Aturan Baru MotoGP 2027: Bukannya Mengembalikan WUP Untuk Kelas Moto3 dan Moto2, Malah Menghapus WUP MotoGP dan Menambah Qualifikasi
Pas liat ini aturan baru, gw langsung ingat katanya #JurdunMenclaMencle Snack Taro soal apa pun ide dan pendapat rider soal Kualifikasi Sprint Race, tentu saja yng diikuti adalah ide Liberty Media karena mereka ang perlu show. Di sisi lain dengan banyaknya kondisi keselamatan di balapan Moto3 dan Moto2, ide para pengamat adalah mengembalikan sesi WUP untuk kelas tersebut bersama WUP MotoGP. Tetapi ketika aturn baru nongol hari ini, boro-boro mengembalikan WUP, adanya malah dihapus sekalian semuanya. Dan demi membuat penonton datang di hari Jumat, seperti rencana Liberty Media, Sesi Kualifikasi Sprint dilakukan dengan memotong sesi Pra-Kualifikasi. Jadi singkatnya:
FP1 hari Jumat tetap sama 45 menit, tetapi sesi Pra Kualifikasi PR yang awalnya 60 menit diubah namanya menjadi FP2 dan sesi dipersingkat menjadi 30 menit untuk mencari siapa yang lolos langsung ke Q2 hari Sabtu pagi. Setelah sesi FP2, akan ada sesi Kualifikasi Sprint QP selama 15 menit untuk menentukan grid Sprint Race hari Sabtu sore. Sesi FP2 hari Sabtu pagi selama 30 menit diubah namanya menjadi FP3 dan waktunya dipersingkat 20 menit. Setelah sesi Q1 dan Q2 berjalan sama seperti tahun ini selama 15 menit per sesi. Hari Sabtu sore akan tetap diadakan Sprint Race seperti biasa dengan grid yang sudah ditentukan di sesi Sprint QP. Untuk hari Minggu pagi sesi WUP selama 10 menit dihapus, jadi seluruh kelas resmi g ada WUP jadi satu-satunya sesi di hari Minggu hanya sesi Fan Service (parade atau challenge) dan Race dengan Pit Lane dibuka 10 menit saat sighting lap. Yang artinya rider g bisa liat catatan waktu secara umum dan bisa kembali ke paddock klo mau ganti ban, motor atau setup tetapi harus sudah keluar sebelum pit lane tutup.
Sudahlah perkara kualifikasi Sprint race, tapi penghapusan WUP MotoGP langsung mengundang reaksi keras dari journo dan pengamat. Terutama setelah kekacauan ban di #JapaneseGP Motegi kemarin yang sampai harus tambah sesi dari 10 menit menjadi 20 menit. Jadi dengan dihapusnya sesi ini dan justru malah ada kualifikasi Sprint akan membuat rider beresiko lebih banyak melakukan kesalahan dan cedera. Tapi tau ajalah Liberty Media punya UUD. Klo kek gini Upah Minimum Rider wajib dinaikin ini mah. Soalnya jadinya bukan pekerjaan senang-senang malah jadi pekerjaan very high risk. Meskipun ya gw mengakui ide kualifikasi ala SuperPole juga agak kurang fair untuk gw, kalian bisa dengar penjelasan gw di podcast #JapaneseGP part 2 soal itu bukan solusi adil dan memang mau g mau sesi terpisah klo mau membut itu adil.

Komentar
Posting Komentar
Ngegosip...?? Komen Gih... Tapi Inget Gw Tetap RAZIA... Ekekekekek...