Gosip Berhembus Spoi-Spoi Edisi Malas Ngetik: Mantan Boss F1 Menentang Aturan 1 Motor Tahun Depan, VR46 Menolak Ditekan Soal Bulega, Acosta Menyindir Pecco
ooo gw rangkum aja gosipannya dalam bentuk pendek. Ntar lengkapnya di podcast live colongan buat member premium Youtube nanti siang. Jam12-an karena jam 1 gw OTW kemana. So, yang dengar podcast terbaru pasti tau soal aturan 1 motor untuk tahun depan dan prosedurnya. Dan Boss tech3 sekaligus mantan boss team F1 Haas menolak keras aturan itu. Menurutnya kalau memang tujuannya untuk mengehmat biaya karena kitinyi bisa mengurangi gaji 1 orang mekanik, ujungnya bikin kerja rodi.
Kenapa? Karena motor cadangan tetap stand by dalam kondisi belum dirakit. Jadi klo rider crash, para kru yang sudah dikurangi itu harus berlomba dengan waktu memperbaiki motor yang crash, di saat yang sama mereka juga harus merakit motor cadangan in case klo g keburu sesi berikutnya atau mau balapan. Logikanya mending pake 2 motor yang emang sudah stand by di paddock in case motor rusak, red flag atau flag to flag g perlu ribet dirakit lagi. Dia bilang melihat rider melompat dari satu motor ke motor lain adalah hal yang justru seru bagi penonton. Di mana serunya ngeliatin rider bengong nungguin motornya diperbaiki dan mengorbankan potensi dan waktu untuk ngetrack. Ya masuk akal juga sih.
Di sisi lain, Bulega memang mengkonfirmasi belum ada tanda tangan kontrak dengan VR46 meski bebeb Vale gosipnya sudah menandatangani persetujuan untuk merekrut Bulega: Uccio menentang...!!! Klo soal ini keknya dari kapan sudah gw bahas di podcast perkara apa sampai dia hengkang dari VR46 Riders Academy. Grassilli mengatakan dia mewakili Ducati akan secara khusus bicara dengan Uccio aka mbujuk-mbujuk untuk menyetujui perekrutan Bulega. Hirarki VR46 Team emang begitu. Uccio sebenarnya juga adalah salah satu pemiliki meski g banyak porsinya dan karena dia CEO VR46 Team (bebeb Vale CEO VR46 Management), dia punya hak veto yang klo bebeb Vale g mau paksa ya akan dituruti. Ini sama seperti ketika VR46 menolak pindah ke Yamaha, bebeb Vale mau tapi Uccio menolak. Jadi mari kita lihat pa cara Ducati membujuk Uccio untuk mengorbankan para VR46 Riders Academy demi proyek "paling g ada Italia" Ducati.
Di sebelah sana si cula #JurdunOTWPensi ngobain naik mobil F1 milik Audi dan bilang bahwa sebagai rider uzur dia harus menerima dan siap dengan datangnya fenomena baru seperti #CalonIkanNiuBaru Pedro Acosta. Seperti biasa para #ABR Fans Spanyol penyembahnya mengatakan dia rendah hati beda dengan Valentino Rossi. Well, ya karena Acosta g pernah curang, licik, memfitnah atau mengontrol media dan sponsor dengan nangis kejer merengek menuduh ditendang. Selain itu, Acosta sekarang memang sering memojokkan Pecco yang adalah anak VR46 yang sempat jadi panutan dia.
Gosip lain berhembus soal dia adalah pasca dikabarkan bersedia menandatangani perpanjangan kontrak 2 tahun dengan Ducati ketika menjalani operasi bahu setelah crash Le Mans #FrenchGP, beberapa hari yang lalu dikabarkandia kembali mundur berniat untuk kontrak 1+1 yang mana bikin Ducati mulai ketar-ketir karena semakin pendek durasi semakin sulit dapat sponsor di belakang Marc Marquez: Red Bull. Di sisi lai n Monster Energy dikabarkan ingin meninggalkan Yamaha untuk bergabung dengan Honda atau Trackhouse. Nampaknya ini juga akan ditentukan oleh seat Luca Marini sebagai adik Valentino Rossi. Kalau Marini jadi ke Trackhouse, Monster Energy dengan senang hati bercokol di sana karena mereka sudah nangkring di Aprilia pabrikan. Dan itu artinya Aprilia All Italian Monsters. Tetapi Papi Peri Pavesio menolak melepas Monster. Dia bilang kontrak dengan Monster Energy masih berlaku sampai 2027 (seperti dengan Ducati tapi di Ducati akan dicut akhir tahun ini dengan penalti dibayar oleh Red Bull kitinyi).
Di sisi lain dalam podcast terbarunya Acosta mengatakan logikanya g ada alasan unruk #IkanNiuDiluarRencana Pecco Bagnaia sebagai seorang juara dunia untuk kalah telak secara mental dari team matenya dengan motor yang sama hanya karena itu adalah Marc Marquez, terlepas bahwa dia mendengar bahwa suasana di team berbeda yang menurutnya itu belum bisa diferivikasi. Well, hati-hati santan instan. Karena dia belum tau aja rasanya jadi team mate si culas yang motornya harus sesuai mau si culas dan dialah yang harus menyesuaikan riding style. Ya itu klo motor 850cc nanti g tetiba diubah jadi sesuai maunya #JurdunOTWPensi Marc Marquez maning. Karena klo masih Bulega yang pegang mungkin masih sesuai dengan riding style kebanyakan rider Ducati. Klo sudah si culas yang pegang, ya belum tentu dia bisa menyesuaikan dengan Marc.
Kita akan bahas ini di podcast colongan ntar siang sekitar jam 12.10 WIB. Gw g bikin link lu stand by aja lah yak ekekekekek.

Sudah mulai framing acosta di mulai padahal semisal pengembangan ktm di pegang oleh papa nina mungkin acosta juga bakal kebingungan.
BalasHapus