#IkanNiuDiluarRencana Pecco Bagnaia Yang Sekarang Jadi Ketua Geng Bicara Soal Keselamatan Sirkuit dan Gagal Lolos Q2 #CatalanGP





#IkanNiuDiluarRencana Pecco Bagnaia harus menelan getir terdampar di Q1. Bisa dipastikan itu masalah dia karena motor Desmo GP26 lain bersenang-senang di track ini. Dia memang tampak menggunakan swingarm baru selama sesi Pra-Kualifikasi ketika para GP26 lainnya memakai yang standar dengan part yang mereka ketahui berhasil. 

"Sayangnya, saya mengalami banyak masalah dengan cengkeraman ban musim in. Saya kesulitan di Jerez, sementara di Le Mans saya berhasil mempertahankan kecepatan di tikungan. Masalahnya di sini adalah saya tidak memiliki feeling yang baik saat mengerem karena saya merasa bagian belakang motor banyak tergelincir. Hari ini kami mencoba beberapa hal yang tidak berhasil, jadi besok kami akan mencoba arah yang berbeda, dan mungkin cengkeraman di lintasan akan meningkat dan membantu kami. Hari ini sulit untuk memahami situasinya. Dengan ban bekas, kecepatan saya mirip dengan yang saya miliki dengan ban baru, yang hanya memberi saya peningkatan sepersepuluh detik. Aneh untuk di lintasan ini. Kemudian pada percobaan kedua saya dengan ban Soft, saya kehilangan satu detik, jadi sulit untuk memahami kondisinya. Sekarang kita harus menganalisis datanya. Saya menghabiskan waktu di garasi menganalisis semuanya dengan team, dan membandingkan kecepatan saya dengan Ducati lainnya, saya sangat kekurangan cengkeraman. Semua pembalap membuka gas, tetapi sementara mereka memiliki traksi, bagian belakang motor saya tergelincir, jadi kita harus fokus pada hal itu" kata Pecco yang kebingungan sendiri apa masalah dia. Sampai 2 tahun lalu (2024) dia berjaya di Barcelona, sampai datanglah GP5-1 yang nampaknya masih sulit akur dengannya.

"Hingga dua tahun lalu, ini adalah track saya, di mana saya mampu membuat perbedaan baik dalam mengelola ban maupun mempertahankan kecepatan di tikungan. Situasinya telah berubah sekarang, tetapi saya pikir secara keseluruhan situasinya tidak seburuk situasi lain tahun ini. Tetapi masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan dan dipahami, karena jika melihat perbedaan dengan pembalap Ducati lainnya, kami sangat kekurangan cengkeraman, dan ketika saya membuka gas, motor banyak tergelincir. Dalam beberapa hal, ini adalah hal yang baik, kami tahu di mana harus bekerja, meskipun tidak mudah untuk memahami caranya karena keseimbangan motor ini unik. Anda pasti memulai dengan keyakinan bahwa dengan Anda telah melakukan pekerjaan yang baik di balapan sebelumnya, semuanya berjalan dengan baik. Kemudian Anda sampai di sini dan Anda sangat kesulitan. Saya pikir itu adalah situasi yang sama yang dialami Alex Marquez dan Le Mans setelah Jerez. Selalu ada pasang surut, kita perlu memahami bagaimana Di Giannantonio mampu begitu konsisten. Dari data, apa yang terbaik dilakukan motor adalah apa yang perlu dilakukan, kita perlu memahami ini" tambahnya yang klo dipikir ya bener juga. Dia lalu membahas Swingarm baru di sesi Pra Kualifikasi.


"Ya, kami mencobanya dalam uji coba di Jerez, tetapi jujur ​​saja, track ini mungkin yang terburuk untuk memahami apa yang berhasil. Ini sirkuit yang indah, tetapi tingkat cengkeramannya tidak. Hari ini saya tidak merasakan peningkatan yang saya dapatkan di Jerez, tetapi ini tetap sesuatu yang membantu kami. Ini membantu di Jerez, jadi kami akan menggunakannya. Saya kembali memakai fairing GP24? Ya, karena di Jerez saya menghancurkan dua (fairing baru), Marc satu. Kami tidak punya banyak jadi kami harus menggunakannya dengan lebih hati-hati. Mengenai temperatur di track, mungkin saya terlalu lambat untuk benar-benar menyadari masalahnya (ngekek). Memang benar suhu udara rendah pagi ini, tetapi saat latihan siang saya menggunakan pengaturan (ban) Medium dan itu berfungsi dengan baik, jadi tidak ada masalah" tambahnya yang fokus pada Q1 yang menantang karena dia menghabiskan 3 ban Soft dari alokasi 7 unit yang disediakan. Kalau masuk Q1, trus ke Q2, plus Sprint dan mana tau WUP dan balapan panjang, itu ban g cukup jumlahnya.


"Ya, dan terlebih lagi, kami menggunakan tiga ban Soft hari ini. Kami memiliki total tujuh ban yang tersedia, dan besok di kualifikasi akan ada dua lagi, dengan hanya dua yang tersisa untuk sprint dan balapan jika kami menggunakan ban tersebut. Jadi kami juga perlu mengelola situasi ini. Jelas, saya lebih suka menggunakan dua ban di Q2 dan memulai dari posisi kedua belas daripada menggunakan satu ban dan memulai dari posisi yang lebih belakang; kita lihat saja nanti. Lintasan ini berada dalam situasi yang agak aneh setidaknya selama enam tahun. Saya pikir ini adalah salah satu track terindah yang ada, salah satu fasilitas terindah, tetapi benar-benar hancur karena kurangnya daya cengkeram . Aspalnya berantakan, Anda tidak bisa berbuat apa-apa. Pagi ini bukan berarti Martin melakukan sesuatu yang istimewa (shoulder down T5), dia sedikit melebar, mungkin di jalur balap, dan dia kehilangan kendali (ketika crash). Mungkin kita akan membicarakannya di Komisi Keselamatan, tetapi masalahnya bukan di situ, ini lebih tentang siapa pun yang memiliki dan mengatur sirkuit dan memutuskan apa yang harus dilakukan" kata Pecco yang ternyata sekarang jadi Ketua Geng Keselamatan karena sudah g ada yang mau datang. Anggota dia cuma Luca Marini dan Jack Miller. Sisanya g ada yang datang.

Pecco menyesalkan para rider yang sibuk menolak sirkuit yang g aman di media tapi g mau nongol di Komisi Keselamatan. Klo cuma 3 orang yang komplen mah mana ada suara. 20 orang aja belum tentu tapi paling g keliatan mayoritasnya. Kasusnya di Le Mans kemarin adalah adanya aturan Pit Lane baru yang langsung diberlakukan dengan preseden tindakan culas #JurdunOTWPensi Marc Marquez di Jerez #SpanishGP. Menurut Pecco g adil klo Marc boleh melakukan hal culas lalu tetiba aturan baru berlaku segera karena itu artinya rider lain g boleh dan Marc Marquez justru boleh (terlanjur dan jadi preseden). Tidak adil. Tapi karena rider yang nongol cuma 3 orang, ya bijimana mau komplen.

"Bagaimana Anda bisa berpikir sesuatu akan berhasil jika Anda bahkan tidak mencobanya? Bagi saya, itu semua omong kosong. Minggu lalu di Le Mans, ada tiga dari kami (Pecco, Luca, Jack), dan bagi saya itu adalah komisi keselamatan yang penting karena sebuah aturan ditambahkan di tengah jalan (Marc Marquez Pit Lane Rule). Saya berpendapat bahwa jika Anda menambahkan aturan, Anda (seharusnya) melakukannya di akhir tahun. Jika seorang pembalap jatuh dan harus kembali ke pit dari pitlane dan dengan cara itu dia mendapatkan 12 poin, mulai balapan berikutnya jika Anda melakukan itu, Anda akan mendapatkan penalti, itu tidak adil (karena Marc Marquez terlanjur diuntungkan). Ada tiga dari kami, dan kami semua sepenuhnya setuju (itu tidak adil). Mereka (para rider lain) mengatakan mereka tidak punya waktu, tetapi kenyataannya bukan berarti tidak ada yang terjadi dan hal-hal tidak dilakukan. Jika ada banyak dari kami, kami akan bisa melakukan sesuatu (suara mayoritas). Fakta bahwa mereka tidak punya waktu itu serius bagi saya. Kami bahkan mencoba dengan (ide) perwakilan seperti Sylvain Guintoli, tetapi kemudian kami tidak melanjutkan karena kami tidak semua setuju, dan ada pembalap seperti pembalap KTM yang tidak ingin berpartisipasi" kata Pecco soal Komisi Keselamatan yang njelimet.

Jadi Komisi Keselamatan aka Geng Rider ini sebenarnya para rider datang setiap Kamis. Muli 2016 bebeb Vale mulai malas hadir karena waktu itu Geng ini diketuai oleh #JurdunOTWPensi Marc Marquez. Ketika dia cedera, wakil ketua geng aka Pak RT Aleix Espargaro mengambil alih dan lebih vokal soal keselamatan rider, tetapi khusus soal Sprint Race yang dia dan para rider tolak, justru disetujui Ketua Geng Marc Marquez ketika nongol di Red Bull Ring di masa cederanya. Sejak itu Aleix harus memberi komentar ekstrim (muli dari ngancam g balapan sampai ngomel di media) untuk memastikan Dorna dan sirkuit mendengarkan keluhan mereka, Pasca Aleix pensiun, Marc Marquez sebagai ketua geng cenderung enggan menolak ide apa pun dari MotoGP. Termasuk soal Balaton Park yang Pecco benar-benar g suka keamanannya tahun lalu. Dan karena itu tahun ini para rider memilih mending ngurus fans dan motor daripada nongol di rapat yang lo g suka pun g ada gunanya klo Marc Marquez g menolak. Dan Pecco melihatnya sebagai: klo lu ikhlas bergantung pada apa kata Marc dan g terang-terangan nongol di Komisi Keselamatan buat ngomong ya memang percuma. Ini juga ide soal GP Miami. Pecco sudah mendengar ini dibahas dan dia g masalah ASAL, diuji dulu langsung oleh para rider MotoGP seaman apa baru bisa disetujui untuk keselamatan balapan. Karena ide lokasinya g buruk, rider mah suka aja ke Amrik, tapi keselamatan rider di sirkuit yang jadi pertanyaan.

Follow Twitter (update artikel dan curhatan) dan Youtube (podcast) #Mbak_Yu username @mbakyuaja #MarcoBezzecchi #LucaMarini #FrancoMorbidelli #PeccoBagnaia #MotoGP

Komentar

  1. Sesuai julukannya goofree, bener-bener kalem soal apapun itu.
    Pecco ini kira kira ada memikirkan bakal kemana dia thn 2027 setelah martin buat psywar kontrak.

    BalasHapus

Posting Komentar

Ngegosip...?? Komen Gih... Tapi Inget Gw Tetap RAZIA... Ekekekekek...