Balada Tabungan Penalti Franco Morbidelli (Karena Menghalangi Enea), Pecco Bagnaia dan DiGia Dengan Cerita Motor Berperilaku Aneh







Dari 5 akhir pekan balapan terakhir, 4 di antaranya digunakan oleh rider cool Morbidelli untuk mengoleksi penalti. Jadi dia lagi-lagi kena penalti karena slor riding dan korban dia lagi-lagi Enea Bastianini. Jadi di balapa Minggi #SanMarinoGP dia akan dikenai Long Lap Penalty. 

Di sisi lain dua pengguna Desmo GP26, DiGia dan #IkanNiuDiluarRencana Pecco Bagnaia mengatakan ada yang aneh dengan motor mereka. DiGia mengatakan sejak #BritishGP Silverstone dia hanya menggunakan satu motor karena motor lainnya berperilaku aneh. Sedangkan Pecco bahkan bilang semua motornya berperilaku aneh sejak seri Silverstone. Di hari Kamis dia sempat bilang butuh hal-hal lama untuk bisa membandingkan apa yang salah. Yang dimaksid adalah part Desmo GP24. 

Memang sekarang dia memakai beberapa part 2024 tetapi mesin tetap Desmo GP25-1 yang dimodifikasi tanpa melanggar engine freeze tetapi Pecco, seperti tahun lalu nampaknya menginginkan Desmo GP24 utuh. Di atas kertas bulan lalu dia latihan di sirkuit ini dengan Panigale V4 yang anehnya lebih cepat dari dia pakai Desmi GP26 sekarang. Itu pertanyaan yang dia sendiri bingung mau jawab apa. Dia bahkan sudah mencoba setup tetangga anak emas Ducati, si culas #JurdunOTWPensi Marc Marquez yang ujungnya juga g bikin lebih baik. 


Di sisi lain pengguna Desmo GP26 tersisa mengatakan sejak cedera dia praktis hanya ada di sekitar Bez, Martin, dan sang kakak. Kesulitan dia katanya lebih karena perbedaan perilaku ban dengan kompon berbeda. Ekspektasi akan lebih cepat saat time attack dengan ban Soft ternyata itu juga sulit. Lalu dia ditanya soal apakah dia akan membantu sang kakak meraih gelar juara dunia karena peluang gelar nampaknya semakin jauh. Dia bilang bukan cuma dia, yang lain juga bisa jadi wasit penentu gelar (membantu atau menghalangi). Dan dia akan menjalani kejuaraan dia sendiri (ngurusin klasemen dia sendiri). 


Luca Marini berhasil tampil mumpuni di Pra Kualifikasi kenarin, lolos ke Q2 semestinya sih senang. Tapi dengan gaya ice cool menthol dia bilang yang bikin senang di Q2 itu cuma lu g bakal start lebih belakang dari P12. Hahahah. Sementara Acosta merasa fisiknya terkuras di track Misano sambil bersyukur KTM punya test rider terbaik di track, Pol Espargaro yang lolos Q2 di P8. Dia bilang Pol membantu dia memahami motor lebih baik. Jangan lupa di Misano ini KTM lepas segel 500 rpm yang mereka tahan di Aragon karena mesin baru habis dibongkar. Grip bagus Misano diharapkan bisa membantunya mengimbangi Marco Bezzecchi yang kemarin masih nongol dengan lutut dibalut ice pack sambe bebeb Vale nanyain kondisi lututnya. 

Follow Twitter (update artikel dan curhatan) dan Youtube (podcast) #Mbak_Yu username @mbakyuaja #MarcoBezzecchi #LucaMarini #FrancoMorbidelli #PeccoBagnaia #MotoGP

Komentar

  1. Pecco dan diggia sama sama mirip dgn pedrosa diakhir karir dgn repsol dan papa willow di lcr tahun terakhir.

    BalasHapus

Posting Komentar

Ngegosip...?? Komen Gih... Tapi Inget Gw Tetap RAZIA... Ekekekekek...