Flip Flop #IkanNiuDiluarRencana Pecco Bagnaia Di Atas Desmo GP26 Bermesin GP25-1: Saya Berusaha Survive Tapi Toh Crash Juga
Kalau di sirkuit Goinania tikungan 4 adalah tikungan paling horor bagi para rider saking susah ngitung berapa banyak rider makan batu di sana sejak hari Jumat, bagi #IkanNiuDiluarRencana Pecco Bagnaia tikungan 1 adalah tikungan horor dia. Dia crash di sana 2 kali dan selalu di saat penting: Kualifikasi dan Balapan panjang. Crash di awal Q2 dan tidak bisa memperbaiki posisi start karena motor dia tidak identik gegara pas FP2 dipakai menguji part/setting. Crash di balapan panjang membuat dia pulang tanpa poin. Di klasemen sementara dia bertengger bahkan di bawah rider cool Morbidelli yang sepanjang akhir pekan ini jauh dari bagus (meski semoga gw salah dia dapat ori bareng rider akamsi lain).
"Saya berusaha survive, tetapi tetap saja terjatuh. Mungkin saya tidak memahami kondisi dengan baik dan kesulitan untuk tetap berada di atas sadel. Gripnya sangat lemah dan, seperti yang saya katakan, saya tidak memahami kondisinya. Sulit untuk mengatakan apa yang salah karena tahun lalu selalu seperti ini. Tetapi tahun ini, dalam test pra musim dan bahkan di sini, terlepas dari balapan, saya selalu memiliki perasaan yang baik. Saya harus meningkatkan diri karena di FP2 saya berada di posisi teratas, sama seperti pagi ini di sesi pemanasan. Saya hanya membuat satu kesalahan di kualifikasi, tetapi kecepatan saya bagus. Anehnya saya kemudian sangat kesulitan di Sprint dan di balapan, saya hanya harus meningkatkan diri" kata Pecco tampak sedih. Fakta bahwa Desmo GP26 memiliki sensai lebih baik tetapi mesin GP25-1 yang masih dipakai tetap menjadi pembatas baginya untuk petualangan mencari grip dan dia terjatuh ketika berada tepat di belakang Zarco memasuki Tikungan 1.
"Kondisinya kurang lebih sama seperti tahun lalu. Saya cukup kesulitan untuk menghentikan motor dan mempertahankan kecepatan menikung normal, kemudian saya kehilangan grip ban belakang. Selama sesi latihan saya merasa lebih baik, tetapi tidak saat balapan, masalahnya ada pada pengereman dan memasuki tikungan. Ketika Anda mengikuti seseorang, suhu ban depan meningkat dan menjadi sulit untuk memacu seperti biasanya, tetapi tahun lalu saya lebih kesulitan mengenai ini. Saya harus tetap setengah detik di belakang orang di depan saya, sekarang saya bisa lebih dekat. Di Autin nanti saya harap akan seperti tahun lalu, ketika saya kompetitif, dan saya akan mencoba untuk memperebutkan posisi yang menurut saya adalah tujuan saya" katanya yang menolak mengomentari pemotongan jumlah lap jadi 23 lap tepat sebelum Warm Up balapan dimulai.
“Saya tidak ingin terlibat dalam diskusi ini, saya sudah punya masalah sendiri. Tapi ya sudahlah, ini track baru (wajar g semua hapal posisi bumpy), tetapi bahkan di Austin pun ada banyak gundukan (bumpy) setiap tahunnya. Mereka akan memperbaikinya" tandas Pecco yang enggan mengkritik track Goiania dan keputusan RD baru yang memotong jumlah lap karena alasan "penurunan kondisi track". Hari Sabtu sesi kualifikasi Moto3 harus digeser ke sore setelah Sprint dan kualifikasi Moto2 dilakukan hari Minggu sebelum sesi WUP bahkan sesi Sprint harus delay satu jam karena ada lubang tetiba nongol di tengah track yang bikin pihak sirkuit harus bikin lubang sebesar makam (2x1) untuk memastikan g ada ruang kosong di lapisan bawah track dan di cor. Belum lagi tikungan 4 yang panen crash, menurut para rider kemungkinan karena banyak bumpy di tikungan panjang (mereka crash di tikungan 4 tapi titik crash beda-beda) yang saking parahnya Alex Rins sampai bilang ada aspal tacibeng (apa sih, terlepas gitu deh) yang terlempar ke jarinya saat balapan. Pihak sirkuit mengatakan akan memperbaikinya agar OK untuk tahun depan. Well dengan rekor 145 ribu penonton kemarin (yang jauh lebih banyak dari Mandalika meski mereka panas hujan di tribun tanpa atap), mestinya ada kuaci buat perbaiki track.
Well klo gw liat Desmo GP26 yang tetap bermesin GP25-1 memang ada update aero (yang diuji Pecco saat FP2) tetapi nampaknya itu tidak menghilangkan total masalah di mesin GP25-1 untuk rider dengan riding style ala Pecco dan Alex Marquez. Nampaknya arah pengembangan tahun memang masih dipegang oleh si culas Marc Marquez (ya iyalah karena di test Sepang kemarin dia ngeributin homologasi aero) sehingga update aero terbaru yang meskipun nampak tujuannya untuk membantu para rider Ducati lain, ternyata masih condong ke arah riding style Marc Marquez, dan itu terlihat dari performa DiGia yang punya riding style mirip Marc akhirnya bisa mengalahkan Marc di battle #BrazilianGP dengan Pecco crash dan Alex disalip Ogura setelah susah payah bertahan.

Penasaran sama komentar si alex, tahun ini dia keliatan struggle juga seperti pecco. Tapi ya pasti dia gak akan terang2an ngomong itu motornya gak enak wkwk
BalasHapusDi Buriram kemarin kan crash katanya g nyaman sama motor. Nah kali ini sama kek Pecco g nyamansama motor tapi ditambah track sompal makin g ada grip.
HapusMarkes kayaknya jadi spesialis sprint, kalo race utama malah melempem 😁
BalasHapusJawaban gw simple. Klo dia maksa diri dan crash selama sesi akhir pekan, dia akan sulit maksimal di balapan panjang karena bahunya sulit bertahan di atas motor terlalu lama. Dia selalu crash di setiap track dan itu jelas g akan membantu bahunya.
HapusHonda part 2 ala si merah modeON
BalasHapusternyata alex butuh peco untuk bisa kompetitif, bukan butuh kakanya, terbukti motor kembangan kakaknya ga cocok buat dia, tapi motor kembangan peco bikin dia bisa jemawa.
BalasHapusKalo di film independence day, alien dateng ngeeksploitasi sumber daya planet, kalo udah abis, ditinggalin terus pindah lagi ke planet lain. Begitu aja terus
BalasHapusMungkin si culas bakal begitu. "Planet" Honda sumber dayanya udah disedot habis, sekarang dia lagi ngabisin Ducati 🤣
Jika gresini ke honda dan di ujung jalan tiba2 vr46 memutuskan kontrak yg sudah terlanjur untuk gabung ke aprilia maka ducati menjadi seperti yamaha tanpa satelit serta yg jadi ujung tombak tetap siculas.
BalasHapus