Satu kelegaan bagi Ducati adalah mereka "nampak" sudah kembali setelah begitu kesulitan di seri luar Eropa. Meskipun yaaah toh Aprilia semuanya malah lolos Q2 untuk pertama kalinya di hari Jumat. Tapi 4 motor Aprilia di banding 5 motor Ducati dengan Alex Marquez memimpin, yaaah boleh dibilang comeback Friday lah. Di sesi Pra Kualifikasi dia crash yang untungnya masih outing pertama jadi masih ada waktu sehingga akhirnya dia lolos ke Q2.
"Ini memang hari yang aneh, tetapi potensinya tidak terlalu buruk . Pagi hari saya memulai dengan baik, tetapi ban belakang saya cepat aus dan saya kesulitan untuk konsisten. Secara umum, Marc dan saya setara, sementara Di Giannatonio dan Alex melaju sangat cepat. Sore hari saya mencoba hal kecil pada motor yang bisa sangat membantu saya, tetapi saya langsung terjatuh. Alex sangat kuat dengan part itu, jadi besok saya akan mencobanya lagi . Yang penting adalah tetap berada di 10 besar, dan dari posisi ke-2 dan seterusnya kami semua berdekatan" katanya mengakui menguji part baru yang nampaknya juga diuji oleh Marc Marquez di FP1. Dia lalu menjelaskan kenapa diacrash bahkan ketika baru mulai fast lap di Pra Kualifikasi.
“Saya ingin mengejar Alex, tetapi saya terlalu agresif, saya harus mengerem sedikit lebih dalam dan jalan di depan saya tertutup. Hal itu bisa terjadi. Tapi saya cukup tenang hari ini. Saya tahu sayalah yang membuat kesalahan, dan jika Anda gugup, Anda tidak bisa menyelesaikan apa pun. Lebih dari itu, saya tidak bisa menggunakan motor dengan modifikasi (yang dirubah), yang agak sulit, tetapi kecepatan dan sensasinya tidak terlalu buruk. Kami berhasil bekerja sedikit dan mencari tahu arah mana yang harus diambil, dan besok kami akan baik-baik saja" katanya tersenyum tenang karena motornya yang dipakai crash memang hancur meski g pakai lebur.
"Goiania, Austin, dan di sini cukup mirip. Texas sedikit lebih baik, tetapi saya merasa bisa memberikan sesuatu yang lebih di sini untuk balapan. Saat saya terjatuh, saya tidak bisa menyelesaikan banyak lap; saya harus mencoba mengoptimalkan waktu saya. Besok pagi kita akan mencoba untuk melangkah maju. Saya mencoba beradaptasi dengan pengereman karena saya tidak bisa memasuki tikungan seperti yang saya inginkan, karena jika saya mencoba menghentikan motor di ruang yang lebih sempit, bagian belakang terangkat dan ketika ban menyentuh tanah lagi, motor akan terdorong terlalu jauh. Begitu saya tahu cara melakukannya, saya menjadi cepat. Pada lap tercepat saya, saya melakukan kesalahan di Tikungan 11, saya melebar, tetapi bahkan tanpa itu, saya tidak akan bisa tetap dekat dengan Alex" katanya menjelaskan kejadian motornya bergoyang keras dalam pengereman.
"Pagi ini tidak berjalan dengan baik. Satu-satunya yang cepat adalah Alex, sementara Marc, Diggia, dan saya lebih dekat satu sama lain dalam hal kecepatan, tetapi hasilnya tidak terlalu bagus. Motor kami sangat oleng saat pengereman, jadi Anda harus menekan dan bagian belakang tergelincir, sehingga ketika Anda harus membuka gas, Anda belum berbelok dengan benar dan Anda memberi tekanan pada ban belakang" katanya mengakui masalah utama yang ingin dia selesaikan adalah keausan ban dalam balapan. Standar dia adalah KW2 di Jerez. Kalau dia g bisa sebagus 2024 dengan KW2 di Jerez, itu berarti motornya yang begitulah.

Komentar
Posting Komentar
Ngegosip...?? Komen Gih... Tapi Inget Gw Tetap RAZIA... Ekekekekek...