Ducati Dan Proyek Mempertahankan (Penjualan) Dan Penonton Di Mugello Bila Ditinggal Pecco Tahun Depan, Tardozzi: Sudah Saatnya Rossi dan Marc Marquez Berdamai (WTF...?? Sudah Buang-Buang Anaknya Lu Suruh Dia Damai Pulak...??)



Pertanyaan besar pasca keputusan Ducati membuang #IkanNiuDiluarRencana Pecco Bagnaia tahun depan demi "pasukan Spanyol" adalah bagaimana mempertahankan lautan Ducatisti di hometrack mereka: Mugello. Seperti yang gw bilang, dulunya ini adalah basis fans VR46 di mana biasanya ayank bebeb #Mbak_Yu Valentino Rossi menyapa lautan fans dan flare berwarna kuning di bawah podium, entah dia podium atau tidak. Pasca dia pensiun track tersebut diwariskan kepada sang murid sekaligus bintang Ducati, #IkanNiuDiluarRencana Pecco Bagnaia. Kalian bisa melihat di Mugello kemarin yang penuh warna merah dengan sebagian besar bendera #63 berkibar. Yang menjadi masalah adalah dengan keputusan Ducati melepeh Pecco dan mengontrak 5 rider Spanyol, bagaimana cara mereka membuat track Mugello tetap penuh tanpa bergantung pada fans #ABR milik si culas #JurdunOTWPensi Marc Marquez yang bisa dipastikan agak enggan jauh-jauh ke Mugello yang mihil itu..?? Saat ini Ducati sedang memaksa team VR46 untuk menerima Nicolo Bulega sebagai satu-satunya rider Italia di pabrikan itu dengan menyingkirkan murid sulung Rossi, Franco Morbidelli. Apakah itu cukup...?? Matematikanya sih g cukup. Butuh kehadiran Valentino Rossi di Mugello demi menarik penonton. Mislihnyi pasca Mugello 2025 di mana dia dipaksa oleh Tardozzi untuk berjabat tangan dengan Marc Marquez, bebeb Vale enggan beredar di paddock Ducati klo g perlu. 


Fakta bahwa hingga saat ini MotoGP masih butuh seorang Valentino Rossi meski hanya sekedar melambaikan tangan dari pinggir track adalah fakta pahit yang harus diterima Ducati dan Marc Marquez. Satu-satunya penyelamat mereka adalah team itu "terlanjur" memproses perpanjangan kontraknya karena Uccio keukueh demi harga diri yang ternyata diinjak oleh Ducati dengan memaksakan Bulega masuk di line up mereka. Harapan Liberty Media bahwa dengan comeback si culas tahun lalu akan membuat olahraga ini bergairah toh tetap gagal menarik antusias penonton di luar ranah MotoGP. Orang awam tetap lebih mengenal seorang Rossi dibanding Marquez meski mereka g tau bahwa Rossi sudah pensiun. Dan para #ABR penyembah Marc Marquez justru menyalahkan itu kepada Valentino Rossi yang dianggap "menghambat" dan "gagal move on" dari Sepang 2015. 

Well, fakta bahwa #SepangClash akan sulit dilupakan dan dimaafkan oleh Rossi tidak bisa dipaksakan. Orang yang mimpinya juga mimpi negaranya terampas secara paksa dengan cara culas jelas tidak akan mudah memaafkan. Itulah kenapa Italia sulit menerima rider Spanyol, sehingga sorakan senang untuk Martin di podium Mugello kemarin jelas menjadi kejutan bagus untuk Pecco. Memaafkan bukan berarti melupakan. Ya syukur-syukur juga klo itu bisa dimaafkan. Dan itu HAK PENUH SEORANG ROSSI untuk menganggap masalah itu selesai atau tidak, yang mana semua orang wajib menghormati itu. Sayangnya Papi Tardozzi justru MENYURUH VALE UNTUK BERBAIKAN DENGAN MARC. Tentu saja demi bisa membuat Vale nongol lagi di Mugello bersama anak kesayangannya agar menarik penonton tahun depan dan menjadi berita dengan publikasi bagus.

"Team Stoner-Márquez di puncak performanya? Itu akan menjadi team terbaik abad ini. Tentu saja, talenta-talenta hebat ini tak tergantikan; saya juga ingin menyebutkan Valentino Rossi. Apa yang terjadi, terjadilah, tetapi, menurut pendapat saya, sudah saatnya kita melupakan tahun 2015 yang buruk itu untuk selamanya. Antara dua talenta seperti Valentino, yang berada di puncak performanya, dan Marc, yang baru memulai tetapi sudah menang, terjadi benturan yang eksplosif. Menurut pendapat saya, ada kesalahan di kedua belah pihak. Marc telah menerimanya; Valentino belum. Dari sudut pandang saya, tanpa membahas siapa yang lebih atau kurang bersalah, intinya ada kesalahan di kedua belah pihak. Dua juara hebat seperti mereka seharusnya berdamai. Saya pikir situasi ini mungkin tidak dapat diperbaiki, tetapi bodoh jika berpikir demikian. Menurut saya, dua juara dengan kaliber seperti mereka seharusnya saling berbicara; mereka harus bekerja sama demi kebaikan olahraga motor. Saya pikir sudah saatnya mengakhiri perseteruan ini, yang telah berlangsung selama 11 tahun. Saya sudah mengatakan ini sejak lama, tetapi ini membutuhkan kemauan dari kedua belah pihak. Saya tahu kemauan itu ada di satu pihak; sekarang kemauan itu juga harus ada di pihak lain (menyalahkan Valentino Rossi ceritanya). Jangan pernah mengatakan tidak mungkin: saya hampir menjadikannya sebagai misi pribadi. Melupakan hal-hal tertentu akan menjadi tanda kecerdasan (menyindir Valentino Rossi bodoh), pandangan jauh ke depan, dan kedewasaan" kata Tardozzi.

Satu hal yang perlu gw bilang pada Tardozzi: Kalau Mau Membujuk Orang, Tunjukkan Lu Memang Berniat Tulus Untuk Membujuk...!!! Ya kali lu habis lepeh-lepeh anak-anaknya lalu nyuruh dia damai dengan cara nyindir. Yang butuh mereka berdamai hanya Ducati dan lu...!!! MotoGP g perlu mereka damai yang penting dia nongol, makin ribut malah makin bagus buat drama, lu doang yang nyuruh orang damai padahal itu demi penjualan. Coba lebih cerdas, Tardozzi. Kami bukan orang yang kurang cerdas.


Follow Twitter (update artikel dan curhatan) dan Youtube (podcast) #Mbak_Yu username @mbakyuaja #MarcoBezzecchi #LucaMarini #FrancoMorbidelli #PeccoBagnaia #MotoGP

Komentar

  1. Makin On Review tuh si Uccio.. Stelah harga dirinya diinjak utk menuruti kemauan ducati, skrg Bos tim yg mulai diinjak-injak tuh sama Ducati.. heemm, sya pesimis Ducati akan menuruti janji manisnya ke Uccio, mbak.. karena ada Pecco yg bisa dijadiin contoh janji manis yg brakhir mengecewakan..

    BalasHapus
  2. Strateginya tardozi takut kehilangan ducatisti karna teamnya tahun depan full separo nyolong hehe kalo begini deal to deal nya bulega terpaksa jadi test rider ducati sambil balapan di wsbk dan uccio perpanjang kontrak morbi setahun setelah itu mungkin bisalah bulega masuk entah gantiin siculas atau papa joan.
    Kontrak dari pabrik berarti fermen dan holgado ? Jika begitu ducati terlalu egois mengatur hak seat team vr46 sampai bulega dan fermen atas kemauan ducati seharusnya seat mir juga dari ducati yg atur line up gresini.

    BalasHapus

Posting Komentar

Ngegosip...?? Komen Gih... Tapi Inget Gw Tetap RAZIA... Ekekekekek...