#IkanNiuDiluarRencana Pecco Bagnaia Yang Puas Dengan Posisi Finish #GermanGP: Dengan Kesulitan Sepanjang Akhir Pekan, Posisi Enam Atau Tujuh Sudah Bagus
Mau g mau lu harus akui race kemarin membosankan. Boro-boro battle, nyalip aja susahnya minta ampun gegara track singset. Harus diakui sebenarnya barisan belakang lumayan rame, tapi yah karena kamera sibuk sama yang membosankan di depan jadilah itu 30 lap berasa lama dan panjang. Untungnya Ai Ogura menyelamatkan sedikit dengan mode Pac-Man dan ada sedikit battle antara Martin dan Pecco yang selalu berujung gagal menyalip, tapi yah paling g ada battle lah yak. Sooo, Pecco mengakui puas dengan balapannya setelah kesulitan dan terperosok ke Q1 lalu harus menghemat alokasi ban (karena 3 kompon ban depan jadi per kompon cuma ada 5 unit) pada akhirnya dia puas paling g bisa battle meski kalah melawan R-GP26 Martin.
“Sebagai pembalap, selalu menyenangkan ketika Anda berada dalam battle. Terkadang Anda harus mengesampingkan posisi, tetapi itu menyenangkan. Saya melihat Jorge cukup kesulitan dengan bagian depan, sementara saya kesulitan dengan bagian belakang, jadi kami sedikit mengimbangi dalam hal catatan waktu lap. Pada satu lap, saya mencoba di Tikungan 11, di mana dia lebih cepat dari saya, tetapi saya tidak cukup dekat. Itu sulit. Saya harus mengambil risiko terlalu besar untuk melewatinya. Sayangnya, saya tidak dapat menemukan ruang, dan untuk melakukannya, saya harus mengambil risiko menjatuhkan kami berdua. Itu bukan ide yang bagus: Saya telah belajar di masa lalu bahwa menyelesaikan balapan selalu merupakan ide yang lebih baik. Jadi, tidak apa-apa seperti ini" komentar Pecco yang ini juga adalah jawaban kenapa Ai Ogura menggelengkan kepala ketika Raul mencoba menutup line saat Ai menyalipnya. Memaksa menutup line dengan berbenturan di Sachsenring akan berakhir crash karena track sempit.
"Perbedaannya lebih terasa antara posisi kedua dan pertama, serta antara posisi keempat dan ketiga. Dalam kasus kedua, manuver menyalip bisa membawa Anda ke podium. Dalam kasus pertama, Anda bisa menang. Jika Anda harus mengambil risiko, lebih baik melakukannya untuk hasil seperti ini. Namun hari ini, jika saya berjuang untuk salah satu posisi tersebut, akan sulit membayangkan bisa menyalip. Alex Marquez mampu mengambil line yang berbeda dari yang lain . Seperti biasa, Marc membuat perbedaan di track ini, tetapi Alex lebih cepat. Dia memiliki margin yang lebih besar dan saya kagum betapa cepatnya dia di sini. Selain itu, ini adalah track di mana Marc mampu membuat perbedaan dua atau tiga poin, yang menempatkannya pada posisi untuk dapat mengelola situasi lain dengan lebih baik. Seperti biasanya, dia tidak akan menang sepuluh kali di MotoGP di track ini jika tidak demikian" kata Pecco yang kembali mengulangi pujiannya pada Alex Marquez yang bisa cepat meski berakhir crash. Dia juga menanggapi komentar Pedro Acosta soal rusuhnya klasemen tepat sebelum jeda musim seolah g ada yang bener-bener berniat buat jurdun. Pemimpin klasemen awal musim malah nol poin berkali-kali, yang sekarang memimpin klasemen toh malah gitu-gitu aja (harus gw akui selama g ada Bez dia juga kek g ada motivasi), lalu tetiba rider yang g masuk hitungan di awal musim malah nongol dengan yang sebenarnya masuk kandidat malah DNF.
“Saya rasa keliru jika mengatakan bahwa tidak ada yang ingin memenangkan kejuaraan ini. Semua orang berusaha keras. Sebagai pembalap, saya melihat Ducati sedikit kesulitan: Kami kekurangan beberapa hal, yang beberapa team lain berhasil temukan, dan kami berusaha untuk meningkatkannya. Dominasi beberapa tahun lalu telah hilang. Sekarang ada motor yang lebih kompetitif seperti pada tahun 2020, dan ini membuat persaingan semakin ketat. Sekarang ada balapan di mana satu team lebih kuat, dan balapan lain di mana team lain lebih kuat. Dalam satu balapan Anda bisa mencetak 20 poin, di balapan lain, lalu kehilangan 20 poin. Itu sangat bergantung pada Anda dan bagaimana perasaan Anda di atas motor. Meskipun saya kehilangan poin di dua GP terakhir, saya mendapatkan 35 poin dibandingkan dengan Mugello. Jadi hasil keseluruhannya positif, tetapi kita perlu menyelesaikan masalah kita untuk tetap bersaing" kata Pecco soal dominasi pabrikan sebelah (Aprilia) yang juga ternyata saling bersaing bahkan dengan team satelit sendiri (Trackhouse) dengan parameter: selama Bez menghilang dari track.
“Bezzecchi berusaha keras dan kurang beruntung, tetapi menurut saya dia yang tercepat di Aprilia . Selain dia, yang sedang cedera, saya rasa Ogura adalah lawan yang sangat tangguh saat ini. Dia melakukan pekerjaan yang fantastis, selalu kompetitif, dan saya pikir dia bisa berjuang untuk kemenangan setiap hari Minggu jika dia bisa menemukan cara untuk bersaing di lap-lap awal di masa mendatang. Marc juga sangat kuat, tetapi sebagai pabrikan, sulit bagi kami untuk secara konsisten berada di depan seperti Aprilia, yang tampaknya memiliki keseimbangan yang bekerja sangat baik di mana-mana. Kami tidak begitu konsisten dalam hal hasil, tetapi kami sedang mengusahakannya, dan saya pikir paruh kedua musim ini akan lebih seimbang. Saya tidak bisa fokus pada gelar juara: pertama-tama, kita perlu mendekati podium, kemudian memenangkan balapan, dan kemudian mempertahankan kecepatan yang konsisten. Namun, itu masih jauh, dan kita perlu tetap tenang" tambah Pecco yang sadar, Ducati mulai mendominasi ketika Bez nyaris g ada di track. Bukan karena dia g bagus performa tapi ya karena ada-ada aja sempoanya. Jadi dengan kondisi dia adalah rider motor pabrikan paling ketinggalan saat ini (terlepas dari Alex Marquez cedera), dia punya banyak PR di jeda musim selain menghabiskan waktu dengan putranya.
“Bisa dibilang, mengingat kesulitan luar biasa yang saya alami sepanjang akhir pekan, posisi ketujuh dan keenam adalah dua hasil yang bagus. Kita harus mengambil sisi positifnya, meskipun sedikit. Saya rasa kami sedikit lebih baik dalam hal keausan ban dibandingkan kemarin, tetapi saya masih memiliki masalah yang sama seperti di balapan pertama: tidak memiliki grip ban belakang, saya tidak bisa menggunakannya untuk membelokkan motor dan berakselerasi. Alex Marquez adalah satu-satunya pembalap Ducati yang memiliki masalah yang sama dengan saya sebelum Jerez, tetapi kemudian dia dan team Gresini menyelesaikannya. Jadi saya harap jeda musim panas ini akan membantu team memahami apa yang harus dilakukan" tutup Pecco yang well mungkin bisa nyontek setup Alex...?? Sebagai catatn, riding style dia memang mirip Alex, jadi klo Alex bisa dapat solusi maka mestinya itu bisa membantu dia.
Recording podcast part 1 rencananya hari ini klo g ada halangan. Gw recording seadanya wawancara plus printilan seingatnya. Karena di 2 live podcast colongan ada banyak yang digosipi tanpa script dan itu gw suka lupa masukin di script podcast biasa. Ingat jeda musim ini g ada podcast suka-suka terlalu bayak tapi mungkin gw bakal podcast live nyolong suka-suka agak banyak karena gw juga liburan menikmati jeda musim yang hectic jadi bakal live nyolong suka-suka tanpa mesti ngerepotin admin akun ngedit suara cempreng gw.

Berbeda nya Mangkage ketika di satelit pramac bisa cepat tetapi di pabrikan cepatnya nunggu team mate nya. Lumayanlah pecco secara desmo nya g disunat.
BalasHapusTahun depan lihat apakah acosta ada niat buat jurdun ekekekekek ntar kena salip dgn pabrikan lain.