#JurdunOTWPensi Marc Marquez Dengan 80% Di #ItalianGP Mogello: Ego Mengalahkan Rekor Rossi, Service Fans Penyembahnya, Harga Diri Ducati Dan Atau Romusha Pemasaran...?
Gw ingat kata-kata #JurdunMangkage Jorge Martin beberapa minggu lalu pasca dia memenangkan #FrenchGP Le Mans. Dia berterimakasih kepada #JurdunOTWPensi Marc Marquez karena menasehati dia untuk g kembali ke track sebelum 100%. Dia bahkan saking nurutnya, g pernah pegang motor sebelum kondisinya 100%. Itulah yang membuat performanya kuat dan stabil di awal musim ini bersama Aprilia meski harus melewatkan #SepangTest di awal musim. Ketika di saat yang sama si pemberi nasihat justru kembali ke meja operasi, dia hanya mengatakan Marc Marquez tau apa yang harus dilakukan karena dia yang memberi nasihat pada saya.
Ironisnya, si pemebri nasihat justru melanggar nasihatnya sendiri. Dia mengumumkan akan ngetrack di #ItaliangP Mugello meski kondisi bahunya masih 70-80% yang kata Papi Tardozzi adalah 90%. Para journo dan fans #ABR penyembah Marc Marquez hure-hure dan kembali bersiap dengan slogan "man of steel" mengejek para fans Italia dan VR46 dengan mengatakan takut pada "tuhan" mereka. Tetapi gw rasa para pengamat yang bukan fans Marc Marquez ada benarnya: Marc Marquez kembali ke pola lamanya.
Dulu dia memaksakan diri nongol tahun 2020 seolah butuh pengakuan, butuh dipuji, dan berambisi mengejar rekor jurdun Valentino Rossi. Dan untuk itu dia bahkan memutus kontrak dan pergi dari Honda. Sekarang ketika dia berhasil menyamai rekor Valentino Rossi, nampaaknya dia kurang pusa meski di awal musim sempat mengatakan bahwa dia sudah puas. Menurut gw dan semoga gw salah, itu karena perkataan Papi Tardozzi yang entah ada maksud atau tanpa maksud, memicu dia untuk kembali ke track lebih awal: Karena ini Mugello, Italia. Gosip berhembus spoi-spoi meski Marc Marquez jurdun tahun lalu bersama Ducati, penjualan tiket Mugello yang adalah markas Ducati justru kurang bagus kali ini. Papi Tardozzi mengakui Italia kehilangan Valentino Rossi di track sangat mempengaruhi minat penonton. Belum ada yang punya efek Rossi pada MotoGP sejauh ini karena dia mampu membuat anak-anak memujanya, orang-orang dewasa menjadikan balapannya sebagai acara nasional aka tontonan wajib, hingga nenek-nenek bahkan mau nonton balapan MotoGP demi dia.
Pernyataan yang enggan diakui tetapi adalah fakta di Italia, yang sebenarnya menggambarkan kondisi MotoGP saat ini. Apa pun yang dilakukan Liberty Media sejauh ini yang bahkan harus membuat para rider MotoGP jadi gladiator, tidak menarik perhatian penonton awam non MotoGP. Penjualan tiket Mugello turun meki Ducati jurdun, ditambah pernyataan Papi Tardozzi menunjukkan MotoGP membutuhkan "senjata" mereka yang meski efeknya tidak bisa sebaik Rossi, paling tidak ada di sirkuit: Marc Marquez. G lama setelahartikel Tardozzi nongol, Marc Marquez mengumumkan akan ke Mugello meski dia tetap harus mendapat fit to ride hari Kamis untuk bisa ngetrack. Pirtinyiinyi idilih: Ada Apa Sampai Marc Marquez Melanggar Nasihatnya Sendiri.
Apakah tersinggung dengan perkataan Papi Tardozzi soal efek bebeb Valentino Rossi di Italia...?? Apakah ingin mencetak rekor jurdun melebihi Valentino Rossi agar bisa "diakui" lebih hebat...?? Apakah Ducati ingin dia membantu menjaga harga diri melawan Aprilia di klasemen (Pecco sudah di depan dia di klasemen)...?? Apakah ingin fans dia hadir di Mugello untuk membantu penjualan tiket...?? Apakah Liberty Media dan sponsor ingin dia romusha di sirkuit demi eksposure...??
Kalau dia cuma sekedar formalitas (yang kitinyi juga mau pengumuman kontrak sama Ducati) hadir di sirkuit g masalah. Tapi kalau dia juga akan ngetrack meski hanya numpang di atas motor, g ada resiko dia g crash dan g ada resiko bahunya kembali memburuk di atas motor. Ingat bahu dia cedera lagi adalah karena posisi dia di atas motor selain karena crash berulang di awal musim. Ngeyel atau terpaksa akan sama resikonya. Tapi semoga gw salah karena gw sering salah hanya sempoa yang g pernah salah hitung. Kuaci...??

Kayaknya penonton kebagi mbak, soalnya barengan sama balapan vale di monza
BalasHapusIya keknya. Yang pasti penjualan tiket g sebanyak tahun lalu ketika para bos team nongol termasuk bebeb Vale dan team italia pakai livery spesial. Even ducatisti g terlalu antusias nongol. Mungkin misano yang bakal penuh tahun ini terutama klo Aprilia terus kompetitif, karena Misano sekarang resmi homerace VR46 dan Aprilia.
HapusDia boleh ngalahin gelar jurdun vale, tapi soal kharisma dia masih jauh dari vale...sekali culas tetaplah culas.. Terbukti setelah vale dan rival vale pensiun, semua masih menaruh respect ke sesama rival, karena mereka bertarung dengan rasa respect n sportmanship.. Beda dengan si culas ini..
BalasHapusItu yng bikin DPRD Tingkat Pusat sebel. Susah banget perluas audiance. Akhirnya Liberty Media mau pakai cara F1 yang bikin para rider malah jadi gladiator.
HapusYang aku takutkan malah jika Mugello mengandung magic yg bakal jadi berbahaya untuk karier seorang rider satu ini
BalasHapusKata dia sih memang penyembuhan dia belum 100% tapi kitinyi mau melikhat bagaimana tubuhnya bereaksi di atas motor. Menurut gw sih itu alasan pembenaran untuk apa pun alasan yang sebenarnya. Setau gw langit udah negur dia soal badannya di COTA itu teguran pertama. Di Jerez kemarin itu bukan teguran, emang sempoa culas dia di Sprint race. Di Le Mans itu yang jadi teguran kedua. Ibarat udah SP2. Tunggu aja SP3 nya keknya. Tapi semoga gw salah.
Hapus