol poin di team pabrikan Aprilia pasca hure-hure double podium mempermalukan Ducati di Mugello. Di Balaton Park, par Ducati pabrikan hure-hure di podium ketika para Aprilia membuat kekacauannya sendiri. Karma is a b!tch...??
"Saya harus menerimanya, meskipun sulit untuk melakukannya. Mugello tidak cukup sebagai kompensasi atas apa yang terjadi hari ini (tertawa). Yang membuat saya frustrasi adalah salah satu pembalap kami yang melakukan kesalahan itu. Tikunga pertama di sini memang sulit. Kita mengatakan hal yang sama tentang Barcelona. Pada hari Minggu, Anda sudah sangat mengenal tata letak dan kondisi lintasan. Saya pikir setiap orang di setiap track seharusnya lebih tenang saat melewati tikungan pertama. Kita akan berbicara untuk memahami bagaimana meningkatkan keselamatan. Anda tahu bahwa secara historis saya menentang segala jenis perangkat holeshot, tetapi saya tidak suka bereaksi berlebihan; kita harus melakukan hal-hal dengan cara yang benar, dengan melakukan pengujian" katanya enggan menyalahkan layout track. Karena fans Spamyol banyak yang membela Martin mengingat Bez sang korban adalah rider Italia. Ada yang bahkan menyalahkan kemungkinan RHD rusak demi membuat Martin innocent.
Intinya adalah itu memang si #JurdunMangkage Jorge Martin yang salah. Jadi wajar dia diganjar DLLP. Meski ada yang bilang mending didiskualifikasi atau start pit lane karena anak Moto3 akan sesadis itu penaltinya. Tapi yang penting dia penalti lah. Kenapa...?? Karena sejak Barcelona semua orang sudah bilang Balaton Park tikungan pertama wajib kudu harus hati-hati. Itu sudah dibahas di Komisi Keselamatan hari Kamis yang saking concern-nya ketua geng yang baru (Pecco) mengusulkan ganti track tahun depan yang katanya sedang dipertimbangkan dan kemungkinan dikabulkan pasca insiden ini. Sudah diwanti-wanti g usah manuver aneh-aneh karena tahun lalu sudah ada contoh kasus baik di MotoGP maupun WSBK, lhaaaa Martin nyosor. Jelas semua rider gedeg lah, apalagi yang kena sapu jagad adalah team mate sendiri dan pabrikan yang sama plus sama-sama memimpin klasemen.. Itu klo manajemen Aprilia tetap membela Martin kemarin, Bez bakal ngamuk berat. BTW, kemarin gw kepikiran lagu Domino-Stray Kids kemarin. Sengaja g posting biar g kejadian, lhaa iya jadi juga. Ckckckck.

Apa bakal ada civil war kah di antara para pembalap aprilia ini dan di internal tim itu ??
BalasHapusmartin ini mentang2 dia start selalu bagus jadi kaya nekat dan terlalu percaya diri mau start sebagus mungkin, sampe akhirnya semalem motor dia keliatan ngelock bagian depannya dan berujung crash sapu jagad banyak rider. ini bener2 flashback motegi tahun lalu
BalasHapus