Jelang #BrnoTest Pirelli Menegaskan Tidak Akan Ada #BanGhoib Ori aka "Ban Marquez" (Gw Curiga Mereka Dengerin Podcast Gw..??) dan Bahwa Curi Start Bulega Akan Jadi Keuntungan Ducati





Ditengah heboh si culas #JurdunOTWPensi Marc Marquez yang diperkenalkan sebagai mantan rider MotoGP di ajang F1 dan gosip spoi-spoi soal Morbidelli ditawarkan akan ditukar guling dengan Bulega di Superbike demi menggolkan bujuk-membujuk dengan Uccio, Pirelli juga sedang sibuk mempersiapkan ban untuk #BrnoTest. Dikabarkan hanya beberapa rider yang dipastikan akan ikut test ini. Yaitu para rider yang pabrikannya akan tetap sama tahun depan yaitu Moreira, Toprak, Bezzecchi, Marc Marquez, dan Aldeguer. Sisanya kemungkinan tidak bisa bergabung kecuali pabrikan lama mengizinkan mengingat kontrak mereka belum berakhir dengan pabrikan lama jadi g bisa menguji dengan motor dari pabrikan baru (kecuali diizinkan). Dari semua rider yang pasti bisa ikutan hanya KTM yang g ada wakil karena nampaknya harus melepas semua ridernya termasuk Maverick Vinales karena kalau diperpanjang mestinya dia bisa ikutan sehingga pabrikan itu kemungkinan hanya akan menurunkan test rider. Pol Espargaro dikabarkan menguji motor KTM 850cc kemarin untuk persiapan terakhir sebelum test resmi.

"Saya tidak dapat mengkonfirmasi angkanya, tetapi ya, dua gelombang ban telah dikirim. Benar sekali. Ban kedua adalah versi update dari yang pertama. Kami akan menggunakan tiga uji coba tahun ini untuk mengembangkan ban lebih lanjut. Pertama, kami ingin memahami jenis rangka (carcass) mana yang paling cocok untuk sepeda motor baru ini. Kedua, kami ingin mengembangkan rangkaian rangka untuk musim mendatang yang mencakup berbagai kebutuhan. Saya tidak ingin menyampaikan komentar apa pun dari para pembalap. Saya hanya bisa mengatakan bahwa kami telah melakukan banyak uji coba dan test" kata Barbier, manajer balap roda dua Pirelli yang selama ini mengambil data dari para test rider sebagai persiapan test resmi ini.

"Di Mugello, ban dari batch pertama dikembalikan, dan semuanya bekas pakai. Fakta bahwa semuanya bekas pakai menunjukkan bahwa para produsen mampu mengolah material tersebut. Tidak ada solusi yang mengatakan: 'Tidak, itu tidak akan berhasil, setelah dua lap itu tidak mungkin lagi.' Mereka mampu bekerja dan membandingkan berbagai komponen: aerodinamika, elektronik, mesin, sasis. Dan itu dengan semua ban yang kami kirimkan. Itu pertanda positif. Kami mulai dengan dasar yang kami kenal dan mencoba menggunakan bahan yang paling efisien, saya tidak akan mengatakan paling kompetitif, tetapi bahan yang paling lembut. Ini adalah ban dengan daya cengkeram yang baik yang memberikan rasa dan kepercayaan diri sehingga rider dapat bekerja dengan aman karena ada berbagai jenis konstruksi dan kompon" tambahnya yang menolak dikatakan ban ini cepat aus.

"Kami tahu kekuatan ban balap Pirelli: daya cengkeram, pemanasan cepat, dan kepercayaan diri yang langsung diberikan kepada pembalap. Memang belum ada seorang pun pembalap yang pernah mencobanya, mungkin Augusto Fernandez, yang sudah pernah mengendarai motor dengan ban itu (maksudnya test rider yang pernah balapan tapi juga menguji 850cc dengan ban Pirelli di track yang sama). Ini (daya tahan) selalu sangat penting, karena perbedaan gaya berkendara, waktu lap, dan kemampuan untuk mempush motor dan ban hingga batas maksimal sangatlah menentukan. Tentu saja karenanya test di Brno akan menjadi sangat penting" katanya yang lalu membantah akan mengmbangkan ban Pirelli hanya berdasarkan masukan Marc Marquez. Nampaknya di luar sana #BanGhoib versi ori juga jadi bahan gosip. Mungkin mereka nyuri dengar podcast gw akakakak. Intinya adalah selama ini Michelin sangat mendengar masukan si culas ini. Kalau dia g suka sama ban pasti dia omongin di media dan itu jelek buat brand image sehingga ban dikembangkan berdasarkan suka-suka dia yang kemudian gw sebut si ori. Pirelli membantah akan mengembangkan ban dengan cara ini.

"Tidak, Pirelli tidak bermaksud mengembangkan 'ban Marquez.' Itu tidak sesuai dengan cara kerja atau gaya kami. Dalam 23 tahun di Kejuaraan Dunia Superbike, kami selalu menjaga keseimbangan, dan itulah tujuan kami sekarang, serta tujuan Dorna. Kami tidak ingin bekerja dengan cara yang berbeda. Jelas bahwa para pembalap yang dapat memberikan informasi dan umpan balik lebih baik kepada kami juga akan mendapatkan perhatian lebih. Kami akan memperhatikan pernyataan mereka dengan saksama untuk mengembangkan ban lebih lanjut. Oleh karena itu, yang terpenting adalah kemampuan seorang pembalap untuk memahami dan mengkomunikasikan umpan balik, baik itu dari Marquez atau orang lain" tegas Barbier. Di sisi lain dia sempat ditanya soal kemungkinan besar calon jurdun WSBK saat ini, Nicolo Bulega akan jadi pembalap di MotoGP. Ibarat kata "nyolong start" dengan jadi test rider 850cc Ducati.


"Benar sekali. Mereka yang melakukan uji coba dengan Pirelli lebih awal dapat memengaruhi pengembangan sepeda motor, tetapi tidak memengaruhi pengembangan ban. Itu adalah keuntungan besar, karena keduanya pada akhirnya saling terkait. Hal yang sama berlaku untuk Ducati, yang sedang melakukan uji coba dengan Michele Pirro dan selanjutnya dengan Nicolo Bulega. Jika Bulega menjadi pembalap MotoGP untuk Ducati pada tahun 2027, dia akan siap secara ideal berkat kerja uji coba tersebut, baik dari segi motor maupun ban. Dia akan menemukan kembali perasaan khas itu, karena dia sendiri mengatakan selama uji coba mesin 850cc bahwa dia mengenali karakter Pirelli. Saat dia balapan di MotoGP tahun lalu, dia mengalami kesulitan dengan bannya (Michelin). Tetapi itu belum pasti (Bulega ke MotoGP). Pasar pembalap saat ini kacau, hampir tidak terkendali, dengan banyak perubahan antara team dan pabrikan. Ini akan menyebabkan kebingungan" tutupnya.Well, ini klo Bulega ternyata lebih bagus dari si culas tahun depan, bakal ngeles pulak para #ABR bahwa dia curi start dengan Pirelli dan jadi test rider 850cc. Yaaaa misilihnya itu fakta ekekekek.


Follow Twitter (update artikel dan curhatan) dan Youtube (podcast) #Mbak_Yu username @mbakyuaja #MarcoBezzecchi #LucaMarini #FrancoMorbidelli #PeccoBagnaia #MotoGP

Komentar