Insiden Raul Fernandez VS Marco Bezzecchi Sprint #IndonesianGP Menurut Gw: Marc Marquez Innocent, Bezzecchi Di Depan dan Di Dalam, Raul Fernandez Adalah Yang Bersalah (Kalau Mau Salah-Salahan)
Raul Fernandez memulai balapan dari pole position dengan harapan tinggi. Sayang di tikungan pertama malah makan batu bersama sikriwil Marco Bezzecchi. Hasilnya adalah berulang dan besok akan mencoba balapan dengan pain killer. Dia memberikan jempol dan tepok tangan sarkas kepada Marco Bezzecchi di pinggir perjalanan. Dan begitu mengjadapi jurnal Spanyol, keluarlah merepet dia panjang-panjang.
"Saya bahkan tidak tahu bagaimana menjelaskannya tanpa jahat atau sombong. Saya pikir hal-hal seperti itu bisa terjadi dalam balapan, dan itu tidak apa-apa. Kita terpapar hal ini, dan kita adalah atlet, baik atau buruk. Saya rasa Anda seharusnya tidak menyimpan balas dendam, karena jika itu terjadi pada Anda hari ini, jika Anda jatuh dan seseorang terjatuh, itu bisa terjadi pada Anda sengaja yang kadang-kadang dia melakukan bangkit, dan selesai Tapi saya pikir sangat mengerikan kami memasuki zona ini dengan mengetahui bahwa kami adalah dua Aprilia, kering, dalam hal kecepatan, memilih lebih maju dari semua orang, bahwa kami bisa finis pertama-kedua atau kedua-pertama. Namun, banyak hal terjadi dalam balapan, tetapi, secara teori, secara numerik, kami memiliki dua kecepatan yang sangat bagus, dan dia hanya fokus untuk mendorong saya keluar dari tepi jalan di bawah dan dia memberi bagi dua tim Ducati.
"Saat ini, saya agak mati rasa, karena saya rasa kemarahan yang saya rasakan, kemarahan di dalam diri saya, lebih kuat dari apa yang salah dengan tangan saya. Salah satu jari saya patah, ada retakan kecil. Besok saya akan mencoba saat pemanasan karena saya sudah mendapat izin, tetapi saya tidak tahu apakah saya benar-benar bisa balapan. Saya berkata: 'Saya akan melakukan ini pada putaran pertama.' Oke. Itu kesalahan saya. Dia menabrakku dengan keras, dan membuatku keluar dari perjalanan. Sejujurnya saya tidak tahu apakah saya bisa balapan. Saat ini, saya masih bisa melakukan pemanasan, saya sudah minum obat antiinflamasi. Saya tidak tahu. Ini membuat kecewa. Bukan kecewa karena kami atlet dan terpapar rye macam hal; yang membuat frustrasi adalah ini sudah ketiga kalinya terjadi dan mereka mencari penyebab seperti ini. Saya akan mencoba, saya akan keluar untuk pemanasan. Saya tidak tahu bagaimana saya akan tidur, bagaimana tangan saya akan berakhir, karena saya cukup bengkak. Saya akan mencoba demi tim, demi orang-orang yang mendukung saya, demi semua orang yang bangun pagi dan ingin menonton MotoGP dan yang mendukung kami dari rumah" katanya dengan marah karena g ada di tim Trackhouse yang menampilkan cuplikan bahwa Marco Bezzecchi juga melebar karena Marc melebar dan Marc melebar karena DiGia melebar.
"Pada akhirnya, apa yang ingin kalian dengar? Itu adalah kejadian balap (sambil merentangkan tangan). Sayangnya, start adalah momen di mana kita semua berdekatan, di mana wajar jika kita sering harus sedikit beradaptasi dengan situasi. Saya melihat Marc dan Diggia melepaskan rem, saya harus mengangkat motor dua kali, dan sayangnya, pada kedua kesempatan saya merasakan dan terjatuh. Saya agak lesu hari ini, seperti yang biasanya. Saya akan memastikan untuk memberi mereka yang baik untuk dan mencoba untuk menyelesaikan akhir pekan dengan baik. Saya hanya mencoba mendapatkan posisi terbaik untuk. Saya tahu Marc akan mencoba menyalip, tetapi saya tidak ingin terlalu memaksakan diri dan membuang kesempatan putaran di tikungan pertama. Maaf jika Raul marah, tetapi dialah yang menyentuh saya. Saya tidak bisa menghindar dan dia juga tidak bisa, saya tidak ingin membuang energi untuk hal-hal seperti ini" dia menanggapi kemarahan Raul Fernandez yang bertepuk tangan dengan sarkas padanya di pinggir track setelah crash.
"Wajar jika ada reaksi tertentu saat suasana panas, saya bisa memastikan itu lebih dari siapa pun! Dia bertepuk tangan untuk saya karena saya orang baik, saya senang (tertawa sarkas balik). Strategi saya bukanlah melakukan serangan di tikungan pertama, karena kecepatan saya bagus sepanjang akhir pekan, jadi saya tahu saya masih memiliki kecepatan untuk bertarung meskipun kehilangan beberapa posisi. Tentu saja, saya tidak bisa memprediksi masa depan. Kami mendapati diri kami dalam situasi seperti domino, dan tidak banyak yang bisa saya lakukan. Sayang sekali karena Raul dan saya sedang dalam performa bagus, kami berdua bisa menjalani balapan yang baik dan pasti bisa bersaing dengan para pembalap yang berada di depan hari ini. Tapi, pada akhirnya, begitulah yang terjadi. Saya positif dan bersemangat karena kami telah bekerja dengan baik, jadi saya yakin dengan pekerjaan yang telah kami lakukan. Jelas, saya akan berbohong jika saya mengatakan saya senang saat ini. Pada akhirnya, kita harus mencoba melihat sisi positifnya, apa yang telah kita bangun sejauh ini. Tentu saja, apa yang terjadi membuat saya kesal, tetapi apa yang bisa saya lakukan sekarang? Saya tidak bisa memutar kembali waktu. Mari kita lihat ke hari esok dan mencoba mewujudkannya" tutupnya.
Jadi ya emang klo mau salah-salahan si culas #JurdunOTWPensi Marc Marquez g salah loh. G ada kontak dan dia ada di depan. Dia memang cenderung melebar klo balapan di tikungan itu dan berusaha menutup line karena tahun lalu dia juga ketabrak sama Bez persis begitu manuvernya. Sementara Marc sendiri melebar karena DiGia di depan dia mebelar. Jadi kalau mau mencari siapa yang awalnya jadi penyebab ya DiGia yang nyosor dari dalam lalu gagal mengerem dan melebar, sementara Marc jadinya ikut melebar dan Bez ikutan melebar. Bedanya adalah Marc dan Bez berhasil mengerem sedangkan Raul Fernandez yang ada paling belakang dan paling luar gagal mengerem dan menabrak Bez. Jadi klo mau salah-salahan kontaknyasendiri ya salah Raul Fernandez karena dia di belakang dan di luar jadi dia sebenarnya juga bisa lebih waspada sama seperti Bez dan Marc.
Apakah DiGia bisa disalahkan...?? G ada kontak jadi g bisa disalahkan. Apakah Marc bisa disalahkan, jelas g lah wong dia juga menghindar. Apakah Bez salah seperti kata Raul...?? Mana bisa lha dia sampai harus angkat motor dua kali demi menghindari kontak. Jadi yang salah untuk kontak itu sebenarnya Raul Fernandez sendiri karena berdasarkan aturan tikungan dia paling di luar dan paling di belakang. Jadi klo mau kalian gw nyalahin Marc, sorry salah ya salah bener ya bener dan Marc g salah di sini. Bez juga g salah karena dia sudah berusaha menghindari kontak. Salahkan itu pada DiGia yang main nyosor dan ada Raul yang gagal ngerem di belakang.


Mantap mbak'e ini, bener2 obyektif dan adil. Walopun ga suka sama Marc, tapi klo dia ga salah ya emang ga salah, saluto. Biasanya orang yang ga suka itu walopun bener tetep aja disalahkan ☺️
BalasHapusTapi siculas sudah mulai memainkan pikiran untuk mengikuti Mangkage saat sesi latihan, ini malah mirip dari jaman pecco jurdun dan Mangkage juga pernah lakukan ke pecco.
BalasHapusKeknya di beberapa media ada yg pelintirkan pernyataan raul.
Tapi keknya raul ini tetap membela para #ktpS daripada pabrikan nya sendiri yg mau jurdun.
Marc ngintilin Martin dengan 2 tujuan di sana:
Hapus1. Dia tau Martin bakal time attack untuk front row dan klo dia ngintil dia tau dia bakal berhasil curi kintil dan kemungkinan besar bisa dapat pole klo g pecah rekor. Karena klo Ducati dia sendiri akan sulit mengingat Aprilia memang mendominasi Mandalika.
2. Bikin jengkel Martin adalah khas dia dan kemungkinan besar untuk membuat Martin diejek sama seperti ketika Pecco diejek waktu berhenti saat tau Marc ngintil. Padahal itu wajar karena mereka tau Marc lebih kuat dari mereka. Yang memalukan justru Marc pernah menolak ketika Mir/DiGia ngintil dia, padahal Mir dan DiGia lebih lemah dari dia. Tapi #ABR malah membela Marc bilang bahwa dulu toh Pecco juga berhenti waktu Marc ngintil, ya kan yang ngintil beda level ngek. Mir yang ngintil mau dikuatirin itu aneh dan keliatan peditnya. Ekekekekek.
kayaknya semua berawal dari sini karena lutut Márquez terkesan kek mendorong diggia, ini videonya yang saya lihat https://x.com/platanix1/status/2108834066959159463?s=20
BalasHapusKagaaaaaak... Marc sama sekali g salah di situ. Dia menghindari DiGia yang di depan dan di dalam. Karena Marc mehindar, Bez ikut menghindar. Yang somplak malah nyalahin orang ya Raul. Sudah gw bilang keributan di tikungan yang jadi penyebab awal adalah DiGia tapi itu dia g salah karena dia ada paling dalam dan paling duluan di tikungan. Mrc dan Bez ada di tengah, sudah melakukan yang terbaik agar g kacau, lha Raul paling luar paling belakang malah ngamuk-ngamuk padahal dia bisa ngerem mundur agak keluar karena dia ada space.
HapusOk
Hapus