#JurdunOTWPensi Marc Marquez Soal Ngetrack Di Hari Pertama #ItalianGP Pasca Operasi: Saat Ini Saya Hanya Ingin Mengetahui Apakah Saraf Sudah Membaik Di Atas Motor





Hari ini dia ada di bawah pengawasan medis selama FP1 ebelum akhirnya mendapat fit to race #ItalianGP. Di sesi Pra-Kualifikasi dia hanya mencoba mempush di belakang Pecco untuk meringankan kerja tubuhnya dan ketika time attack haru dilakukan barulah dia mempush untuk lolos ke Q2. Mugello memang bisa dibilang track Ducati, markas Ducati dan kemarin nyaris semua Italia lolos ke Q2. Team Ducati pabrikan yang akan ngetrack dengan livery khusus untuk memperingati 100 tahun Ducati membuat wajar bagi si culas #JurdunOTWPensi nongol, karena tahun depan dia yang akan menjadi raja Ducati, terserah publik Italia dan Ducatisti setuju atau menolak.


"Bagi saya hari ini, hal terpenting adalah memahami kondisi saraf. Yang penting adalah saya tidak lagi merasakan sensasi apa pun pada saraf itu, tidak ada mati rasa di jari dan siku saya. Saat ini saraf berfungsi dengan baik, dan saya sangat senang karena itulah tujuan operasi. Sekarang saraf berfungsi dengan baik, tetapi ketika saya menggunakan otot itu berbeda, saya merasakan nyeri dan sensasi yang berbeda saat mengendarai motor. Tetapi kita akan lihat apakah kita dapat meningkatkannya selangkah demi selangkah, tidak hanya akhir pekan ini, tetapi juga di balapan berikutnya. Secara teori, kondisinya akan memburuk selama akhir pekan karena saya akan kelelahan. Hari ini saya mencoba untuk lebih tenang di FP1 dan pra-kualifikasi, dan besok saya akan mencoba untuk berusaha keras agar bisa tampil baik di Q2" katanya setelah Pra-Kualifikasi


"Saat ini saya belum mengetahuinya. Sejujurnya saya pikir saya akan merasa lebih baik di atas motor, tetapi saya kesulitan di tikungan kanan dan perubahan arah, di mana saya kehilangan banyak waktu. Saya bisa melakukannya untuk satu lap, tetapi karena jaraknya, saat ini saya tertinggal setengah detik dari para pembalap teratas. Saya belum merasa mampu untuk memacu diri hingga batas maksimal. Ini akan menjadi proses yang panjang dan membutuhkan kesabaran. Hari ini saya mengambil risiko untuk satu lap. Mari kita kembali ke apa yang saya katakan di pramusim: Saya tidak tahu apa itu 100%, tetapi secara mental saya merasa siap dan saya ingin kembali ke sana, karena jika Anda tidak siap secara mental, lebih baik pergi. Jadi saya siap, saya akan mencoba, mungkin saya akan berhasil, mungkin tidak, jawabannya bisa datang dalam dua minggu atau sebulan. Mentalitas yang paling penting adalah ingin kembali ke 60-80%, yang pada hari itu bisa menjadi 100%. Tujuannya adalah untuk membangun kembali lengan ini, lengan yang telah dioperasi ulang tujuh kali. Ini akan membutuhkan kesabaran, dan kita perlu melihat di mana batas ototnya, karena kita belum mengetahuinya. Jika Anda bertanya kepada dokter atau siapa pun yang pernah mengalami masalah saraf, mereka tidak akan dapat memberi tahu Anda; ini tidak seperti tulang yang sembuh setelah beberapa hari" tambahnya.

"Saat ini, di sini, tanpa helm,saya siap. Saya merasakan semangat dan saya tahu saya harus memilikinya, tetapi ketika memakai helm, itu berbeda. Kalian tahu saya! (tertawa), jika ada seseorang di depan saya, saya akan mencoba menyalipnya, tetapi saat ini saya harus bersabar. Hari ini saya mengambil risiko di lap cepat itu, tetapi saat ini saya belum siap untuk berjuang meraih posisi lima besar. Saya tidak punya target waktu atau posisi, hanya untuk perkembangan situasi. Namun, keberanian, keinginan untuk berprestasi, dan dedikasi... Tidak ada yang bisa mengambil hal-hal ini dari saya. Saya memutuskan untuk datang karena secara klinis tidak ada kontradiksi, dan saya merasa mampu mengendarai sepeda motor di level tertinggi. Mencoba mengendarai sepeda motor adalah cara terbaik untuk kembali bugar, meskipun jelas tubuh saya merasa seperti saya mengkompensasi dengan tangan kiri saya. Ketika Anda kehilangan ritme karena absen balapan, saat itulah Anda akan rugi. Tidak ada sepeda motor atau latihan yang ditemukan siapa pun yang dapat meniru sepeda motor MotoGP. Dr. Chartre sangat cerdas dan langsung memeriksa saya setelah sesi latihan bebas. Kemarin, akan sulit untuk menentukan kondisi saraf. Jadi saya tetap mengangkat pergelangan tangan saya, dan jika saya memiliki masalah, pergelangan tangan saya akan diturunkan. Ada dua test untuk saraf radial, dan jika Anda memiliki masalah, tidak ada yang dapat Anda lakukan" katanya lagi soal lengannya. Tentu saja pekerjaan paling berat adalah hari Sabtu.

"Bagaimana di Balapan Sprint (lengan harus ngegas terus)? Saya tidak peduli; jika memang begitu, saya akan melambat. Jujur: saya ingin bisa mengatakan bahwa saya mengincar poin maksimal, untuk berada di kejuaraan. Tetapi saya di sini untuk memulihkan lengan kanan saya, untuk melanjutkan masa depan saya; saya tidak punya tujuan lain" tutupnya yang mari kita lihat apakah ini akan berbuah manis atau berbuah sempoa gegara ngeyel. Karena g ada yang tau lu crash kapan dan penyebabnya. Adanya orang lain pulak kena hujat klo lu terlibat sama rider lain di track. Lu yang ngeyel orang lain yang kena getah, ujungnya santan instan lu yang makin numpuk buat ditagih sama sempoa.Satu briking nius lagi sebelum briking nius terakhir tapi semoga gw salah. Kuaci...??

Follow Twitter (update artikel dan curhatan) dan Youtube (podcast) #Mbak_Yu username @mbakyuaja #MarcoBezzecchi #LucaMarini #FrancoMorbidelli #PeccoBagnaia #MotoGP

Komentar

  1. Ngelihat dia balapan dg kondisi belum fit 100%, malah kasihan krena trlalu tinggi risiko yg dipertaruhkan, yakni sarafnya. Salah dikit, bisa pensiun tuh.

    BalasHapus
  2. Tapi sepertinya bisa podium karena julukan yg pernah ada saat di honda

    BalasHapus

Posting Komentar

Ngegosip...?? Komen Gih... Tapi Inget Gw Tetap RAZIA... Ekekekekek...