#IkanNiuDiluarRencana Pecco Bagnaia Dengan Ide 2 Kualifikasi Untuk 2 Balapan Pasca Jarak Grid Dibuat Lebih Jauh Ke Belakang Di Sprint #GermanGP Yang "Membosankan"



Gw telat ngetik artikel gegara tidur dikit habis nonton bola tadi subuh wkwkwkwkwk... Jadi sekarang karena yang main bukan fave gw ya ngetik aja lah, lagian udah bisa ketebak siapa yang muungkin bakal menang (atau dimenangkan?) klo yang ini mah. Klo yang tadi subuh mah meski kontroversi tapi team underdog emang jelek aja mainnya (sorry ekekekek). Di titik ini gw ngerti kenapa fans Korsel ngamuk-ngamuk bukan gegara team gagal tapi gegara mainnya jelek. But well, thank you sudah bawa "euforia baru" untuk Piala Dunia kali ini dengan keceriaan dan keseruan para Viking. Semoga kita bisa lihat mereka lagi di Piala Dunia berikutnya.

Back to the lappie, #GermanGP bukan akhir pekan yang bagus untuk #IkanNiuDiluarRencana Pecco Bagnaia so far. Masuk ke Q1 lolos ke Q2 itu juga harus hemat ban akhirnya g bisa maksimal di Q2. Ditambah lagi aturan terbaru grid mulai diberlakukan di Sachsenring. jarak grid yang lebih jauh ke belakang (12 meter)  meman lebih aman untuk tikunga pertama tapi sangat merugikan untuk rider yang start di belakang (baris 3 ke atas). Hasilnya ya kalian bisa liat, membosankan karena peluang untuk menyalip jadi makin sulit kalau start dari belakang. Dan itu jelas merugikan bagi rider yang harus start di posisi belakang untuk 2 balapan. Ketua geng Pecco Bagnaia muncul dengan ide 2 kualifikasi untuk 2 balapan. Jadi rider yang start di belakang untuk Sprint punya peluang start di depan untuk balapan panjang. Karena jarang 12 meter per baris itu juauh kakak.


“Saya tidak tahu. Saya hanya melihat bahwa pemimpin (pole) sangat jauh (tertawa). Jelas bahwa saat ini, semakin jauh Anda memulai dari depan, semakin baik, karena memulai di belakang adalah kerugian besar. Ditambah lagi, dengan hanya satu sesi kualifikasi, jika Anda salah, Anda akan kesulitan selama dua balapan. Itu adalah keterbatasan yang sangat besar. Menurut saya, ide yang bagus adalah yang digunakan di Superbike: menggunakan posisi Sprint untuk grid balapan. Solusi seperti itu tidak akan buruk" kata Pecco yang gw rasa akan dietujui oleh para rider yang merasakan RHD dihapus ditambah start makin jauh ke belakang. Tapi pada dasarnya dia senang dengan Sprint dia meski grip g ada dan dia kesulitan dengan motornya.


“Saya mendapat start yang bagus, saya mencoba mengikuti pembalap di depan saya, tetapi begitu ban belakang mulai aus, saya banyak menekan ban depan karena saya tidak bisa membuat ban belakang selip saat akselerasi seperti pembalap Ducati lainnya. Saya harus menjaga kedua roda tetap sejajar setiap saat dan ini menyebabkan saya mengalami understeer yang cukup parah, saya menghabiskan kedua ban, 5 lap terakhir sangat sulit. Saya mencoba mendekati Martin, tetapi saya mengambil terlalu banyak risiko dan harus puas dengan hasil tersebut. Mungkin hasil terbaik yang bisa saya raih hari ini adalah posisi ke-6, tetapi posisi ke-7 adalah kompromi yang baik mengingat betapa sulitnya balapan ini. Apakah bisa lebih baik besok...?? Saya tidak tahu, saya tidak bisa mengendalikan motor dengan baik dan dengan ban medium malah lebih buruk. Jika kita bisa memahami apa yang dilakukan Alex Marquez, saya bisa kompetitif. Saya sudah melihat datanya, begitu juga data Marc dan Diggia" katanya yang menanggapi komentar Marc Marquez soal Sachsenring akan menjadi pertarunga para Ducati alih-alih para Aprlia yang berusaha mengejar susah payah.


“Saya tidak memiliki potensi untuk tetap di depan. Alex adalah yang tercepat; jika dia bisa menyalip Marc besok, dia mungkin akan memiliki lebih banyak keunggulan. GP26, seperti tahun lalu, lebih sesuai dengan model 2023, dibandingkan dengan motor lain yang saya sukai. Motor-motor itu memiliki beban lebih besar di bagian belakang dan keseimbangan seperti itu selalu sedikit mengganggu saya karena saya lebih menyukai pengereman dan memasuki tikungan. Jika saya tidak memiliki beban di bagian depan, saya lebih kesulitan. Saya lebih sependapat dengan Alex dan kami mengeluhkan hal yang sama. Morbidelli bilang dia kesulitan dengan GP25...?? Saya tidak tahu harus berkata apa. Cukup jelas, bahkan Aldeguer pun begitu" kata Pecco denan wajah 'gw udah bilang dari tahun lalu'. Pada akhirnya kembali membahas sang bestie dan calon team mate dia di Aprilia, si kriwil Marco Bezzecchi yang harus menjalani operasi karena tulang belikatnya patah dan terkilir. Menurut Pecco ini adalah masa belajar jurdun untuk MarcoBez.


“Para jurnalis sangat menyukai kata 'di bawah tekanan' (tertawa). Saya telah melalui berbagai situasi, seperti balapan terakhir di Valencia pada tahun 2022, ketika saya berjuang untuk gelar juara dan finish di urutan ke-8. Mereka mengatakan saya merasakan tekanan, tetapi saya berjuang untuk gelar juara di balapan sebelumnya dan saya memenangkannya. Itu sangat bergantung pada bagaimana seorang pembalap menghadapi situasi tersebut. Saya pikir Marco sangat tidak beruntung dalam balapan-balapan terakhir ini, karena dia tersingkir di Danau Balaton. Tahun ini dia sedikit kesulitan di Sprint, tetapi saya tidak bisa mengatakan apa pun tentang itu karena saya berada dalam situasi yang sama. Kita perlu memahami dan belajar. Ini adalah pertama kalinya dia bermain untuk kejuaraan. Saya pikir dia memiliki potensi yang sangat besar, dan ada track yang bagus dan track yang buruk. Ini jelas bukan salah satunya; Assen adalah salah satunya (favorit Bez), tetapi dia tidak beruntung. Berbicara tentang tekanan sangat subjektif, dan menurut saya ini bukan waktu yang tepat untuk melakukannya sekarang" tambahnya yang menanggapi penilaian balapan Sprint "membosankan" bahkan untuk seorang #CalonIkanNiuBaru Pedro Acosta yang hobby battle.


"Bagi saya, balapan ini tidak membosankan (tertawa). Balapan di sini sulit, tidak ada ruang (untuk menyalip). Saya rasa tahun depan akan sedikit berubah karena ban Pirelli memberi Anda lebih banyak ruang untuk interpretasi dan memiliki cengkeraman yang lebih baik, setidaknya di atas kertas, dan motornya akan sedikit lebih kecil. Dengan aerodinamika yang lebih sedikit, mungkin bahkan track kecil seperti ini bisa menjadi lebih menyenangkan" tutup Pecco. Eh kita mau nyolong g ya hari ini...??? Atau besok aja sekalian direcording podcast...??


Follow Twitter (update artikel dan curhatan) dan Youtube (podcast) #Mbak_Yu username @mbakyuaja #MarcoBezzecchi #LucaMarini #FrancoMorbidelli #PeccoBagnaia #MotoGP

Komentar

  1. Anehnya negara yg kalah sama sama mempunyai corak merah di benderanya hehe

    BalasHapus

Posting Komentar

Ngegosip...?? Komen Gih... Tapi Inget Gw Tetap RAZIA... Ekekekekek...