Gosip Berhembus Spoi-Spoi: Petinggi Yamaha Berniat Mengaktifkan Klausul Untuk Memecat Fabio Quartararo Sebelum Akhir Musim...??


  
Jadi yang dengar podcast #AragonGP part 2 terbaru pasti tau keributan antara #JurdunMenclaMencle Fabio Quartararo dengan Yamaha dan komentar keras petinggi Yamaha soal pernyataan Snack Taro untuk berhenti membantu dan mencoba melakukan segala cara untuk mengembangkan Yamaha M1 V4. Naah gosip berhembus spoi-spoi dari negara api sana dan semoga gw salah dengar, kitinyi petinggi Jepun berniat mengaktifkan klausul exit pada jurdun terakhir mereka itu sebelum musim 2026 berakhir. Persis seperti yang terjadi pada Maverick Vinales. 


Seperti yang gw bilang di podcast, pernyataan Snack Taro itu tidak profesional karena dia bertanggung jawab melaksanakan semua tugasnya sebagai rider Yamaha di bawah kontrak hingga akhir musim 2026 dan itu artinya pernyataan dia yang menolak dan berhenti membantu pengembangan Yamaha. Fakta bahwa dia adalah rider dengan kontrak termahal di track saat ini adalah pemberat untuk jurdun 2021 itu menjalankan tugas dan kewajiban profesionalnya. Kalau Vinales dituding merusak motor, Yamaha berhak menuding Quartararo sengaja menghambat pengembangan dan kemajuan motor. Itu diluar kehancuran citra pabrikan gegara komentar terbarunya. 

Jadi bukan hal mengagetkan kalau petinggi Yamaha Jepun tetiba meminta Pavesio untuk mengaktifkan klausul exit dengan penalti fantastis karena gaji Snack Taro juga fantastis untuk cuma 1 jurdun. Pertanyaannya kapan mereka bisa aktifkan kalau memang mau diaktifkan. Well semoga gw salah kalau memang gosip ini benar: Dia akan diajak bicara di Misano dan kalau masih g ada niat baik minta maaf secara publik maka dia g akan balapan lagi untuk Yamaha di homerace #JapaneseGP. Fans lokal Yamaha di Jepun dikabarkan juga sudah muak sama dia jadi ada ide untuk ngeban dia dari seri Motegi. Tapi semoga gw salah.




Follow Twitter (update artikel dan curhatan) dan Youtube (podcast) #Mbak_Yu username @mbakyuaja #MarcoBezzecchi #LucaMarini #FrancoMorbidelli #PeccoBagnaia #MotoGP

Komentar