#IkanNiuDiluarRencana Pecco Bagnaia Dan Hubungannya Dengan Sang Ducati Yang Jelas Sudah Berakhir Dengan Akhir Pekan Terburuk Musim Ini: Saya Tidak Tau Kenapa Saya Terjatuh, Tidak Ada Yang Bisa Diselamatkan
Silverstone #BritishGP kembali mencatat pemenang terbarunya yang jelas tidak pernah sama dari tahun ke tahun. Di saat yang sama #IkanNiuDiluarRencana Pecco Bagnaia menjalani akhir pekan terburuknya di musim ini. Start terburuk setelah gagal lolos ke Q2 berakhir makan batu di balapan panjang tanpa mengerti apa yang terjadi karena dia sendiri g bisa cepat dan dalam kondisi sulit cepat dia malah crash itu membingungkan.
“Saya juga bertanya-tanya apa yang terjadi. Sungguh aneh. Saya belum pernah kehilangan kendali bagian depan seperti itu saat keluar dari tikungan. Melihat data, sangat sulit untuk menemukan apa pun. Satu-satunya yang kami lihat adalah hilangnya kendali bagian depan. Saya benar-benar kehilangan kendali bagian depan dalam beberapa detik. Itu sangat aneh, tetapi itulah yang terjadi. Sulit juga untuk menerimanya, karena ini sudah menjadi salah satu akhir pekan terberat musim ini. Saya mencoba untuk cepat, meskipun saya sebenarnya tidak pernah benar-benar cepat, dan saya mencoba untuk tetap dekat dengan sepuluh besar. Hari ini, ada sedikit peluang untuk finis di sepuluh besar. Saya mencoba untuk memanfaatkannya, tetapi sekarang kita harus pulih dari situasi ini, karena saya tidak ingin mengalami musim seperti ini lagi" katanya yang mengakui sudah merubah motornya dengan harapan bisa lebih baik dari hasil Sprint Race.
“Ya, kami mengubah segalanya: pengaturan, elektronik. Faktanya, tidak ada masalah spesifik. Sejak balapan pertama musim ini, saya tidak memiliki grip, praktis nol, dan kami tidak tahu harus berbuat apa. Sulit untuk dipahami, terutama karena ada pembalap Ducati lain yang memiliki grip yang bagus. Penyebabnya? Tidak, tidak ada yang mengerti. Mereka menganalisis data, dan saya berada di sana cukup lama untuk mencoba memahami apa yang terjadi, tetapi tidak ada hasilnya. Kami akan lebih memahaminya, mungkin di rumah, ketika kami memiliki lebih banyak waktu untuk menganalisis semuanya. Juga karena pulang tanpa memahami mengapa saya jatuh kehilangan kendali bagian depan saat keluar tikungan, itu sulit. Ya. Saya mencoba strategi yang berbeda. Saya tahu betul bahwa saya tidak bisa bersaing dengan para pembalap di depan, jadi tujuan saya adalah mencoba untuk tetap bersama kelompok Binder dan Morbidelli. Saya pikir strategi itu cukup positif hingga saat itu, karena saya mengalami kemajuan. Saya bisa mempertahankan kecepatan 1'59.8 hingga akhir. Kemudian, di lap berikutnya, tanpa melakukan sesuatu yang berbeda, saya kehilangan kendali bagian depan di tikungan 7. Saya sudah mengangkat motor, jadi itu sangat aneh" jawabnya yang kembali lagi menjadikan Alex Marquez sebagai patokan yang entah kenapa tidak berhasildia imbangi.
“Saat ini, Alex Marquez memiliki keunggulan yang jelas dalam hal performa. Dia mampu memaksimalkan motornya, dan ini memungkinkannya untuk bertarung di posisi di mana, secara potensial, kita semua bisa berada. Ya. Katakanlah dalam dua tahun terakhir kami kehilangan banyak performa. Marc mampu benar-benar membuat perbedaan tahun lalu, sementara Aprilia meningkat dan kami tertinggal. Kami mencoba untuk bekerja untuk meningkatkan performa. Sejauh ini, team Gresini telah berhasil melakukan pekerjaan yang hebat, bahkan Lecuona pun mampu tampil cepat. Yang penting adalah memahami bagaimana mereka berhasil melakukannya. Saat ini, kami belum berhasil melakukannya. Untuk pertama kalinya, kami mengalami kesulitan besar bahkan di sisi lain garasi (Marc Marquez). Di track yang banyak terjadi keausan ban, kami lebih kesulitan" tambah Pecco yang somehow mengatakan bahwa team Gresini bekerja lebih baik dari team pabrikan...??
“Masalah saya adalah grip ban belakang. Saya tidak pernah memiliki grip ban belakang, baik saat pengereman maupun saat keluar tikungan, dan ini benar-benar membatasi saya. Juga karena, meskipun saya melaju pelan, saya paling cepat mengikis ban. Saya mengikis ban tanpa grip, jadi sangat sulit untuk melakukan apa pun. Sebenarnya, karena tidak ada grip ban belakang, saya tidak bisa membuat motor melambat (ngerem), jadi saya terlalu banyak memberi beban pada bagian depan. Jadi tidak, tidak ada yang bisa diselamatkan akhir pekan ini" tutupnya. Dari sisi mana pun semua orang sudah bisa melihat Pecco muak dengan motornya. Ditambah g ada Gabarrini di paddock bikin dia makin sussah cari solusi. Satu-satu hal yang dia mau sekarang adalah bagaimana mengakhiri musim ini semaksimal yang dia bisa dengan apa yang ada. Entah apakah team sudah memberangus dia dan para teamsatelit justru memaksimalkan rider yang mereka punya. Entah. Karena bahkan Morbidelli dan Lecuona bisa lolos ke Q2 meski Lecuona lolos hasil curi kintil Morbidelli juga. Tapi di balapan mereka lumayan cepat menurut Pecco.

Tahun depan bisalah kembali ke setelannya dgn pengereman belakang seperti sliding.
BalasHapus