Seperti Dugaan Ban Belakang Carcass Khusus Nongol Di #IndonesianGP Mandalika: Dengan Misi Utama Mem-finish-kan Marc Marquez Di Sirkuit Angker Ini...??
Bisa dibilang ini adalah sirkuit Mandalika adalah sirkuit yang paling bikin senang-senang rider karena sekalian liburan tetapi juga salah satu sirkuit paling angker untuk si culas #JurdunOTWPensi Marc Marquez. Karena di tahun kelimanya menggelar MotoGP, tidak pernah sekali pun rider Anti Rossi itu finish di track ini. Adanya malah cedera dan cedera. Track yang indah karena berada di pinggir laut dengan tingkat kehangusan luar biasa (g pernah g legam gw klo balik dari sana wkwkwkwk) tentu saja memiliki tingkat keausan luar biasa juga. Meski sudah kembali ke alokasi kompon normal yaitu 2 kompon, tetapi seluruh ban belakang slick akan tersedia dengan carcass khusus tahan panas dan lebih keras. Semua ban baik ban depan maupun ban belakang, slick maupun wet akan tersedia dalan dua kompon yaitu Soft dan Medium dengan ban belakang seluruhnya tersedia dalam struktur asimetris sisi kanan lebih keras.
"Ini adalah kunjungan kelima kami ke Mandalika, dan sirkuit ini tetap sama mendebarkannya. Sangat menantang bagi pembalap, motor, dan ban, sirkuit ini memiliki banyak rangkaian tikungan kecepatan tinggi yang akan menunjukkan konsistensi dan fleksibilitas ban kami. Namun, kita perlu terus memantau suhu dengan cermat: Tahun lalu, suhu lintasan mencapai 60 °C. Oleh karena itu, kami menghadirkan ban belakang dengan casing yang diperkuat untuk mengelola tekanan termal dengan lebih baik. Komposisi kompon ban tetap sama seperti yang digunakan pada tahun 2025, ketika ban Soft menunjukkan performa yang baik di Tissot Sprint dan ban Medium terbukti sangat cocok untuk Grand Prix keesokan harinya. Kami mendekati ajang ini dengan hati-hati dan penuh percaya diri. Seperti biasa, ini juga akan menjadi perayaan besar: antusiasme masyarakat Indonesia terhadap balap Grand Prix motor sangat luar biasa, dengan lebih dari 140.000 penonton yang hadir sepanjang akhir pekan tahun lalu. Kami ingin memberikan demonstrasi lain tentang performa ban kami" kata Piero Taramasso, direktur balap roda dua Michelin.
Pertanyaannya adalah: Apakah ban belakang ini sama dengan ban belakang Hard carcass khusus yang mengejutkan di #JapaneseGP Motegi kemarin...?? Semoga gw salah, itu akan berbeda. Karena casing Hard dengan carcass Soft malah akan bikin itu ban jadi ala ban vulkanisir. Karena Mandalika semoga gw salah perlunya justru carcass lebih keras apa pun casingnya dan tentu saja feelingnya akan lebih ke ala Austria dibanding ke ala Motegi (keknya ban Soft Austria yang dipakai jadi ban Hard Motegi). Yang jadi pirtinyiin, si ori bakal ke mana...?? Ada dua team akamsi dengan satu rider yang lagi mangkage kejar rekor memainkan narasi "Michelin lebih dukung Aprilia" demi menjamin dia dapat ban bagus dan bisa finish untuk pertama kali di sirkuit tukang tagih santan instan ini....??
So si culas dapat back up dari Michelin (dipaksa pakai narasi) VS si sempoa yang dapat back up dari langit. Kiti dia kemarin kan kejar gelar jurdun di track lebih penting daripada lelucon seseruan di track bareng fans yang sudah bayar mahal demi bisa masuk ke sirkuit. Oooh ngana sok "terkenal" sekali. Padahal ngana biar rekor sederet klo nda ada fans, tetap juga popularitas ampas. Liat itu Rea. Kong ngana pandang enteng fans datang jauh-jauh dan bayar mahal bilang seseruannya di track nda penting dibanding gelar jurdun. Klo bukan Valentino Rossi bikin terkenal MotoGP, ngana mana mau jadi rider MotoGP supaya orang nonton ngana bikin rekor, kong sekarang ngana merasa sok terkenal cuma gegara rekor...?? Hmmm.... Kuaci...??

Yaitu sesuai kaos jurdun 2025 “more than number”
BalasHapusKalo di sepak bola ni org mirip bgt dgn cr7 dan bebebvale lebih mirip Lm10 yg ketika pensiun seluruh dunia olahraga terharu.