Papi Peri Suppo Soal Duo Ducati Pabrikan Untuk Bursa Rider 2027: Marc Marquez Mungkin CLBK Ke Honda dan Pecco Perlu Kursus Komunikasi
Masih ingat di podcast suka-suka part 3 gw bilang ada skenario 2027 untuk membawa kembali #MalinKundangPerebutHakOrang Marc Marquez kembali ke Honda...?? Hal ini karena dia sendiri mengatakan pengen tetap di Ducati tetapi kemungkinan apa pun terbuka. Sementara Ducati juga butuh validasibeberapa hal untuk memperpanjang kontraknya yang intinya adalah perkara kuaci gaji. Anak member premium yang dengan podcast live colongan tadi siang pasti ngerti perkara sebenarnya apa. So mantan papiperi Honda, Livio Suppo berpendapat baahwa Marc yang pernah jadi malin kundang Honda bisa saja kembali ke Honda mengingat ada pengamat mengatakan dia tidak bisa menjilat ludah yang terlanjur dia buang tahun 2021: "Bila saya pensiun, saya ingin pensiun di Honda".
"Saat ini, dia sendiri pun belum tahu. Itu akan bergantung terutama pada bagaimana dia pulih dari cedera terbarunya. Jika dia menyadari bahwa kondisi tubuhnya sama bugar seperti tahun ini, yang meskipun belum 100%, memungkinkannya untuk mendominasi Kejuaraan Dunia, mungkin saja itu akan terjadi. Banyak hal yang perlu dipertimbangkan. Menurut sepengetahuan saya mengenai Marc Marquez, gagasan untuk kembali bekerja dengan team lamanya akan sangat menarik, karena dia selalu menyukai mereka. Periode terpanjang dalam kariernya adalah bersama pabrikan dan team itu, katakanlah itu (kembali ke Honda) tidak akan mengejutkan saya. Tapi masih terlalu dini untuk membicarakannya. Orang seperti dia bisa menunggu selama yang dia mau" kata Papi Peri Suppo di antara wawancaranya. Di sisi lain paddock tetangga, #IkanNiuDiluarRencana Pecco Bagnaia juga terlanjur membuang ludah: "Saya sangat mencintai Ducati dan ingin pensiun di Ducati".
"Pecco adalah pembalap yang sangat kuat… Dia seharusnya mengikuti kursus komunikasi (ngekek). Dia sudah mengatakan banyak hal tahun ini yang memunculkan banyak teori dan konspirasi. Terkadang, ketika dia berbicara, dia sedikit terlalu samar dan memberi orang kesempatan untuk menafsirkan kata-katanya dengan berbagai cara (karena ada aturan PR Ducati). Dari sudut pandang romantis, jelas bahwa dia ingin tetap tinggal karena dia telah mencintai Ducati sejak kecil, tetapi kita harus melihat apa yang terjadi. Jika sebuah pabrikan mengejarnya, menawarkannya gaji yang besar, dan dia masih kesulitan tahun depan, mengapa dia harus tetap tinggal? Ada begitu banyak variabel" tambahnya yang juga g aneh kalau justru kedua duo pabrikan Ducati justru sama-sama hengkang. Marc Marquez kembali ke Honda (untuk pensiun?) dan Pecco Bagnaia kabur ke Yamaha (karena belum mau pensiun di Ducati?).
"Karena Jepang (Yamaha dan Honda) adalah pabrikan besar, mereka adalah pabrikan yang mampu membayar pembalap mereka dengan gaji tinggi, seperti yang selalu terjadi. Bagi para penggemar, ini akan menyenangkan dan menarik. Saya harap ada beberapa perubahan team karena itu selalu menarik minat penggemar. Satu-satunya hal yang dapat sedikit menunda pergerakan pasar (2027) adalah jika seseorang ingin melihat uji coba pertama motor 850cc. Tetapi akan sulit untuk menganalisisnya, karena kita harus bergantung pada catatan waktu para test rider. Honda dan KTM akan terlihat sangat kuat karena mereka memiliki Aleix dan Pol Espargaró, selain Pedrosa. Bulega tentu memiliki pengalaman yang lebih sedikit daripada para pembalap yang disebutkan di atas. Akan sulit untuk menafsirkannya; kita harus mengambil semacam keyakinan (sebagus apa Desmo 850cc). Selain itu, pemasok ban akan berubah, dan kita telah melihat dalam beberapa tahun terakhir bagaimana beberapa motor beradaptasi lebih baik dan yang lain lebih buruk hanya karena konstruksi (carcass ban) yang berbeda (amanyajuga ghoib). Setidaknya kita harus fokus pada pabrikan yang kita percayai, seperti yang dilakukan Moreira dengan Honda" kata Papi Peri Suppo.
Hmmm... Semoga gw salah ini cuma stratagi PR biar Ducati mau naikin gaji si culas dengan bilang bahwa Hodna berani gaji lebih tinggi. Plus 2027 belum ketahuan Desmo 850cc sebagus apa. Kemungkinan dia minta gajinya dikembaliken ke 2 digit. Karena menurut spoi-spoi gaji dia 1 juta Euro lebih rendah dari Pecco (di luar pendapatan sponsor dan bonus performa). Tetiba ini mengingatkan gw sama pirtinyiin apakah dia akan balapan penuh tahun depan...? Apakah briking nius tahun depan ditentukan oleh ludah dia tahun 2021...? Karena Malin Kundang berakhir dikutuk jadi batu. Jadi klo g mau jadi batu dia harus balik sama emaknya...? Semoga gw salah. Kuaci...??

Ekekekekekek padahal dulu ke gresini tanpa mengeluh skrng baru terasa pengen gaji seperti pabrik jepang. Jikapun tercapai clbk ipikih luca tetap jadi team matenya layaknya seperti pedrosa apa malah luca ke lcr dan masih tetap rider pengembang untuk siculas.
BalasHapus