#IkanNiuDiluarRencana Pecco Bagnaia: Saya Tetap Masih Kesulitan Beradaptasi





Setelah kepercayaan diri yang pulih pasca #BuriramTest, memakai aero dan fairing GP24 yang tidak boleh dia pakai tahun lalu meski mesin tetap Desmo GP25-1, Pecco pada akhirnya tetap keteteran di kualifikasi dan Sprint #ThaiGP. Kesulitan mengerem tetap ada dan pada akhirnya dia gagal lolos ke Q2.

"Di sesi kualifikasi, saya tidak mencetak lap yang bagus. Sejujurnya, kondisi telah berubah cukup banyak sejak sesi uji coba, cengkeraman ban lebih rendah, dan saya belum bisa beradaptasi dengannya. Saya sangat kesulitan, terutama pagi ini di sesi kualifikasi. Dengan ban bekas, hampir oke, tetapi di sesi time attack (ban baru), baik kemarin maupun hari ini, saya tidak merasakan apa-apa dan tidak bisa memacu motor seperti saat uji coba. Tapi itu masalah saya, motornya sama, hanya kondisinya yang berbeda, jadi saya sedang berusaha memahaminya. Namun, hari ini saya mencetak lebih banyak poin daripada di lima sprint terakhir tahun lalu, jadi saya harus melihat sisi positifnya dan tetap tenang, tenang, dan bekerja keras. Saya harus menerima keadaan apa adanya dan mencoba untuk meningkatkan performa" kata Pecco. 

"Kesulitan mengedalikan ban depan ini berbeda. Semua Ducati kesulitan saat pengereman dan memasuki tikungan, kami tidak bisa berhenti, tetapi sedikit berbeda dari tahun lalu. Saya pikir, dibandingkan dengan KTM dan Aprilia, kami kesulitan saat pengereman dan memasuki tikungan saat ini. Motor kami sedikit lebih sulit dihentikan daripada saat pengujian. Menurut saya, Marc melakukan pekerjaan yang fantastis seperti biasa, dia melakukan lap yang luar biasa di kualifikasi dan kemudian di balapan dia mampu beradaptasi dengan sangat cepat dan baik terhadap situasi tersebut. Kondisi panas ekstrim seperti yang dikatakan yang lain memang ada. Hari ini saya hampir terbakar saat berkendara, tapi ya okay. Setelah dua lap, peringatan panas berlebih muncul di dasbor, tapi Anda tidak bisa memperhatikannya. Jadi ya okay, dan cukup sulit untuk mengerem dan mendapatkan tenaga pada motor karena suhunya" tambahnya yang meski kecepatannya (top speed) masuk 5 besar.

Ya, ya, tapi saya finis di urutan kesembilan . Anda harus melihat itu. Saya melakukan kesalahan tiga lap sebelum finis, saya tidak bisa berhenti di tikungan pertama dan saya melebar. Ada garis tipis antara mampu berhenti dengan baik dan tidak berhenti sama sekali . Tapi dalam balapan saya rasa saya berkendara lebih baik daripada di kualifikasi, saya mampu lebih konsisten, lebih agresif di beberapa tikungan. Ini masalah saya, lebih dari masalah motornya. Motornya memang seperti itu. Kamu harus bisa memahaminya terlebih dahulu dan beradaptasi dengan semuanya. Seperti yang saya katakan, kondisinya sangat berbeda dari test, dan saya kesulitan dengan bagian depan motor. Motornya baru, dan ketika kamu dihadapkan dengan sesuatu yang baru, beberapa orang memahaminya lebih dulu, dan beberapa membutuhkan waktu lebih lama.  Saya membutuhkan waktu lebih lama untuk beradaptasi dengan hal-hal baru. Saya sedang berusaha, ini jelas proses yang panjang" katanya yang lalu ditanya soal KTM dan insiden Marc-Acosta.


"Saya rasa KTM tidak (sengaja) menyembunyikan potensinya. Kondisinya telah berubah sejak pengujian, dan Pedro serta KTM melakukan pekerjaan yang lebih baik dalam beradaptasi dengan situasi tersebut. Insiden yang terjadi? Saya tidak melihatnya" tutup Pecco Bagnaia.

Soal apa pandangan gw mengenai penalti Marc dan Alex (Marquez brothers) gw sudah bahas di postingan tadi malam yak.






Follow Twitter (update artikel dan curhatan) dan Youtube (podcast) #Mbak_Yu username @mbakyuaja #MarcoBezzecchi #LucaMarini #FrancoMorbidelli #PeccoBagnaia #MotoGP

Komentar

Posting Komentar

Ngegosip...?? Komen Gih... Tapi Inget Gw Tetap RAZIA... Ekekekekek...