Sambil gw kirim raw podcast Suka-Suka kita bahas interview khusus Pecco yang mengatakan dalam waktu seminggu akan ada pengumuman mengenai masa depannya. Dia diwawancara mengenai impiannya bersama Ducati (yang hancur), apa yang dia rasakan sebagai team mate si culas #MalinKundangPerebutHakOrang Marc Marquez dan reaksi dia atas kemenangan temannya (karena sering bareng latihan motor atau mobil) Kimi Antonelli di F1 Shanghai.
"Ya, paling lambat dalam seminggu Anda akan mengetahui masa depan saya. Impian dan tujuan saya adalah memulai dan mengakhiri karier MotoGP saya bersama mereka (Ducati). Sayangnya, musim lalu kami mengalami beberapa kesulitan dan wajar jika keadaan berubah. Tahun lalu memang sulit bagi saya. Marc datang dan mendominasi, Anda tidak bisa mengatakan apa pun kepadanya. Saya tidak mampu mengendarai motor yang telah berubah dari tahun sebelumnya, ketika motor itu sempurna (untuk semuarider Ducati). Saya mengalami kesulitan yang luar biasa, saya menderita bukan karena Marc, tetapi karena tidak mampu mengekspresikan potensi saya. Kita selalu belajar. Yang saya pahami adalah saya bisa bersaing ketika motor memiliki potensi, saya sedang berusaha untuk lebih mengerahkan kemampuan saya ketika motor memiliki beberapa kekurangan, seperti yang terjadi di Thailand atau sepanjang tahun lalu" kata Pecco soal masa depannya dan apa yang dialaminya di Ducati. Dia memulai karirnya di Ducati dengan merangkak dari Moto3 dan Moto2 yang tentu butuh waktu untuk berada di kelas pararaja di tengah dominasi Spanyol. Sedangkan temannya Kimi Antonelli sudah ada di kelas premier F1 di usia 19 tahun dan menang.
“Dia (Kimi) sangat keren, luar biasa membayangkan dia baru 19 tahun, seumuran saya (ketika baru masuk Moto3), dan dia sudah termasuk di antara pembalap top. Dia berada di situasi terbaik bersama Mercedes; dia menjalani akhir pekan yang luar biasa, sayang sekali tentang Sprint. Saya sudah mengiriminya pesan, tapi mungkin dia sedang sibuk dengan banyak pesan. Kami akan berhubungan dalam beberapa hari ke depan; mungkin sekarang karena dia tinggal di San Marino, kami bisa lebih sering bertemu. Mengingat kemenangan MotoGP pertama saya...?? Itu sulit, saya menginginkannya dan berusaha sangat keras. Itu adalah tahun yang sulit karena saya memiliki kesempatan untuk menang beberapa kali, tetapi saya tidak pernah berhasil. Kemudian saya menang di Aragon, melawan Marc, pembalap tuan rumah" tambahnya yang mensyukuri dikelilingi olrha pembalap legenda sebagai mentor-mentornya secara langsung maupun tidak langsung.
"Saya sangat berterima kasih atas kesempatan ini. Di tingkat olahraga, Valentino jelas merupakan orang yang paling banyak membantu saya , bersama dengan Carlo (Casabianca), pelatih saya. Saya mencoba untuk mendapatkan yang terbaik dari setiap orang. Casey terkadang dekat dengan saya, dan bantuannya membuat perbedaan. Kehadiran Marc di garasi sangat positif; saya dapat melihat datanya dan berbicara dengannya. Vale dan Marc memiliki satu kesamaan: tekad. Di lintasan, mereka akan berusaha keras untuk tetap unggul. Saya belum pernah balapan melawan Casey, tetapi dia memiliki bakat luar biasa, dia membuat perbedaan dengan mampu beradaptasi dengan berbagai situasi . Dan mengenai Lorenzo mengatakan saya tidak bisa menyatu dengan motor tahun lalu, sangat penting untuk menyatu dengan Desmosedici, dan pada tahun 2025 saya tidak pernah, atau hampir tidak pernah, mampu mengekspresikan potensi berkendara saya sepenuhnya. Itu terlihat dari hasilnya" tandasnya yang akhirnya mengomentari sirkuit Goinia (sampe sekarang masih kepleset nyebutnya) dan trend baru sirkuit jalanan ala MotoGP
"Sepertinya sirkuit yang bagus, sangat cepat, hanya sedikit sempit dan pendek. Balapan akan berlangsung selama 31 lap, Jika itu track yang aman dan kita bisa balapan di lingkungan yang menyenangkan tanpa harus melakukannya di sirkuit untuk mobil, maka saya senang. Saya sudah melihat tata letak track Adelaide, kelihatannya tidak buruk, jelas lebih baik daripada Balaton Park, yang pada dasarnya adalah sirkuit untuk mobil. Ini akan menjadi sesuatu yang berbeda dan menarik. Jelas, kalah di sirkuit seperti Phillip Island yang (berpisah dengannya) berat dari sudut pandang emosional, tetapi sangat menyenangkan untuk balapan di sana" tutup Pecco.
Kabar terakhirnya Fermin OTW Brazil meski belum dapat OK dari Dr. Charte. Katany akan dicoba dulu klo memang g bisa ya dia mundur dari #BrazilGP. Ya udahlah klo ngeyel, itu soalnya klo belum nyambyng bener trus crash tau kesenggol aspal ya patah lagi. But eniwei semoga gw salah bahwa gw mengendus aroma briking nius entah dari mana. Tapi semoga gw salah. Sooo slow respond karena gw lagi ngirim file podcast di tengah perjalanan yang jaringannya ilang-ilang.


Mbakyu kira kira ada kans enea untuk clbk di gresini atau di team vr46?
BalasHapus