Rangkuman Sprint Race #AustrianGP #JurdunMangkage Jorge Martin Sweet Revenge: Saya Mengubah Kemarahan Di Lap Pertama Untuk Maju
Gw tau para #ABR di luar sana sibuk membela tuhan mereka terutama gegara melihat si culas #JurdunOTWPensi hanya terdiam ketika duo Aprilia menikmati podium Sprint mereka bersama. udah gw bilng mau gimana pun sebenarnya Marc layak dapat penalti LLP malah karena itu baru lap pertama karena menyebabkan rider lain keluar track. Ingat preseden Enea nyenggol Mir di Balaton. Tetapi untuk kasus Marc jadi pelaku, mari ambil preseden Sprint Race Buriram yang penaltinya lebih ringan hanya turun 1 posisi karena itu bukan lap pertama atau terakhir, tapi setidknya ada penalti. Kali ini Martin memang lebih cepat di Tikungan 1 karena dia mengambil bagian luar tikungan yang dihitung oleh salah satu komentator sebagai kesalahan. Nope. Itu bagian dari stategi menyalip di T1 RedBull Ring.
Yang jadi masalah adalah ketika Martin mau masuk, Marc Marquez menyenggol dia kembali jauh keluar track di tikungan 2. Hasilnya sudah dia tercecer hilang 7 posisi, kena peringatan track limit pulak, Marc Marquez melenggang lolos tanpa penalti apa punmeskihanya turun 1 posisi. So ini dia rangkuman besar Sprint Race #AustrianGP kemarin.
#JurdunMangkage JorgeMartin nampaknya sudah mulai mempersiapkan diri menghadapi lawan gelar jurdunnya musim ini. Kalaukemarin-kemarin dia lebih kalem bersaing dengan Pecco, kali ini dia sudah siap dengan manuver culas Marc. Dia bilang sengaja menyalip di T1 karena dia tau Marc akan menyerang di T2 hanya saja karena dia menyalip di T1 dari luar otomatis line tikungan jadi lebih lebar dan dia hampir terjatuh ketika Marc pada akhirnya melakukan manuver. Untungnya dia bisa menegakkan motor tetapi kehilangan banyak posisi. Dia menggunakan kemarahan karena kehilangan banyak posisi itu sebagai bensin untuk merangsek maju dan menyalip Bez dan Marc dengan gigih, bisa dibilang saat menyalip Marc dia melakukan "balas dendam" (journo belakang paddock sampe bertaruh dia maki-maki "pisi ngana" waktu nyali Marc) meski dia akui kalau Acosta g crash maka dia g menang. Hari Jumat kemarin dia sempat memutuskan untuk operasi arm pump hari Senin depan tetapi pascakemenangan kemarin, dia bilang mungkin dia g perlu operasi karena nampaknya Aprilia melakukan modifikasi agar dia lebih nyaman di atas motor dengan lengannya.
Sang team mate si kriwil Marco Bezzecchi yang kurang bersinar di Red Bull Ring mensyukuri podium Sprint dia yang dia bilang hibah klo bukan gegara Acosta crash. Dia mengakui ada yang kurang darinya selama akhir pekan ini dimana dia g bisa sebaik Martin, Acosta atau Marc Marquez. Jadi dia terang-terangan berencana nyontek setup Martin untuk balapan panjang. Kedua team mate yang sempat g akur pasca sapu jagad Balaton Park itu menikmati selebrasi podium Sprint Race mereka karena sudah lumayan lama mereka g podium bareng. Aprilia enggan ngeributin penalti, karena bagi mereka toh Martin menang dan membuktikan superioritas Aprilia kembali. Di sebelah sana ada si culas #JurdunOTWPensi Marc Marquez yang jelas kelihatan kesal dengan hasil balapan.
#JurdunOTWPensi Marc Marquez bilang dia tau Martin akan menggunakan line luar untuk menyalip meski diag menyangka itu akan dilakukan di T1 karena tidak masuk akal menyalip di situ tanpa membuat kesalahan ke green area. Dia memang berencana menyerang Martin atau siapa pun itu di T2 dan dia melakukannya. Fakta bahwa Martin berhasil comeback (setelah dia singkirkan di lap pertama) membuatnya mengerti Martin memang lebih baik dari dia di balapan kali ini jadi dia bilang posisi kedua ini sama dengan kemenangan baginya karena dia memang kurang maksimal di balapan Sprint Race kali ini.
Sementara rider akamsi yang digadang-gadang menang #CalonIkanNiuBaru Pedro Acosta crash ketika memimpin balapan dengan gap hampir 2 detik. Dia bilang dia yang mengacau karena sempat meleng ngintip dashboard dia untuk melihat lampu bahan bakar dan kehilangan konsntrasi lalu melewatkan titik pengereman dan berujung crash. Dia bilang itu bukan salah motor dan itu hanya salah satu crash di antara crash lain dalam karirnya.
Sementara #IkanNiuDiluarRencana Pecco Bagnaia yang berhasil lolos dari Q1 ke Q2 lumayan senang dengan hari Sabtu dia pasca gusar minta ampun di hari Kamis dan Jumat. Dia bilang komentar Dani Pedrosa di media #KtpS yang sudah menyadap pembicaraannya denganDiGia (DAZN) adalah saran yang akhirnya dia ikuti dan itu berhasil di Red Bull Ring. Karena Pecco mengatakan g tau apa bedanya ban Soft dan Medium bahkan dengan carcass berbeda untuk seri #AustrianGP kali ini, Pedrosa menyarankan agar Pecco menghabiskan jumlah lap lebih banyak dengan masing-masing ban tersebut. Pecco melakukannya di FP2 dan itu berhasil di Q1. Meski posisi start dia g terlalu bagus di Q2 yang penting akhirnya dia lolos Q1 dulu.

Ekekekekekek di tinggal selebrasi perayaan sprint, entah dimana para penyembahnya g kelihatan saat di tribun.
BalasHapus