Perpecahan Komisi Keselamatan Soal Menghapus Ride Height Device Mulai Sekarang Dan Selamanya, Atau Pilih-Pilih Track...?? (We Need Documenter Of This)




Seperti dugaan, begitu para rider nongol di Komisi Keselamatan, perdebatan dimulai. Boro-boro membahas satu motor thun depan. Ngebahas lepas Ride Heght Device mulai akhir pekan ini aja sudah bikin ribut. Tapi satu hal yang pasti, seperti kata ketua geng baru #IkanNiuDiluarRencana Pecco Bagnaia: Semua Punya Suaranya Sendiri. Jadi yang bikin ribut adalah perkara Pecco meminta RHD dilepas mulai akhir pekan ini di #CzechGP Brno. 

Konfirmasi dari Martin mengatakan dia gagal ngerem di Balaton Park karena ketika ngerem keras untuk lepas RHD, alih-alih motor berhenti saat pengereman keras, ban dia slip di bagian track yang jadi bahan gunjingan selama ini di tikungan 1. Jadi Pecco meminta RHD dilepas total mulai Brno sampai selamanya karena tahun depan RHD memang sudah dilarang. Ide ini didukung Marini, Mir, Moreira, Morbidelli yang memang sudah pakai RHD lagi, Martin dan Acosta yang bilang "ya atau tidak sama sekali" artinya g usah setengah-setengah aka pilih-pilih track. 

Di sisi lain #JurdunMenclaMencle Quartararo setuju tapi pilih-pilih track karena tidak mudah langsung terbiasa balapan tanpa RDH mulai Brno, sama seperti Bezzecchi yang bilang perlu bukti konkrit bahwa RHD ini g aman di semua track sampai g boleh pilih-pilih track. Hal ini juga didukung oleh Enea Bastianini yang bilang RHD hanya menurunkan resiko keselamatan 1% dan DiGia bahkan sebenarnya menolak karena balapan tanpa RHD malah menurut dia berbahaya mengingat ada resiko motor wheelie saat start. Pada akhirnya akhir pekan ini diputuskan RHD masih akan dipakai. Mbuh klo Assen tunggu keributan geng ini di Komisis Keselamatan berikutnya. Menurut gw klo ada dokumenternya keknya keren deh dramanya wkwkwkwkwk.

Secara keseluruhan kabarnya para rider juga diminta membahas perkara satu motor tahun depan tapi mereka menunda membahasnya karena lama ngeributin RHD dan waktu mereka terbatas (dikorting cuma sejaman karena rider pada debrief media juga). So far baru Acosta yang menyatakan pendapat di media yang tentu saja menolak ide satu motor. Karena dengan alasan agar rider hati-hati supaya g crash merusak motor, menurut dia justru mematikan niat dan usaha rider memberikan segalanya untuk mencari limit terutama di FP1 sebagai persiapan mereka pra kualifikasi. Dalam kasus ini kemarin motor dia tetiba hilang power lagi di FP1. Untungnya itu bukan balapan seperti di Barcelona dan kalau satu motor diberlakukan, sudah jelas dia bakal mangkrak nungguin motor diperbaiki atau motor cadangan dirakit kembali sebelum bisa ngetrack kembali dengan waktu sesi terbatas. Dari semua keributan geng rider ini, gw sebenarnya pinisirin kenapa mantan ketua geng #JurdunOTWPensi Marc Marquez dan adiknya g ada suara soal ini. 

Sang adik Alex Marqeuz sendiri lebih fokus pada kombek dia dan menyatakan keberatan dia pada media MotoGP yang menayangkan kembali video crash dia. Dia merasa kurang dihargai karena dia g ditanya dan dia memang g suka video crash itu (terutama ketika dia terlempar dan tergeletak) diulang kembali. Dia juga bilang g akan mau memaksa tubuhnya untuk ssaat ini. Kalau dia mulaimeraa itu membahayakan keselamatan dia dan atau rider lain, dia akan mundur dari akhir pekan ini. Di sisi lain si Pac-Man Ai Ogura yang bikin rekor baru kemarin ditanya aparahasianya. YOu know lah rider tanpa ekspresi satu ini, dengan muka datar dia bilang: Gw g bikin apa-apa, cuma ngepush doang lha ternyata cepat. Banyak journo bilang irit ngomongnya berakibat buruk pada engangement medai sosial, tapi menurut gw muda datarnya itu justru yang bikin dia cocok jadi Pac-Man yang meang ekspresinya cuma satu: mangap makan apa yang ada di depan dia. Hahahahah,


Follow Twitter (update artikel dan curhatan) dan Youtube (podcast) #Mbak_Yu username @mbakyuaja #MarcoBezzecchi #LucaMarini #FrancoMorbidelli #PeccoBagnaia #MotoGP

Komentar