Maverick Vinales Membeberkan Penipuan Kontrak KTM: Mereka Mengirimkan Saya Kontrak Yang Lalu Saya Tandatangani, Kemudian Mereka Bilang Itu Tidak Valid
Maverick Vinales akhirnya menjelaskan kisruh di #DutchGP Assen soal kontraknya. Ternyata dia korban penipuan kontrak KTM yang tetiba dikatakan tidak valid setelah kontrak yang ditawarkan sudah dia tandatangani.
“Intinya, setelah Montmeló (Barcelona sebelum Mugello), KTM memberi tahu saya… Yah, tidak, saya tahu dari media, bahwa di Giannantonio akan pergi, dalam hal ini, menggantikan saya (di team pabrikan bersama Alex Marquez) katakanlah. Jadi saya bicara pada KTM. Dan kemudian KTM, ketika saya tiba di Mugello, mereka mengirimkan kontrak kepada saya... Melalui email. Saya menandatanganinya (kontrak pabrikan di team satelit dan turu gaji). Dan oke, itu memang tidak terlalu bagus, tapi bagaimanapun saya ingin balapan. Saya sangat percaya pada para insinyur KTM. Karena itulah, meskipun itu sangat merugikan saya, saya menandatanganinya. Dan setelah dua minggu, mereka mengatakan bahwa ini sama sekali tidak valid. Jadi setelah itu, apa yang bisa Anda harapkan? Maksud saya, saya tidak ingin diabaikan di sini. Ini sebenarnya ketidak seriusan dari pihak mereka. Jadi itulah mengapa saya benar-benar muak dengan dunia ini" kata Vinales soal kisruhnya dengan KTM.
Seperti yang gw bilang tadi pagi, gosip berhembus spoi-spoi dia kena boikot team dan itu juga merembat ke Superbike sehingga tampak sulit untuknya melanjutkan karir di WSBK. Di Assen dia sempat bilang agak tidak masuk akal baginya bila seorang dengan kemampuan seperti dia tidak mendapatkan seat dibanding dengan rider lain yang pencapainnya tidak lebih baik darinya. Tapi sudah gw bilang ini soal attitude.
“Saya tidak tahu. Saya rasa dalam balap motor, saya sudah melakukan semua yang bisa saya lakukan. Mungkin ada peluang bagus atau tidak, saya tidak tahu. Saya bahkan tidak mencari-cari... Saat ini, saya tidak mencari apa pun. Saya mencari liburan yang sangat menyenangkan! Saya suka balapan, saya suka motocross, mungkin di masa depan saya ingin mengikuti balapan yang berbeda. Saya melihat Jack di Suzuka 8 Hours, dan menurut saya ini sangat menyenangkan. Jadi saya ingin melakukan sesuatu yang berbeda. Saya rasa, saat ini, saya sudah muak dengan dunia ini. Jadi, saya rasa saya tidak akan melanjutkan.(di MotoGP)" tutupnya.
Jadi dia sadar bahwa kemungkinan dia harus Briking Niu pensi. Well klo dihitug gaji dia g murah untuk non jurdun. Terutama ketika dia di Yamaha (5 juta Euro loh), pirtinyiinyi apakah itu cukup untuk maa pensiun...?? Di sisi lain gosip berhembus spoi-spoi Tech3 OTW pengumuman dengan Luca Marini dan provokasi journo Spanyol soal Tech3 memilih Luca Marini dibanding Manu Gonzalez adalah salah. Karena Steiner gosipnya (karena tunggu interview resmi) bilang bahwa seat Lucca memang untuk rider berpengalaman.
Jadi yang perlu diputuskan soal Gonzalez adalah seat untuk rookie yang mana ada Senna Agius yang menjadi saingannya rebutan seat rookie. Seat rider ssenior g bisa ditawar dan jelas line up all rookies bukan keinginan Steiner. Kesimpulannya: Journo Spanyol sengaja menyeret Luca Marini untuk membuat publik Spanyol marah (karena dia adik Valentino Rossi dan orang Italia) dan memaksa Steiner memungut Manu Gonzalez dengan menyebar kebencian pada Luca alih-alih Agius yang sebenarnya peasing seat Gonzalez di Tech3. Biasa laaah #ABR toxic culas licik iblis.

Komentar
Posting Komentar
Ngegosip...?? Komen Gih... Tapi Inget Gw Tetap RAZIA... Ekekekekek...