Michele Pirro, Sang Kepala Sekolah Yang Sibuk Sama GP27 Tapi Ditodong Perbaikan Dari Penyembah Golden Boy Ducati (Aheemmm) Marc Marquez: Menyelesaikannya Butuh Waktu, Dan Kita Sudah Di Akhir Era 1000cc
Eheheheh, Selama Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-81, eperibadeh. Gw cuti jadi g ikut upacara 17-an jam 7 pagi (anak kantoran tau lah ini) ekekekek. Tapi yah kena santan instan juga ngerasain bumi noel-noel ekekekek. So back to the lappie. Ini adalah setengah musim akhir era 1000cc. Bahkan sejak #BrnoTest semua rider tau bahwa pengembangan motor 1000cc sudah terhenti sehingga apa pun peningkatan yang diharapkan oleh para rider seolah mengharapkan kemurahan hati para pabrikan untuk memberikan. Misilihnyi idilih para #ABR penyembah #JurdunOTWPensi Marc Marquez komplain berat sama Ducati dan Michelin gegara "tuhan" mereka terseok-seok ala Pecco Bagnaia di Sprint Race #BritishGP. Si Golden Boy (julukan dengki penyembah Marc untuk Pecco yang ekarang HARUSNYA jadi milik si culas itu) Marc Marquez menolak menyalahkan Ducati malah menyeret kondisi fisik yang naik turun demi membuat pembenaran yang ujungnya Marco Bezzecchi yang dimaki-maki padahal ketika Bez absen lengan dia baik-baik saja bahkan sudah dipakai liburan 1 bulan.
Para pengamat yang juga menyembah dia mengatakan bahwa dia berbohong mengenai lengannya yang selama ini tidak membaik, padahal lengan itu baru sakit lagi di Silverstone setelah dua bulan prima dipakai hure-hure selama Bez kena sial. Tetapi Opa Pernat dan Forcada mengendus justru ada yang g beres di Ducati. Forcada menguatirkan motor Ducati sementara Opa Pernat menuding Marc diberi setting motor paling buruk di antara para Ducati karena DiGia yang punya motor sama dengannya (ini cek podcast yak) berhasil menyalip dia di dua balapan Silverstone. Kata dia Marc terpaka buka pintu membiarkan DiGia lewat saking motor dia g bisa ngelawan.
Para fans menuding Michelin ada di belakang semuanya (keknya dia kena undian Soft apes) sampai produsen ban itu memberi perhatian khusus demi memastikan dia g ngeluh soal ban di balapan panjang. Marc secara implisit menyindir Ducati dengan bilang "lu mau gw jurdun tapi ya kali gw mesti tunggu giliran sirkuit favorit gw melulu". Michele Pirro sang test rider Ducati yang juga adalah kepala sekolah Ducati Academy dan test rider Ducati ditanya apakah ada solusi untuk masalah sang Golden Boy meski Alex Marquez berpendapat motornya sebenarnya punya potensi bersaing yang lebih baik dibanding awal musim yang artinyasudah meningkat. Tetapi Pirro punya pendapat sendiri. Domini Aprilia masih sulit terbantahkan dengan rasio 100% ridernya sudah menang. Bukti jelas sebagai pabrikan terbaik di track.
"Tidak ada yang berubah di MotoGP dibandingkan dengan apa yang kita lihat di dua belas balapan pertama ini. Apa yang kita lihat di balapan pertama kurang lebih masih sama. Jadi kita harus menavigasi dengan mengamati: Setiap track akan menjadi cerita tersendiri. Akan ada track di mana, seperti Silverstone, kita kesulitan dan track lain di mana kita akan mengalami lebih sedikit kesulitan. Kami berharap kita sampai di Valencia dan masih bisa menunjukkan kemampuan kami. Tidak ada solusi langsung untuk masalah ini; kami sedang mengerjakannya. Namun, kita harus mempertimbangkan bahwa proyek ini sekarang berada di akhir perjalanannya" kata Pirro mengakui agak pesimis akan ada part baru nongol untuk motor 1000cc.
“Tidak banyak part (1000cc) yang perlu diuji dalam jadwal, karena kita sudah berada di era 850cc. Tetapi kita telah melihat bahwa track, kondisi, dan karakteristik sirkuit lebih berpengaruh daripada hal lainnya. Jadi saya berharap mungkin di Aragon kita akan menjadi patokan lagi. Marc bisa menjadi patokan. Kemudian ada Misano, yang akan sulit karena Bezzecchi sedang dalam performa bagus: dia juga kuat tahun lalu. Tapi mungkin Marc akan sama kuatnya. Saya pikir ini adalah Kejuaraan Dunia yang benar-benar terdiri dari detail dan, menurut pendapat saya, itu juga bisa dipengaruhi oleh kesalahan satu pembalap daripada yang lain, karena kita telah melihat betapa tipisnya batasnya" katanya mengakui bahwa performa Marc (maksudnya kemenangan dia..??) dipengaruhi oleh kesialan dan kesalahan rider lain (baca: para Aprilia).
“Jelas bahwa jika saya harus bertaruh pada seekor kuda, saya akan bertaruh padanya (Marc), karena dialah pembalap yang akan tetap bersama Ducati (now you get it). Saya harap, untuk kami dan untuknya, itu bisa terjadi (menang gelar). Yang penting adalah Ducati menang, lalu, jika saya harus bertaruh, saya akan bertaruh padanya. Tapi bukan karena Di Giannantonio tidak mampu—justru sebaliknya. Saya pikir dia menjalani musim yang luar biasa. Bahkan Minggu lalu dia memiliki kecepatan yang luar biasa, dia memulai balapan dengan sedikit buruk, tetapi jelas bahwa Fabio akan bersama KTM tahun depan. Jadi saya tidak ingin mendapati diri saya sebagai (pendukung) pembalap nomor satu di motor lain" kata Pirro terpaksa jujur hanya bisa bertaruh pada Golden Boy Ducati karena yang lain bakal hengkang dan nampaknya seolah sekarang Ducati ogah mengulang era #JurdunMangkage Jorge Martin...??
BTW, ntar sore gw balik, ntar malah siap-siap para member YouTUbe Premium kita live podcast Suka-Suka colongan ntar malam sekitar jam 7an lah semoga gw udah nyampe.


Komentar
Posting Komentar
Ngegosip...?? Komen Gih... Tapi Inget Gw Tetap RAZIA... Ekekekekek...