Ducati Pabrikan Yang Akhirnya Memutus Rekor Paceklik Podium Dengan Ducati All Podium Mangkage, Pecco: Saya Merasa Kurang Layak Untuk Podium Ini
Hari Senin setelah race kacau yang bikin gw begadang saat harus bangun pagi. Paling tidak itu bukan lagi jadi Kisah Sedih Dihari Minggu untuk team Ducati pabrikan. Setelah mencatat salah satu rekor puasa podium terpanjang sejak 2012, akhirnya mereka kembali ke podium bersama #IkanNiuDiluarRencana Pecco Bagnaia yang nmpaknya santan instan bagusnya dibayar pakai sempoa. Tertabrak oleh Zarco dan hal pertama yang dia lakukan setelah crash adalah mengecek Zarco. Tetap balapan dengan leher sakit dan berujung pusing dengan harapan yang penting finish. Pada akhirnya Ai Ogura kena penalti 3 detik karenasapu jagad #CalonIkanNiuBaru Pedro Acosta dan #JurdunTakDianggap Joan Mir lengser dari podium setelah kena penalti sadis 16 detik gegara jebakan betmen tekanan ban. Pecco muncul di debrief pers dengan wajah lesu.
“Saya merasa kurang sehat, tapi hari ini kita beruntung, sangat beruntung. Mengingat kecelakaan-kecelakaan dan apa yang terjadi pada Alex, saya rasa seseorang telah menyelamatkan kami. Hari ini sangat sibuk, saya mengirimkan doa dan harapan terbaik saya untuk Alex agar cepat sembuh dan memberikan pelukan" katanya yang lalu ditanya soal restart kedua yang melibatkan dia dan Zarco. Yang membuat dia harus start dengan motor cadangan.
"Saya hanya meminta team untuk memberi tahu saya apakah Alex sadar dan, ketika mereka mengkonfirmasi, saya merasa lebih baik. Gambarnya sangat mengerikan, kecelakaannya sangat besar, itu sulit. Saya berharap semua orang akan lebih tenang di titik pengereman pertama, tetapi, setelah meninjau episode itu, saya harus mengatakan bahwa Zarco tidak melakukan kesalahan apa pun, aneh bagaimana motornya berperilaku karena dia mengerem lebih awal, tetapi dia tidak berhenti. Pasti ada sesuatu yang terjadi. Benturan saya dengan tanah sangat keras, tetapi begitu saya bangun dan melihat kakinya dan rasa sakit yang dialaminya, itu pukulan berat bagi saya" kata Pecco soal insiden dia dengan Zarco. Balapan dengan motor kedua dan ban belakang Medium, yang juga nampaknya jadi alasan kenapa dia lolos jebakan betmen tekanan ban. Dia sudah habis ban depanSoft dan ban belakang Medium adalah satu-satunya pilihan sehingga sulit untuk memanaskan ban belakang pun ban depan Soft bekas menjadi pertaruhan.
“Saya kembali ke garasi, naik motor kedua, dengan ban depan yang digunakan saat kualifikasi dan ban medium di belakang, lalu mulai balapan. Saya hanya berusaha untuk tidak terlalu banyak berpikir . Saya mendapat start yang bagus, tetapi setelah tiga lap saya mulai merasa mual, kepala saya berputar setiap kali saya mengerem dan saya melambat. Mungkin saya belum siap untuk balapan, tetapi pada akhirnya berjalan dengan baik, saya tidak menimbulkan masalah. Saya bertahan sampai garis finish dan begitu saya masuk garasi, saya merasa tidak enak badan. Masalah saya tidak penting hari ini, saya hanya ingin berterima kasih kepada team atas kerja keras mereka. Setelah balapan. Mereka melakukan rontgen pada pergelangan tangan kiri saya dan semuanya baik-baik saja, meskipun saya merasa kurang nyaman. Sedangkan untuk masalah lainnya, saya mendapat benturan keras di leher dan semua otot di leher saya tegang, sekarang saya hanya merasa sedikit lesu" katanya yang enggan mengakui podiumnya karena bisa dikatakan itu adalah hasil penalti sana-sini.
“Saya merasa tidak pantas mendapatkan tempat ketiga ini, tetapi ini bagus untuk kejuaraan dan team pantas mendapatkannya atas apa yang telah mereka lakukan. Saya hanya berharap hasil seperti ini menjadi hal yang biasa (teratur) dan saya akan terus fokus pada pekerjaan saya" katanya soal podium mangkage. Pada akhirnya karena sekarang dia menjabat Ketua Geng karena ketua geng yang asli udah males hadir di komisi keselamatan, ditanya lah dia soal restart ketiga pasca dua Red Flag crash parah. Luca Marini bahkan mendapuk dia untuk jadi Ketua Geng beneran yang secara resmi mewakili asosiasi rider saking cuma mereka bertiga yang rajin nongol dan Pecco yang rajin ngomong meski omongannya percuma klo Liberty Media maunya "show must go on". Yang menjadi sumber kejengkelan adalah karena RD tetap meminta 12 lap dijalankan di restart terakhir setelah2 Red Flag. Padahal di kelas Moto2 dan Moto3 biasanya itu akan dipotong jadi 7 lap karena para rider sudah menjalani 12 lap ketika Red Flag pertama.
“Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, saya beruntung bukan saya yang membuat keputusan itu. Saya merasa kita membutuhkan aturan yang melarang start ulang ketiga setelah dua kecelakaan. Hari ini ada dua kecelakaan besar, dan saya ada di sana saat kecelakaan Zarco terjadi. Ini bukan soal apakah kita berteman atau tidak, tetapi kita harus saling menghormati. Ketika ada pertemuan penting, seperti Komisi Keselamatan, kita harus pergi. Titik. Tidak ada diskusi. Dan kita harus bergerak ke arah yang sama, karena kitalah yang berada di atas motor, yang merasakan di mana batasnya, dan kita harus mengatakan ketika ada sesuatu yang salah. Tetapi jika kita pergi hanya bertiga, itu menjadi sulit. Masalahnya adalah mereka yang tidak datang ke Komisi Keselamatan. Saat ini, semuanya berada di tangan team; merekalah yang membuat keputusan. Bagi saya, tidak ada pemimpin ideal (Ketua Geng); semua orang hanya perlu hadir, seperti di masa lalu, ketika kita memilih untuk melakukan perubahan. Sekarang hanya ada tiga orang di antara kami (yang rajin nongol), dan sulit untuk menyuarakan pendapat. Kami bisa mengatakan apa pun yang kami inginkan, tetapi jika kami tidak semua hadir, tidak ada yang bisa dilakukan" katanya ngedumel soal rider lain yang sibuk mengeluh soal keselamatan di media tetapi zonk g ada yang nongol di rapat Komisi Keselamatan untuk komplen langsung sama MotoGP.
Jadi aturan "Marquez Rules" kemarin seperti yang gw bahas di podcast, itu diputuskan oleh team di rapat Komisi Keselamatan. Pecco, Luca dan Jack pada dasarnya setuju aturannya, tapi g mau diberlakukn segera karena g adil buat yang lain. Ya mosok Marc boleh giliran yang lain g boleh. Tapi karena para team minta diberlakukan segera, ya begitulah. Pecco juga sebel sama rider lain terutama KTM yang paling rajin ngedumel soal keselamatan tapi ogah datang rapat. Mereka minta ada perwakilan rider tapi yang g terlibat dalam balapan agar bebas dari konflik kepentingan. Gw juga g bisa salahkan karena jaman si culas Marc Marquez jadi Ketua Geng, selama itu menguntungkan dia, dia akan mendukung. Contoh: track COTA waktu belum diresurface. Pecco menolak balapan, Marc Marquez setuju balapan (karena itu sirkuit dia) pada akhirnya para Spanyol setuju (voting) ya akhirnya pada balapan dan COTA diresurface setelah balapan.
"Saya tidak tahu harus berkata apa. Kami di sini untuk balapan dan melakukannya semaksimal mungkin. Kami bukan yang memutuskan, tetapi kami adalah orang-orang yang dapat mempengaruhi keputusan tertentu. Komisi Keselamatan dibentuk untuk itu. Menurut pendapat saya, ada beberapa situasi yang patut dipertanyakan akhir pekan ini. Saya harap lebih banyak pembalap datang ke pertemuan berikutnya. Saya tidak tahu apakah mereka akan berubah pikiran (ikut datang rapat karena apa yang terjadi hari ini), kita lihat saja nanti. Yang pasti saya tidak merasa tertekan atau terpaksa balapan. Tidak ada yang memaksa siapa pun, jika Anda tidak ingin start, Anda tidak start. Setiap orang membuat keputusannya sendiri. Jelas, kami dibayar dengan banyak uang dan memiliki banyak sponsor, jadi dalam arti tertentu, wajar untuk menghargai pekerjaan Anda. Itu sama untuk semua orang: jika sesuatu terjadi di rumah, Anda tetap pergi ke kantor. Dalam situasi seperti hari ini, start ketiga terpaksa dilakukan" tutupnya yang pada akhirnya pasrah karena nampaknya RD memutuskan restart ketiga atas persetujuan team. Entah team mana dan para rider menurutnya punya pilihan. Tapi menurut gw siapa yang mau membuang potensi poin hanya demi g mood balapan. Mereka digaji untuk balapan terutama yang gajinya dibiayai oleh sponsor.



Komentar
Posting Komentar
Ngegosip...?? Komen Gih... Tapi Inget Gw Tetap RAZIA... Ekekekekek...