Format Baru MotoGP 2027 More Qualifications No Warm Up: 4 Rider Yang Hadir Di Komisi Keselamatan Setuju Dengan "Tapi", Yang Tidak Datang (Terutama Langganan Top10) Sibuk Komplain
Seperti dugaan, keputusan atas format baru 2027 mengguncang paddock terutama dari para rider yang menjadi "objek" show. Pada akhirnya diputuskan untuk menambah sesi Kualifikasi khusus untuk Sprint Race agar ada keadilan dan kesempatan lain untuk para rider start dengan posisi berbeda karena harus diakui start dengan grid yang sama untuk dua balapan hanya menguntungkan rider yang start dari Top10. Yang menjadi kontroversi pada akhirnya adalah waktu kualifikasinya. Para rider terutama yang terbiasa start dari Top10 merasa bahwa itu hanya membuat waktu dan menambah stress serta cedera.
Ternyata ini barang sesuai jadwal dibahas di Komisi Keamanan yang sayangnya ke,mbali lagi hanya dihadiri sedikit rider. Hanya 4 orang yang lu tau siapa: Pecco, Luca, Bez dan kemungkinan Morbidelli. Semua yang hadir sepakat bahwa diperlukan grid berbeda untuk masing-masing balapan meski dengan alasan yang berbeda. ada yang setuju murni karena perkara grid, yang lain setuju soal show biar fans senang datang ke sirkuit. Tetapi mereka berempat punya satu 'tapi': WUP ditambahkan kembali. Karena Liberty Media menambahkan sesi lain untuk menggantikan sesi ini. Sayangnya Liberty Media mengatakan ini harus didiskusikan dengan team (IRTA) dan ujungnya WUP tetap dihapus karena team dan pabrikan berpendapat sesi WUP cuma buang-buang duit kalau misalnya terjadi crash yang tidak perlu.
Para rider yang malas hadir malah sibuk kompain, terutama para rider yang terbiasa berada di Top10. Tentu saja si culas #JurdunOTWPensi Marc Marquez yang mengkritik aturan ini karena menurutnya #CalonIkanNiuBaru Pedro Acosta benar bahwa ini akan meningkatkan resiko cedera karena rider akan mempush motor mereka demi 'mempertahankan' grid mereka tetap bagus di Sprint Race mengingat itu akan mempengaruhi ambisi jurdun mereka. DiGia juga sepakat dengan Marc dengan mengatakan rider akan lebih pendek karir bukan cuma gegara resiko cedera lebih banyak tetapi juga karena stress. Well, itu karena sekarang dia masih langganan Top10 di Ducati, coba tahun depan elu di KTM klo bukan lu bersyukur dapat ini format baru. Karena dari 22 rider, hanya 10 rider yang tidak perlu stress di dua balapan karena pasti start dari depan untuk dua balapan sekaligus dan poin pasti di tangan, sedangkan 12 rider yang lain harus meresikokan diri jauh lebih banyak selama dua balapan demi bisa finish di area poin. Itulah kenapa barisan belakang selalu sangat beresiko ketika di lap-lp awal karena itu adalah perjuangan selama 2 balapan untuk finish di area poin.
Pecco mengatakan inilah yang menyebabkan dia setuju dengan dua kualifikasi. Karena stress dan resiko paling banyak justru ada di barisan belakang ketika hanya menggunakan satu grid untuk 2 balapan dan itu dalah resiko 12 orang dibanding 10 orang yang aman lolos Q2. Menurut dia sesi Pra Kualifikasi PR Jumat yang 60 menit itu juga hanya 15 menit terakhir yang efektif untuk time attack, sisanya ya hanya sekedar ngider yang bagi penonton memang membosankan. Jadi menggantiny menjadi hanya 30 menit dan 15 menjadi Kualifikasi Sprint memang akan menambah stress (terutama bagi para langganan Top10) tetapi di sisi lain memberikan kesempatan baru untuk rider non Top10 untuk mencoba 'peruntungan' grid di Sprint Race. Di sisi lain, penonton ada alasan untuk tetap di depn TV untuk hari Jumat. Tetapi dia menyayangkan WUP dihapus karena menurutnya berdasarkan insiden Motegi, rider tetap butuh sesi itu untuk persiapan balapan mengingat kondisi track berbeda-beda di hari Jumat, Sabtu dan Minggu.
Sementara para team dan pabrikan justru menyetujui format ini. Ibarat kata klo tu motor harus hancur dan keluar biaya, setidaknya itu karena di push untuk posisi lebih baik, bukan sekadar ngider-ngider untuk mengetahui kondisi track. Mengingat toh hari Minggu pagi kondisi track akan berbeda dengan hari Minggu sore saat balapan jadi yah ngapain buang waktu, buang ban dan buang duit klo crash di sesi itu. Mana klo crash kan ribet perbaiki motornya yang harus selesai sebelum balapan.
Gw harus akui ini memang meresikokan rider lebih banyak cedera, terutama para rider Top10 yang ambisius g mau start jelek di Sprint Race. Sementara rider yang kurang ambisius akan lebih mengabaikan sesi ini dan memberi peluang untuk para rider non Top10 karena mereka akan lebih fokus pada Kualifikasi Utama dan balapan Utama demi mengurangi stress dan resiko cedera. Ini ibarat kata akan menjadikan Sprint 'liga' non Top10 dan para top rider langganan Top10 akan fokus pada balapan Utama. Dan rider yang berambisi membawa pulang 37 poin berarti akan bersedia mempertaruhkan resiko cedera dan stress lebih banyak demi bisa habis-habisan di sesi SQ, PR dan Q2. Serakah sekarang punya harga mahal. Uuupppsss.... Kuaci...???

Sedikit membingungkan kenapa g di hari minggu pagi atau siang sebelum race moto3 dan moto2 di mulai, diadakan sesi pr (Q2) atau hanya untuk rider non top 10 (Q1)
BalasHapus