Pecco Bagnaia Yang Semakin Mendekati Waktu Pindah Ke Aprilia, Semakin Menjauh Dari Ducati: Saking Frustasi Saya Sampai Pergi Dari Paddock



Sudah gw bilang di hasil Pra Kualifikasi #AragonGP kemarin, performa Pecco bukanlah hal yang bisa dimaafkan. Gw harus jujur karena klo benar ya benar klo salh ya salah. Dengan motor Ducati sebapuk-bapuknya dan seburuknya team diduga memperlakukan dia ternyata kalah cepat dari seorang Johann Zarco yang kakinya masih dibebat perban dari paha sampai ujung kaki setelah absen 3 bulan tanpa mengendarai motor MotoGP sama sekali dengan motor Honda satelit pulak, itu adalah performa buruk yang g ada pembenaran sama sekali. Dia sendiri juga ternyata frustasi dan ketika kembali ke paddock dia langsung ngeloyor pergi.

“Saya tidak menyangka akan mendapatkan performa seperti ini, saya kira saya lebih cepat, tetapi sayangnya itu sulit. Sejak Silverstone, ada sesuatu yang berubah dalam hal perasaan saya di atas motor. Di Sachsenring, saya cukup yakin bahwa kami mengalami peningkatan dan hasilnya sedikit membaik. Saya mulai merasa tidak nyaman di atas motor, kesulitan melakukan hal-hal normal. Bahkan hari ini saya berisiko jatuh saat berkendara sangat lambat. Di lap terakhir, saya mencoba segala cara untuk masuk 10 besar; saya hampir berhasil, tetapi di tikungan terakhir saya melebar. Mungkin saya terlalu banyak berharap pada saat saya sedang kesulitan" katanya di debrief setelah sesi akhir hari. Mengakui tidak ada satu pun yang bisa dia selamatkan di hari Jumat dan memilih langung keluar paddock di akhir sesi karena g mau salah ngomong ke team gegara emosi.

"Saya sangat kesal dan frustrasi dengan diri sendiri karena saya bahkan belum berhasil menyelesaikan satu lap pun. Saya harus menenangkan diri. Dalam situasi seperti itu, Anda bisa mengatakan hal-hal yang tidak Anda inginkan, dan mudah untuk membahayakan seluruh kerja team. Lebih baik mengambil napas sejenak. Beberapa wktu kemudian, saya kembali ke garasi dan banyak berbicara untuk memahami. Untungnya, seperti yang sering terjadi, Alex Marquez membuat perbedaan dalam banyak hal, dan saya berharap kita akan menemukan arah yang dia tuju" kata Pecco kembali menyebut Alex Marquez sebagai patron dia karena team Gresini bisa menyelesaikan masalah Alex yang mirip dengannya di awal musim.

"Alex dan team Gresini telah membuat langkah maju yang besar sejak Jerez. Kami mencoba memahami bagaimana mereka melakukannya, karena datanya jelas: Dia lebih jarang mengerem dan lebih banyak memperlambat motor, dan dia memiliki banyak traksi di lintasan lurus. Setiap kali kami mencoba beberapa hal yang dia gunakan, kami tidak bisa membuatnya berfungsi. Misalnya, dia banyak menggunakan engine brake, tetapi jika saya melakukan hal yang sama, ban belakang terkunci dan saya melebar. Alex berkendara praktis tanpa kontrol elektronik, tetapi bagi saya bahkan menggunakannya pun sulit. Terutama sulit bagi team untuk memahami apa yang tidak berfungsi di sisi saya" katanya yang jadi sebijinya Ducati yang gagal lolos ke Q2. Di slow-mo postingan MotoGP memang dia tampak g punya grip ban belakang saat mengerem malah ban belakang terangkat, tentu saja jadinya melebar.


“Masalahnya pengereman, memasuki tikungan, dan cengkeraman ban belakang... Hampir di semua bagian (tersenyum). Tidak, maksud saya secara keseluruhan gripnya bagus, dan itu memungkinkan saya untuk lebih konsisten. Masalahnya adalah, ketika saya memasuki tikungan, saya kehilangan kendali bagian belakang tanpa melakukan apa pun, dan begitu saya menyentuh gas, saya kembali kehilangan kendali. Sampai saya meluruskan motor sepenuhnya, ban terus spinning dan motor sangat bergoyang. Namun, team bekerja dengan baik, dan saya pikir mereka telah menemukan ide bagus untuk besok. Saya harap itu berhasil. Hanya saya yang gagal ke Q2...?? Saya tidak tahu bagaimana menjawab pertanyaan itu. Mereka (the guys, bahasa dia untuk Ducati lain) lebih cepat" tambahnya yang mengakui Aragon sebenarnya lebih ramah pada Ducati dibandingkan Silverstone dan itu terlihat dari para Ducati yang masuk ke Q2, kecuali dia.


“Seperti yang saya katakan kemarin, track ini lebih baik untuk kami dan Ducati akan menjadi motor yang harus dikalahkan. Saya juga berharap bisa lebih cepat, tetapi sayangnya sejak Silverstone saya kehilangan kepercayaan diri pada motor dan saya tidak bisa berkendara seperti di Sachsenring, di mana saya telah menemukan keseimbangan. Dalam dua GP terakhir saya sedikit kehilangan kendali dan saya tidak bisa efektif, saya tidak bisa cepat, setiap kali saya mencoba melakukan sesuatu yang lebih, saya hampir terjatuh. Saya tidak melakukan perubahan apapun, motornya benar-benar identik. Sayangnya, dua GP terakhir benar-benar membuat saya kesulitan. Arm pump saya? Sekarang agak bengkak, tapi tidak menimbulkan masalah saat berkendara" tutupnya dengan PR besar harus lolos ke Q2 di kualifikasi.


Kenapa ada dugaan team "melakukan" seuatu...?? Karena setiap dia bilang motornya sudah lebih baik, di waktu berikutnya dia biasanya kembali membrobrok. Itulah kenapa dia sampai bilag gw sekarang mesti hati-hati ngomong keknya, bahkan sama team sendiri. Dulu waktu dia belum jurdun, dia cenderung emosian meski g maki-maki sih tapi sarkas banget. Tahun berikutnya dia jurdun dan team mulai terbiasa mengetahui dia maunya apa. Dan sekarang ketika dia sudah diumumkan akan pergi ke pabrikan yang lebih baik saat ini, dia sendiri sampai harus segan sama teamnya. Makin dekat dia bergabung dengan Aprilia, semaki jauh dia dari Ducati.

Follow Twitter (update artikel dan curhatan) dan Youtube (podcast) #Mbak_Yu username @mbakyuaja #MarcoBezzecchi #LucaMarini #FrancoMorbidelli #PeccoBagnaia #MotoGP

Komentar

  1. Kalau benar Pecco dijahatin Ducati, smoga tahun ini Ducati tidak jurdun

    BalasHapus
  2. Pinisirin ducati 2027 siapa rider yg kurang cocok sama itu desmo.

    BalasHapus

Posting Komentar

Ngegosip...?? Komen Gih... Tapi Inget Gw Tetap RAZIA... Ekekekekek...