Si Culas #JurdunOTWPensi Marc Marquez Yang Rela Melakukan Cara Culas Mengirimkan Orang Palsu Di Karting Challenge #JapaneseGP Demi Ambisi Mengalahkan Martin Di Klasemen
Gw masih ingat banget dia adalah ketua geng yang menyetujui Dorna memaksakan balapan Sprint Race kepada para rider demi Show. Padahal Show itu justru membuat para rider semakin terpapar resiko cedera. Sementara untuk show asal-asaan dan main-main ala Karting Challenge di #JapaneseGP kemarin, dia justru takut karena g mau Show itu meresikokan ambisi jurdun dia. Dia bahkan menuding bahwa senang-senang di karting adalah lelucon yang tidak perlu. Setelah dengan sengaknya show off push up di Sprint Race #JapaneseGP, di justru menghilang dan mengirimkan orang palsu yang menyamar sebagai dia ke grid go-kart. Alasannya katanya karena dia harus mengkompres bahu dia. Seolah-oleh dia punya kondisi sama parahnya dengan DiGia yang memar-memar gegara disapu jagad adiknya, Alex Marquez di Sprint Race. Padahal klo ngomongin parah-parahan toh Takaaki Nakagami yang divonis patah bahu toh tetap ikutan meski finih paling belakang karena emang cuma untuk seseruan.
"Ada batasnya. Tentu saja, saya mengerti kemeriahannya, tetapi kita di sini untuk memperebutkan gelar juara, bukan untuk lelucon-lelucon seperti ini. Sebelum pemanasan (WUP), saya bilang saya perlu mengompresnya dengan es, dan salah satu anggota team berkata, 'Akan lucu kalau mengirim orang yang mirip.' Dan saya berkata, 'Saya yakin Anda tidak punya nyali...' Dan dia berkata, 'Tunggu sebentar.' Tapi mereka akhirnya mengetahuinya” kata si culas Marc Marquez yang pada akhirnya keculasannya diketahui langsung oleh siapa pun di track.
"Saya tidak bisa berpartisipasi; saya harus menetapkan prioritas. Tentu saja, mereka (penyelenggara) memarahi saya, tetapi saat ini, Anda harus egois dan memikirkan diri sendiri, sehingga Anda dapat mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk memberikan yang terbaik ketika saatnya tiba, yaitu, dalam balapan" katanya mengatakan betapa berambisinya dia demi mempertahankan gelar jurdunnya. #JurdunMangkage Jorge Martin adalah yang paling pertama menyadari Marc palsu di track. Dia sempat memaksa untuk membuka visor helm tetapi ditepis sampai penyelenggara ikut mengecek dan karena orangnya malah duduk di go-kart, semua orang merasa itu g fair klo bisa pakai joki. Akhirnya si joki pergi dari track dan go-kart dengan nomor #93 disingkirkan karena yang punya ternyata takut cedera.
"Saya langsung menyadari itu bukan Marc, tapi saya mengerti (dia tidak bersedia). Ketika mereka memberi tahu kami tentang kejadian itu, saya skeptis (malas menanggapi)... Tabrakan dari belakang bisa membuat Anda cedera parah dan tidak bisa melanjutkan balapan. Saya sendiri (setelah dia jump start untuk seseruan doang) memperlambat laju di tikungan pertama dan tetap di sana bersama para pembalap yang lebih lambat" kata Martin yang menikmati Go-Kart dia dan membiarkan Somkiat Chantra dan #CalonIkanNiuBaru Pedro Acosta bersaing memperebutkan kemenangan dengan Toprak memilih balapan mundur sebelum finish dan Jack Miller yang hilang kontak kek pesawat kena bajak melipir ke jalur service bersama pisang-pisangnya.
Gw sih cuma mikir begini loh, ini seolah-olah lu sengaja g ikutan bukan karena takut cedera tapi sedikit mengharapkan ada sesuatu terjadi sama lawan-lawan lu di track dan lu bisa bilang "gw sengaja g ikut karena itu beresiko". Padahal mah dibandingkan Sprint Race yang dia setujui sepihak bersama Dorna kemarin justru lebih beresiko untuk par rider dibanding sesenangan main go-kart. Kitinyi menolak ikut ke track karena takut cedera, ya jangan sampai aja besok-besok lu justru g ikut sendiri malah karena cedera ditolak track. Tapi semoga gw salah.... Kuaci...???

Max Verstappen di F1 juga kagak suka acara2 kayak gini
BalasHapus