Sikap Skeptis #IkanNiuDiluarRencana Pecco Bagnaia Ke Media Pasca Disadap Secara Ilegal Oleh Media Spanyol Penyembah Marc Marquez: Ya Beginilah Potensi Sejati Saya




Pasca penyadapan ilegal yang dilakukan oleh media Spanyol penyembah Marc Marquez demi membunuh karakternyad dan memperkuat image Marc Marquez, #IkanNiuDiluarRencana Pecco Bagnaia cenderung truma dan skeptis dengan media. Boro-bor privasi, ngomong terang-terangan aja malah dipelintir jadinya dia seada-adanya aja pas debrief pers kemarin. Performa buruk yang sudah bisa ditebak dan dia tau akan jadi bulan-bulanan media sehingga dia cenderung "membantu" media penyembah Marc Marquez untuk mengerjakan agenda mereka. Finish P18 gagal lolos Q2, alih-alih ngomong panjang lebar karena nyaman dengan journo, sikap interovert-nya justru keluar.

"Kami selalu berjuang dengan hal yang sama, tetapi kita bekerja dengan baik hari ini dan melakukan yang terbaik yang kami bisa. Namun tepatnya, inilah potensi sebenarnya saya, dan saya belum mampu melakukan lebih dari ini. Itu saja. Saya tidak bisa berbuat lebih dari itu saat ini. Saya sedang mengalami kesulitan, dan kita akan mengatasinya. Saya keluar sana dan memberikan yang terbaik serta mencoba melakukan apa yang saya bisa. Mengenai detail? Maaf, tapi tidak perlu menanggapi ini. Saya sudah mengatakan kami sedang dalam masalah, dan inilah potensi saya yang sebenarnya. Perasaan saya sama seperti di Misano, masalahnya sama. Saya hanya perlu bekerja keras untuk meningkatkan kemampuan. Kemungkinan bersaing untuk menang besok? Saya rasa tidak begitu" katanya yang mengulang-ulang perkataan "potensi sebenarnya". Sikap tertutup jelas karena dia g mau membahas potensi yang lebih baik lalu dipelintir lagi. Bahkan dia enggan membahas ban.


"Jujur, saya tidak merasakan banyak perbedaan antara ban sebelumnya dan ban ini (ban khusus Austria), antara ban medium dan ban lunak. Bagi saya, keduanya hampir sama. Saya tidak tahu apa yang dirasakan para pembalap di depan yang tidak saya rasakan. Masalah pengereman? Bukan, masalahnya adalah grip ban belakang. Itu kemudian menimbulkan masalah saat pengereman dan di tempat lain. Tapi itulah yang kami miliki, dan jelas saya tahu saya bisa berbuat lebih banyak , tetapi saat ini itulah potensi saya. Kondisi fisik saya bagus, tubuh saya sangat prima saat ini" katanya yang lalu sedikit "menyindir" cara Ducati "nyolong start" untuk Bulega dengan menjadikannya test rider agar mendapatkan lebih banyak data bersama ban Pirelli dengan mode balapan. Yeah, culas itu penyakit menular emang ternyata wkwkwkwkwkwk.

"Saya pikir pada saat kita sampai ke balapan pertama tahun depan, semuanya akan mengalami reset. Ducati jelas telah memanfaatkan ide test rider untuk tahun depan dan telah melakukan langkah yang hebat dan sangat cerdas. Kita harus melihat bagaimana Nicolò Bulega beradaptasi dengan kecepatan MotoGP, tetapi dia jelas memulai dari posisi yang baik (duluan nyolong banyak). Namun, saya pikir kita semua akan berada di halaman yang sama pada balapan pertama. Meski ban dan mesinberubah, jadwal tetap sama. Empat puluh empat balapan setahun, banyak wawancara, banyak acara, dan lalu berkendara menjadi hampir hal yang paling mudah. Pembalap mana yang membuat saya penasaran? Saya (sendiri) dengan Aprilia" katanya menyelesaikan debrief pers tanpa peduli lagi. Aslinya jawaban dia ini pendek-pendek dan pertanyaan journo yang lebih panjang, dan itu gw rangkum karena klo pendek-pendek ribet ngetiknya. Ekekekekekek. 

Wheel of life, roda kehidupan. This too will pass. Lu g bisa memaksa klo emang takdirnya elu g dapat dukungan apa pun dari yang semestinya mendukung lu dan yang darinya lu bergantung. Jadi ya nikmati aja sambil berusaha yang terbaik. Orang baik karmanya baik. Kuaci...???




Follow Twitter (update artikel dan curhatan) dan Youtube (podcast) #Mbak_Yu username @mbakyuaja #MarcoBezzecchi #LucaMarini #FrancoMorbidelli #PeccoBagnaia #MotoGP

Komentar

  1. Ipikih dazn sudah merencanakan jika pecco dan diggia akan bertemu membahas keluhan masing masing.
    Agak bingung orang orang pembenci sana bilang bahwa bebebvale menyerang mental lawannya dengan media sementara media #ktps bergerak sendiri tanpa persetujuan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. G mereka ini g sengaja ketemu karena memang pada media debrief. Cuma itu g ada wawancara dan gada orang di situ karena journonya lagi debrief rider lain (yang beda background team). DiGia nanya karena mikir kamera dan mic mati. Tapi bagaimana pun klo itu nyala sekali pun, g boleh ditayangkan tanpa persetujuan karena itu bukan dalam rangka dokumenter. Dokumenter kan diurusin netflix dan bukan DAZN itu juga setau gw mesti dikasih tau dulu baru tayang.

      Hapus

Posting Komentar

Ngegosip...?? Komen Gih... Tapi Inget Gw Tetap RAZIA... Ekekekekek...