Rider Membuat Pertemuan Kedua Yang Bukan Lagi Rahasia Mengenai #QatarGP di Malaysia




Hari ini dikabarkan Ezpeleta sedang berada di Doha Qatar untuk memastikan kondisi terbaru #QatarGP. Qatar sendiri tetap keukeuh untuk menggelar balapan dan bahwa semuanya aman terkendali. Misilihnyi idilih. Jepang sebagai rumah dari 2 pabrikan terbesar MotoGP justru mengeluarkan perintah untuk mempersiapkan bekal darurat untuk 7 hari mengantisipasi bencana atau perang. Inggris rumah dari para media #ABR mengeluarkan hiimbauan persiapan menghadapi perang dalam 1000 hari ke depan yang klo dihitung-hitung itu mah 3 tahun. Amerika masih tetap dalam kondisi waspada meminta para warganya di Timur Tengah untuk tidak mengadakan acara keluarga di luar kediaman yang aman.
 
Israel hari ini sedang menghitung hasil pemilu yang kalau pemenangnya sesuai dugaan gw maka Iran War round 2 akan meletus bulan depan sebelum atau sesudah Amerika melakukan pemilu paruh waktu. Iran sudah waspada mempersiapkan target-target mereka yang justru adalah negara tetangga salah satunya Qatar. Qatar diketahui sibuk bolak-balik Teheran membujuk IRGC agar memberi jeda menyerang kapal di selat Hormuz karena bikin keder liat rudal terbang ke sana-sini. IRGC malah mengumumkan warning kepada kapal-kapal di selat terutama dari perusahaan tertentu yang mereka anggap bandel.

Tentu saja semua ini jadi bahan gunjingan paddock MotoGP. Mulai ada kekuatiran mereka g bisa pulang ala #ThaiGP di awal musim kemarin di mana MotoGP harus carter pesawat khusus untuk mengangkut isi paddock sekalian ke Eropa. Dan karena ini disepakati untuk kembali diadakan pertemuan kedua yang kali ini bukan lagi rahasia karena diadakan di Komisi Keslelamatan. Semua akan nongol dan karena paddock tidak punya suara bulat maka suara bulat rider sebagai inti dari pertunjukan akan memegang peran ASAL MEREKA TEGAS TIDAK AKAN BALAPAN BUKAN HANYA TIDAK MAU.


Para team dari IRTA sepakat untuk akan berada di Qatar, itu yang bikin para rider dilema karena mereka dibayar oleh team. Kecuali Team VR46 yang membebaskan semua ridernya termasuk Morbidelli untuk memilih TIDAK AKAN BALAPAN di Qatar tanpa konsekuensi apa pun. Misilihnyi tidak semua team punya kebijkan itu karena ini terkait sponsor dan kontrak. Jadi gosipnya mereka akan mengambil suara umtuk apakah AKAN balapan di Qatar meski enggan atau tidak mau, karena pekerjaan tidak ada hubungan dengan mau atau pengen tapi harus atau tidak. Ban gosipnya sudah dikirim ke Qatar begitu juga kontainer MotoGP. Setidak inginnya isi paddock dan journo, kalau Liverty Media bilang harus balapan ya balapan. Jadi hanya suara bulat BOIKOT DARI RIDER yang akan mencegah balapan di Qatar terjadi. 

Misilihnyi boikot itu perlu suara bulat dan tentu saja akan ada konsekuensi kontrak bila menolak bekerja ketika harus bekerja. Cal Crutchlow bilang, rider tau semua resiko yang terjadi pada pekerjaannya ketika menandatangani kontrak dan #JurdunOTWPensi sebagai mantan ketua geng yang kitinyi pling g pengen ke Qatar menurut Cal bukan lagi rider yang mau mengambil resiko demi menghibur fans di Track. Dia bilang hal wajar bila rider diminta lebih menghibur dan berinteraksi dengan fans yang hadir di track karena kalau cuma mau nonton balapan kan bisa dari TV doang ngapain beli tiket mahal-mahal ke sirkuit. Jadi kita liat besok apa hasil keputusdan para rider. 

Kitinyi sih rider Italia karena kebanyakan adalah anak didik VR46 lebih menghargai fans dan sponsor jadi mereka pada dasarnya akan tetap balapan meski g mau.. Juga Jack Miller yang memang senang berinteraksi dengan fans. Nah ini yang Marc Marquez kitinyi usahakan agar mereka mau ikut boikot Qatar dan itu bukan hal mudah. Aprilia jelas g mau boikot karena kondisi Martin tertinggal 10 poin dan di Sepang mungkin klo pun dia balpan g akan 100% tapi di Qatar kemungkinan dia sudah 100%.. Hmmm.... Kuaci....???



Follow Twitter (update artikel dan curhatan) dan Youtube (podcast) #Mbak_Yu username @mbakyuaja #MarcoBezzecchi #LucaMarini #FrancoMorbidelli #PeccoBagnaia #MotoGP

Komentar