Ketika #JurdunOTWPensi Marc Marquez Mulai Tabuh Genderang Perang Jurdun, Si Pac-Man Ai Ogura Sempat Memohon Dalam Hati: Marc, Please Biarkan Saya Menang




#JurdunOTWPensi Marc Marquez jelas memanfaatkan penuh absennya para Aprilia di barisan depan. Ketika Aprilia menjalani Kisah Sedih Di Hari Minggu yang lain, Ducati gemilang di podium. Marc dengan back to back win 101 dan Pecco dengan podium #63. Si jurdun bertahan menabuh genderang perang jurdun tahun ini dengan bilang bahwa sekarang dia punya peluang jurdun. Yang nyempil sekaligus menyelamatkan muka Aprilia yang kedatangan CEO Piaggio Group adalah Ai Ogura yang sempat merasakan harapan untuk menang tetapi toh sulit dicapai karena Marc jelas sedang mengejar ketertinggalan poin. Pada akhirnya ini adalah hasil terbaiknya di MotoGP. Hanya bisa bersyukur karena sudah berusaha semaksimal mungkin, meski sempat berharap Marc mengizinkan dia menang sekali ini saja karena jarang-jarang dia dapat peluang bagus untuk mencetak kemenangan. Well tahun depan di Yamaha dia hampir mustahil (bukan berarti g mungkin sama sekali) untuk menang di atas M1 V4 850cc. Dia memimpin balapan beberapa lap sebelum Pecco menyalipnya dan datanglah Marc Marquez yang dia usahakan mati-matian kejar tapi Marc tau dia cepat di mana karena di Sprint Race dia "mempelajari" Ogura.

"Seluruh akhir pekan ini benar-benar fantastis bagi kami. Kualifikasi selalu menjadi titik lemah kami, dan di sini kami melakukan semuanya dengan benar. Kemudian saya finish kedua di kedua balapan, dan saya akan mengatakan itu adalah hasil yang luar biasa. Kami hanya perlu merasa senang. Saya bersenang-senang di beberapa putaran pertama, tetapi jumlahnya tidak banyak! Saya ingin lebih sering memimpin sendirian di depan; itu pengalaman yang luar biasa (katanya malu-malu). Di akhir balapan, saya merasa baik dan saya juga bisa melihat bahwa kami mencatatkan waktu putaran yang sangat cepat bahkan di akhir balapan. Tapi Marc memiliki kecepatan yang sama dengan saya, saya tidak akan pernah bisa mengejarnya (karena ada sudah ada gap). Pada titik tertentu, saya bahkan berpikir, 'Biarkan saya menang kali ini, Anda sudah memenangkan begitu banyak!' Mungkin lain kali! (mengakui dengan senyum getir). Mungkin kami berhasil meningkatkan performa di kualifikasi, tetapi kami juga menemukan kelemahan lain. Yaitu, beberapa lap pertama setelah start. Itulah yang kami pelajari dalam balapan ini. Peluang gelar melawan mereka (Para pabrikan Aprilia dan Ducati), saya merasa belum siap untuk bertarung memperebutkan kejuaraan dunia. Saya hanya berusaha melakukan yang terbaik. Saya mengendalikan bagian depan motor lebih baik daripada kemarin, dan itu membantu saya. Tapi di saat yang sama, saya sedikit kehilangan kendali di bagian belakang motor, jadi saya perlu mencari cara untuk menyeimbangkan semuanya untuk balapan berikutnya" kata si Pac-Man Trackhouse yang paling g sempat bikin senyum Aprilia.

Well Papi Peri Rivola mengakui kesalahan Bez dan mengatakan mengajukan banding murni karena ingin tetap melihat Bez ada di track. Tetapi karena banding ditolak (keknya dapat wejangan
pulak dari FIM) maka Aprilia menerimanya.

"Pertama-tama, kami juga meminta maaf kepada para marshal lintasan. Hukuman tersebut tidak dapat dipertanyakan lagi dari segi beratnya, artinya kami tidak dapat mentolerir tindakan seperti itu. Alasan kami mengajukan banding adalah karena di masa lalu, insiden yang jauh kurang serius (sebatas mendorong dan berdebat) telah ditangani dengan bijaksana (Snack Taro dan Morbidelli). Niat kami adalah untuk tetap melihatnya di lintasan, mungkin dengan denda yang signifikan, tetapi mengikuti kriteria yang serupa dengan yang sebelumnya diadopsi. Kriteria itu tidak digunakan (denda dan start pit lane), dan itu tidak masalah. Kami tidak memiliki hal lain untuk ditambahkan: keputusannya benar, dan kami menerimanya" kata Papi Peri Rivola soal penalti Bez.

"Saya rasa di saat-saat seperti ini, penting untuk bertindak sebagai tim yang bersatu, seperti yang baru-baru ini kami lakukan dengan Jorge setelah kejadian itu. Saya pikir Marco cukup kuat untuk bereaksi, dan dengan dukungan tim, dia akan menjadi lebih kuat lagi. Dia akan mampu bangkit kembali dan bereaksi dengan segera. Assen adalah trek yang indah; kami ada uji coba besok, dan untungnya, dia akan bisa langsung kembali mengendarai motor. Saya yakin dia akan bereaksi dengan cara yang tepat" tambahnya memastikan bahwa Bez akan ngetrack hari ini di #BrnoTest untuk menguji motor 850cc. Di saat yang sama dia g mengecilkan gemilang para Ducati ketika para Aprilia lagi sial menuai sorotan soal attitude.

“Ya. Jika Anda perhatikan rekaman videonya dengan saksama, awalnya dia tidak gelisah: dia hanya berjalan. Dia mulai berlari ketika merasakan mesin mencapai batas putaran maksimal. Roda berputar dengan kecepatan 165 km/jam dan melemparkan puing-puing ke mana-mana. Bayangkan apa yang bisa terjadi jika sepeda motor tetap dalam posisi gigi dan bergerak sendiri: kita bahkan tidak tahu di mana kita akan menemukannya. Meskipun demikian, tindakannya tetap tidak dapat diterima. Reaksinya berasal dari persepsi situasi yang berbahaya, tetapi saya tegaskan kembali bahwa ini adalah perilaku yang tidak dapat diterima" tegasnya menegaskan bahwa tindakan ridernya salah.

"Seperti yang selalu saya katakan, ketika semuanya berjalan baik, kami tidak hebat, dan ketika semuanya berjalan buruk, kami bukan idiot. Kami hanya perlu terus bekerja tanpa terlalu memperhatikan klasemen. Saya pikir kami memiliki motor yang kompetitif dan kelompok pembalap yang sangat kuat. Ai Ogura membuktikannya lagi hari ini. Pada saat yang sama, kami harus memberi selamat kepada rival kami: Ducati telah membuat lompatan signifikan ke depan, terlepas dari kesialan kami. Marquez menakutkan meskipun dia tidak dalam kondisi puncak, sekarang setelah dia fit dia bahkan lebih menakutkan" tutupnya tetap tersenyum.


Gosip berhembus spoi-spoi ketika mengajukan banding FIM memberi wejangan pada mereka. Dalam footage ada 2 kali kontak fisik. Kontak fisik pertama bisa diterima dengan penalti non ban karena ada aksi maka ada reaksi. Itu memang wajar diganjar back grid atau pit lane start karena kontak fisik dengan alasan apa pun jelas melanggar aturan (berdebat aja kena denda). Tetapi tamparan kedua adalah titik di mana itu g perlu dan g boleh dan g bisa diterima karena itu tamparan tanpa alasan yang signifikan. Gosipnya orang Cheko mengkritik tamparan kedua itu dan terutama itu dilakukan oleh WNA non Cheko. Kalau Bez nampar marshal Italia mungkin g masalah publiknya, lha orang Italia nampar orang sipil Cheko di Cheko. Itu berimbas pada image buruk MotoGP di negara itu, makanya dia di ban dari balapan sebelum makin jadi kontroversi di Cheko. Sekali lagi klo gw jadi RD malah gw ban 2 balapan klo mereka banding mah. Ekekekekek.


Follow Twitter (update artikel dan curhatan) dan Youtube (podcast) #Mbak_Yu username @mbakyuaja #MarcoBezzecchi #LucaMarini #FrancoMorbidelli #PeccoBagnaia #MotoGP

Komentar