Ketika Fans Dan Jurnalis Spanyol Berusaha Mendiskreditkan Pecco Bagnaia Demi Marc Dapat Seat Team Pabrikan, Gigi Dall'Igna: Hanya Ada Satu Seat Lowong Dan Sekarang Jauh Lebih Sulit
Tampak jelas fans dan jurnalis Spanyol melakukan cara kotornya dengan mendesak agar Ducati membuang jurdun mereka si kinyis #IkanNiuDiluarRencana Pecco Bagnaia yang sudah berjasa besar mengembalikan gelar jurdun Ducati dan berhasil mempertahankannya hingga tahun lalu demi sesembahan mereka si cemen #JurdunMalinKundang Marc Marquez mendapat seat team pabrikan.
Namun nampaknya Papi Peri Gigi sudah punya bayangan di awal weekend ini dengan bilang di hari Jumat bahwa Ducati tidak akan hanya menentukan dari hasil 2024 tetapi juga dari sejarah ridernya bersama Ducati. Dan itu artinya para rider tetua Ducati yang akan mengisi seat itu. Entah Enea, entah Martin. Meski pun pada hari Minggu pasca #FrenchGP keputusan itu tampak akan makin sulit, tetapi Papi Peri Gigi sang penentu line up memastikan keputusan akan keluar tidak akan terlalu terlambat (g sampai akhir musim) agar rider yang tidak terpilih punya peluang untuk negosiasi dengan pihak lain.
“Hari ini Enea melakukan balapan yang luar biasa, menurut saya dia finish di posisi ke-4 tapi itu bukan semua salahnya dan saya mengenalnya dengan baik. Ini akan kami pertimbangkan karena waktu yang dia cetak (keknya catatan lap ini penting banget di Ducati), terutama di akhir balapan, sangat penting. Jadi soal pilihan pembalap, jika Anda harus bertanya kepada saya, itu akan sangat sulit karena mereka semua melakukan hal-hal luar biasa. Akan sulit untuk memutuskannya, tapi kami harus melakukannya" kata Papi Peri Gigi tetap memuji adipatinya Enea Bastianini.
"Seorang juara harus mampu menahan tekanan, hal itu fundamental bagi siapapun yang ingin menjadi juara dunia. Tapi menurut saya ini bukan masalah nyata bagi para rider kami. Mereka semua berpotensi menjadi juara, mereka juga sebenarnya sudah menjadi juara dunia. Mereka tidak perlu apa-apa untuk dibuktikan dan ini semua tentang memilih. Saya juga percaya bahwa pilihan kita tidak boleh terlalu jauh (melenceng), kita juga tidak perlu menunggu terlalu lama karena itu akan mempertanyakan keadilan terhadap para pembalap yang melakukan pekerjaan luar biasa ini. Mereka bekerja sangat keras dan kita harus menghormati mereka. Ini juga berarti tidak membiarkan mereka melewatkan peluang yang mungkin mereka miliki di masa depan. Saya tidak berpikir kami akan terlambat dalam menentukan pilihan, namun jelas bahwa ini adalah pilihan yang sulit dan rumit dan memerlukan waktu" tandas sang Papi Peri di Ducati itu.
Banyak yang tanya kenapa buzzer dan fans Spanyol main kotor demi bisa mendesak Ducati memungut si cemen #JurdunMalinKundang Marc Marquez. Aslinya karena sama seperti kata Martin, meskipun punya motor pabrikan tapi klo tetap di team satelit, lu g dapat support langsung dari Papi Peri Gigi yang menangani langsung motor rider team pabrikan. Plus untuk kasus si cemen #JurdunMalinKundang Marc Marquez, motor pabrikan itu harus dibayar oleh team karena Pramac juga begitu. Mereka bayar motor mereka. Sulit bagi team satelit untuk dapat motor pabrikan gratis, kecuali dapat subsidi ya bisa aja. Tapi kan even motor bekas mereka itu juga sudah dikasih subsidi loh. Piye toh.
.jpeg)
Oh iya mbak seat nya taka aman ? Ada kemungkinan ogura ke motogp kah
BalasHapusSebenarnya sudah waktunya Ogura naik tahun depan tapi Honda masih begono. Lucio bilang kemungkinan bakal tetap Taka artinya Ogura harus cari seat lain di pabrikan lain klo mau naik.
HapusDari segi usia taka lebih senior hanya ke motogpnya telat, bagusnya taka jadi test rider yg di percayai jepang dan ogura kasih kesempatan ke motogp.
HapusOgura yang g mau aik motor bapuk. Makanya dia pindah dari Idemitsu di Moto2.
HapusRibet nih si Marc. Buktikan jurdun aja udah, biar ada alasan tandem Pecco karna jurdun pake motor satelit Ducati jadi ga ada alasan petinggi Ducati ga mau pake Marc. Gitu aja kok repot. Marc.. Marc..
BalasHapusItu yang diusahakan oleh skenario. Tapi tinggal 2 race tersisa sampai klar Mugello dan keknya Ducati akan memutuskan setelah Mugello berdasarkan klasemen dan usaha Martin yang sudah berjasa untuk Ducati jadi jurdun konstruktor lebih cepat dan bikin teamnya jadi jurdun team. Itu yang dimaksud Papi Peri Gigi sebagai sejarah yang aka dipertimbangkan. Jadi klo Marc mau maksa tanpa harus terlihat seperti kriminal nyuri hak orang lain, dia harus kalahkan Martin di klasemen setelah Mugello selesai. Ducati g akan menunggu sampai jurdun ditentukan.
HapusSusah juga buat Marc karna cuma 2 seri. Motornya aja beda, Martin motor baru Marc motor bekas.
HapusBerarti DPRT tingkat pusat harus kasih Marc ban ori terus selama 2 race berikutnya. Dan lebih masuk akal lagi kalo Martin crash.
Marc sudah dapat ori selama ini tapi kan Desmo bekas emang g terlalu cocok sama ori justru cocoknya sama KW1. Jadi Martin bakal diturunin keknya bakal diturunkan jatahnya jadi KW2 atau apes lalu liat semampu apa dia melawan ori si Marc. Tapi bagaimana pun meski Martin kalah di klasemen Mugello dia mestinya bakal tu seat karena tahun lalu dia sebenarnya sudah berhak atas seat itu. Cuma yang bikin ii sulit cuma buzzer dan fans Spanyol. Pengen si cemen SparoNyolong seat hak Martin.
HapusApakah Martin bakal dipatok apes utk 2 seri ke depan?
BalasHapusBisa jadi, klo dia ngerace pake ban Medium dia bisa aja dijatah apes. Tapi klo dia ngerace pake Soft ya g bisa karena Soft itu sepenuhnya ban arisan dan undian g bisa dijatah. Kecuali semua stok Soft yang dikasih kedia adalah apes semua, baru itu bisa dipastikan ekekekek.
HapusKayakny klaau mas makes gagal masuk tim pabrikan pemujanya bakal balik goa ya mbak. Dia balapan ga dibayar aja udah bangga 😅
BalasHapusNooo buzzernya akan memdiskreditkan Papi Peri Gigi. Sejak awal Gresini sudah jadi biang kerok ni barang. Bjir. Bawa kanker ke Ducati atas nama duit😅
HapusApakah Gresini akan nanggung santan instan akibat bawa si cemen ke Ducati Mbakyu?
HapusMereka pasti ada santan instan. Cuma kapan dan bijimana ditagihnya, terserah langit dah.
HapusKalo ban ori yang make Luca dan motornya Luca Honda, apa bisa podium? Apakah ban ori juga tergantung motor dan skill rider?
BalasHapusTergantung motor iya. Mau pake ori juga klo motor bapuk ya maaf. Tapi biasanya sebapuknya motor klo pake ori hasilnya lumayan bagus.
HapusContohnya papa joan bisa finish di zona point
HapusTeringat iklan yg penting bejo atau beruntung. Martin skill ada tapi ga bejo. Tahun lalu udah kontrak bakal ke pabrikan dan klasemen di atas Enea eh malah ga bejo malah Enea yg ke pabrikan. Kalo tahun ini dia klasemen tinggi tapi ga ke Ducati pabrikan juga, udahlah Martin lo ga bejo dan perlu mandi di laut sekalian mandi kembang 7 rupa. Wkwkwkw
BalasHapusMakanya dia rendah diri bilang dia kurang nilai pemasaran. Karena bahkan Enea pun punya banyak sponsor di belakangnya.
HapusNah fans nya enea pada kemana mbakyu ga keliatan padahal waktu di gresini pada nongol.
Hapus