MotoGP Akan Memberlakukan Jendela Transfer Bursa Rider Tahun Depan. Karena #JurdunMangkage Jorge Martin Terlanjur Tanda Tangan Kontrak Dengan Yamaha...???
Di makan malam MotoGP pasce #BritishGP Silverstone kemarin, para pabrikan gosipnya membahas peluang berlakunya aturan jendala transfer bursa rider mulai tahun 2027. Hal ini karena ada pabrikan yang merasa kecolongan ridernya sudah tanda tangan kontrak dengan pabrikan lain bahkan sebelum musim 2026 dimulai. Seperti yang kalian tau klo ngintilin gw, #JurdunMangkage Jorge Martin dikabarkan sudah tanda tangan kontrak dengan Yamaha di hari kedua #SepangTest sedangkan #CalonIkanNiuBaru Pedro Acosta dikabarkan sudah tanda tangan kontrak dengan Ducati di hari ketiga #SepangTest yang mana itu adalah 2 minggu sebelum musim 2026 resmi dimulai di #ThaiGP Buriram. Nampaknya beberapa pabrikan merasa kecolongan karena mereka baru ingin mempertimbangkan perpajnangan kontrak para rideritu setelah melihat hasil tengah musim dan setelah melihat hasil tengah musim 2026, mereka merasa ingin mempertahankan si rider tetapi si rider sudah tanda tangan kontrak bahkan sudah pengumuman dengan pabrika lain.
Jadi kemarin dibahas untuk memberlakukan jendela transfer di mana semua penawaran dan kesepakatan kontrak yang ditandatangani di luar waktu jendela tranfer bisa diklaim tidak valid oleh salah satu pihak ketika mereka ingin berubah pikiran saat jendela transfer terbuka terutama kontrak yang ditandatangani sebelum musim berjalan. Ini kurang lebih meniru sistem bursa pemain di sepak bola.
Gosipnya ini dipicu karena andai-andai para media dan fans Spanyol yang menyayangkan #JurdunMangkage Jorge Martin yang saat ini memimpin klasemen ternyata akan pindah ke Yamaha tahun depan yang dipastikan performanya tidak akan bagus klo g bisa dibilang buruk. Mereka ingin memveto kontrak tersebut sehingga Martin tetap bisa bertahan di Aprilia dan Pecco yang terpaksa dibuang ke Yamaha. Selain itu KTM bisa memveto kontrak Acosta dengan Ducati karena faktanya saat ini dia adalah ujung tombak bagi mesin-mesin KTM yang bobrok. Jadi apakah jendela transfer ini akan efektif...??
Sayangnya Acosta bahkan sejak tahun lalu sudah memperlihatkan keinginannya menunggangi Ducati, dengan team mana pun. Sehingga apa pun yang KTM lakukan, nyaris mustahil mempertahankannya terutama karena konflik politik internal KTM yang gosipnya bikin para rider muak. Bahkan Jorge Martin sama sekali tidak menyesali keputusannya meninggalkan Aprilia ke Yamaha ketika menandatangani kontrak di Sepang. Well, dia mendapatkan gaji dua kali lipat di Yamaha, entah dia jurdun atau tidak musim ini. Dia mengapresiasi Yamaha yang berani mempercayai dan menawari dia dengan gaji selangit tanpa menunggu performanya di tahun 2026 bahkan ketika dia g bisa ikut #SepangTest 2026 karena masih cedera.
Di Silverstone dia mengatakan hal yang menyenangkan dari dia menandatangani kontrak dengan Yamaha dibanding dengan Aprilia adalah, ketika tanda tangan dengan Aprilia dia sedang terpuruk, nyaris tidak ada pilihan terbaik setelah Ducati dalam waktu 24 jam membuangnya seperti sampah demi seorang si culas #JurdunOTWPensi Marc Marquez bermodalkan "Pramac Is Not An Option". Dia bahkan harus bolak-balik nego gaji dan klausul di Aprilia. Sedangkan ketika dia menandatangani kontrak dengan Yamaha, dia diperlakukan seperti seorang pemenang dengan semua klausul yang tidak bisa dia tolak saking bagusnya sehingga kalau dia saat itu menolak atau menunda dengan tarik ulur, kesepakatan itu bisa gugur dan lewat ke meja #IkanNiuDiluarRencana Pecco Bagnaia.
Jendela transfer di sepak bola memang efektif karena satu team memiliki lebih dari 10 "barang"untuk ditransfer, sedangkan di MotoGP, satu team hanya punya 2 rider. Kalau di sepak bola bursa pemain ditentukan oleh nilai jual yang ditetapkan team, di MotoGP para riderlah yang menentukan nilai jualnya sendiri dan menetapkan akan kemana, terutama para top rider. Team hanya bisa memberikan penawaran tanpa bisa punya cara mempertahankan ridernya lewat harga jual mahal dari team seperti di sepak bola. Jadi meskipun jendela transfer ini berlaku, rider yang sudah menetapkan keputusannya di awal musim entah karena penawaran gaji dengan motor performa tertentu justru akan enggan untuk mengklaim kontrak mereka tidak valid. Juga karena mereka adalah personal dan pribadi yang harus bisa dipegang kata-katanya di saat yang sama team yang berani menawar mereka terlalu awal akan dipuji karena kepercayaan mereka pada sang rider dan memperlihatkan komitmen mereka menepati kesepakatan. Hanya team pengecut yang takut kehilangan rider yang mungkin setuju dengan ide ini, karena menawar rider ketika musim belum dimulai adalah taruhan team yang bernyali besar. Di sisi lain, rider MotoGP sudah terlalu biasa bermain dengan nyali yang tidak dimiliki oleh pemain sepak bola, jadi sulit mengharapkan mereka menyesal sudah menandatangani kontrak terlalu awal. Hanya fans Spanyol dan team-team yang kurang percaya diri dengan motornya yang takut kehilangan rider bagus. Kuaci...???

Mungkin ada sesi keunikan dari Mangkage yg sedikit mirip dgn SnackTaro entah itu gaya balapnya yg sama sama bisa rebahan.
BalasHapus