Pengalaman Pertama Para Rider Balapan Tanpa RHD Pasca Dilarang Dan Kontroversi Penalti #IkanNiuDiluarRencana Pecco Bagnaia: Ketika Tidak Sampai Setengah Ban Menyenggol Sensor Track Limit
Yang jadi pergosipan di Sprint Race kemarin adalah perkara balapan tanpa RHD dan penalti track limit Pecco. Para rider sepakat start pertama kali tanpa RHD bikin bingung dan pusing. Terutama karena motor lebih banyak bergerak saat kompling masuk dan mulai ngegas saat start. Ini karena biasanya ban akanterblock oleh RHD sehingga lebih stabil saat posisi start. Pecco mengakui dia bahkan hampir jump start karena ketika melepas kompling motornya bergerak padahal lampu start masih menyala. Para rider sepakat start tanpa RHD sedikit berbahaya karena motorkurang stabil, wheelie dan sulit dikendalikan. Tetapi semua sepakat bahwa pengereman menjadi lebih aman, lebih alami dan titik pengereman menjadi lebih jelas meski mereka bilang itu baru akan terbukti jelas di balapan panjang di mana semua rider start dengan full power.
Kontroversi lainnya adalah soal penalti track limit Pecco. Sebenarnya g ada yang bisa diributin sih klo berdasarkan aturan. Karena track limit itu pakai sensor. Mau setengah ban kek mau seluruh ban kek kalau sensor g bunyi ya lolos. Kalau sensor bunyi meski hanya seperempat ban ya kena penalti. Dan penaltinya adalah turun posisi bila itu di lap terakhir dan rider di belakangnya berjarak kurang dari 1 detik. Dan itu yang terjadi pada Pecco. Ban dia g sampai setengah ke green area. Bahkan mungkin cuma bayangan doang yang ke green area, wkwkwkwkwk.
Tapi karena sensor bunyi ya otomatis kehitung track limit. Ditambah lagi si culas #JurdunOTWPensi yang mengakui g mau jor-joran di Assen karena track ini tidak menguntungkan dia plus klo crash gravelnya sakit memang tau dia hanya perlu menunggu para rider di depannya melakukan kesalahan lalu mengambil kesempatan jadi dia tetap menjaga jarak terdekat yang dia bisa. Dan dia dapat durian runtuh karena Pecco kena penalti turun satu posisi dengan kameranya sendiri sebagai footage. Yang pernah ke sirkuit dan liat motor-motor monster ini, pasti tau seberapa lebar ban belakang mereka, jadi bahkan sepertiga ban pun itu sudah bisa memicu sensor kalau posisi kerb dengan green area rendah.
Pecco merasa dia memang benar memicu sensor track limit tapi itu karena dia ingin menghindari meyundul Martin yang ternyata keluar tikungan lebih lambat di track lurus. Dia berusaha masuk ke track tapi Martin ada di lumit aspal jadi dia menghindar supayag nyenggol atau keduanya berakhir gagal finish hanya beberapa meter dari garis finish. Dia tau bannya g sampai setengah ban yang keluar track dan itu juga untuk alasan keselamatan. Jadi dia bilang oke lah klo memang di penalti karena itu penalti tipis dan ringan (pengaruhnya 1 poin) tetapi dia sebagai ketua geng akan ngobrol sama RD Crafar untuk perkara track limit g sampai setengah ban itu. Dan dari semua itu, Marc Marquez menikmati keuntungan dari pertikaian Martin dan Pecco meski argumennya adalah Pecco g diuntungkan dari anggaplah setengah ban di track limit itu.
Singkatnya Pecco bilang dia sempat lega karena nyaris kena penalti jump start gegara prosedur start memusingkan tanpa RHD tapi toh akhirnya teteup kena penalti Track Limit. Jadi yah gitu deh. Menurut gw...? It's harsh indeed, tapi ya gitu lah aturan sensor track limit. Jangan lupa dia pernah diuntungkan ketika dulu lolos track limit lap terakhir dengan 2/3 ban ke green area tapi g memicu sensor karena kerb tinggi dan itu untuk posisi podium klo g salah. Yang ingat berarti lumayan bangkotan karena gw bahas persis seperti ini di podcast. Sempoa anggap impas dengan bayar 1 poin. G usah komplen buat gw sih mah.

Jika holeshot belakang di hapus dan hanya holeshot depan yg ada ipikih tetap akan terjadi wheelie
BalasHapus