Ketika Seorang Valentino Rossi Asli Terpaksa Memakai Username Kedua Di Game Online Karena Username Asli Sudah Digondol Orang



Dalam podcast terbarunya ayank bebeb #Mbak_Yu Valentino Rossi mengakui sangat menikmati masa pensiunnya. Terutama karena dia pensiun tanpa cedera berat sehingga sekarang masih bisa berkarir sebagai pembalap. Disela-sela karirnya dia sibuk sebagai guru bagi para murid VR46 riders academy dan main game online.

"Ayah saya, Graziano, adalah seorang pembalap yang sudah pensiun; seperti saya, dia juga beralih dari sepeda motor ke mobil. Baginya, bermain dengan saya seperti menempatkan saya di atas sepeda motor; itu adalah puncak hubungan kami. Saat itu awal tahun 80-an, dan Anda bahkan bisa pergi ke kawasan industri dan bermain gokart. Dari situ, saya selalu bermimpi menjadi pembalap. Saya selalu merasa seperti pembalap, saya tidak pernah punya rencana B" kata bebeb Vale mengenang alasandia menjadi pembalap.

"Semakin tua Anda, semakin takut Anda. MotoGP adalah olahraga untuk orang-orang pemberani, sesuatu untuk anak muda berusia 22 tahun. Ketika Anda semakin tua, Anda harus mengubah 'ketakutan' ini dan, dengan pengalaman, kembali ke level yang sama, menggunakan apa yang telah Anda pelajari sepanjang karier Anda. Lebih berhati-hati; ketika Anda cedera, Anda tidak akan pernah kembali ke 100%, Anda hanya kembali ke 97%. Ketika Anda kembali, Anda memiliki keinginan yang semakin berkurang, Anda mencoba untuk membuat lebih sedikit kesalahan. Saya berhati-hati dan saya beruntung; saya cedera, tetapi tidak parah. Anda mencoba untuk tidak membicarakan rasa takut; itu hampir tabu, tetapi Anda harus menyimpannya; jika Anda merasakannya, lebih baik berhenti dan tinggal di rumah" tambahny entah memberi saran pada seseorang atau memang dia merefleksikan maa-masa akhir karirnya di MotoGP.

"Saat melakukan olahraga berbahaya, Anda menjadi percaya takhayul, takut terluka, meskipun harus saya akui bahwa hari ini saya lebih santai. Di atas motor, saya merasakannya lebih berat dan saya (akhirny) punya ritual tersendiri, seperti check list (kontrok laik terbang) di pesawat. Tidak percaya takhayul itu gila, meskipun tidak ada bedanya. Saya tidak memiliki ikatan emosional yang nyata dengan setiap motor yang pernah saya kendarai atau menangkan. Bagi saya, motor saya selalu sama, jiwanya sama, yang telah ada sejak Aprilia 125, Honda 500, hingga Yamaha MotoGP. Bagi seorang pembalap, MotoGP adalah upaya team dengan banyak orang yang bekerja untuk Anda. Anda bekerja di akhir pekan, tetapi kemudian ada momen ketika Anda sendirian dengannya, dengan motor Anda. Itu adalah momen emosional, Anda menciptakan sebuah hubungan. Anda sangat putus asa sehingga akhirnya Anda berbicara dengannya, itu seolah makhluk hidup dan tidak pernah sama dari satu momen ke momen berikutnya. Mungkin itu juga cara untuk berbicara dengan diri sendiri; mungkin motor itu tidak menjawab, tetapi mendengarkan Anda" katanya mengakui mempercayai takhayul sehingga punya ritual yang pada akhirnya adalah ciri khas dia. Termasuk ngomong sama motornya. 

Dia juga mengakui ketika menjadi rider Honda, dia diprioritaskan untuk mendapat support part paling duluan dan itu sempat bikin dia g enak dan memutuskan menunda memakai part sampai rider lain mendapatkan part yang sama. Sampai diminta tukar motor saking orang merasa dia memakai motor lebih komplit dibanding Biaggi dan Bayliss

"Saya pernah memikirkannya. Saya adalah pembalap pabrikan pertama, dan Honda selalu menyediakan suku cadang baru sepanjang tahun. Awalnya saya memilikinya, lalu mereka (rider lain) mendapatkannya. Terkadang saya tidak memasangnya dan menunggu mereka mendapatkannya (baru dipasang), tetapi itu gila. Saat ini (dengan kondisi balapan seketat sekarang), saya tidak akan melakukannya. Saya akan memasang semuanya dan mencoba memenangkan setiap balapan. Saat berada di sana, itu adalah sesuatu yang mengganggu saya (dituduh unggul karena motor), itulah sebabnya saya kemudian pindah ke Yamaha" jawabnya soal kepindahannya ke Yamaha dari Honda.

Pada akhirnya boys are boys, mau bijimana model berapa anak teteup klo bisa main game ya main game. Dan karena dia belum menikah, maka dia menikmati kehidupan ala bujang: main game online sekaligus latihan balapan mobil. Yang sayangnya dia yang notabene Valentino Rossi asli g bisa dapat username @valentinorossi jadinya dia pakai @valentinorossi2 yang artinya sudah ada 2 orang memakai username Valentino Rossi.

"Saya berlatih di simulator, yang sebenarnya adalah game video, tetapi game tingkat tinggi, iRacing. Gim ini dimainkan di PC, dan setir kemudinya sama dengan yang ada di mobil saya, lengkap dengan semua tombolnya. Anda bisa bermain daring, tetapi juga sendirian dan melakukan uji coba. Pacar saya bilang saya bersama 'teman-teman khayalan' saya di Discord. Secara online, username saya ValentinoRossi2, mereka mengambil yang nomor 1... Ada banyak level hingga level profesional, terkadang saya menang, tetapi lebih sering kalah. Tapi di sana berbeda, karena jam latihan dihitung dan Anda tetap harus terus berlatih. Game ini sangat imersif, saya duduk di stasiun dengan rem, dan di tiga layar terdapat kokpit sehingga Anda dapat melihat pertarungan dengan jelas! Game mobil sangat bagus, game motor tidak. Ada game MotoGP, dan game tahun 2004 sangat bagus, saya ikut di dalamnya dengan Yamaha. Sayangnya, untuk motor, simulator tidak ada. Anda harus bermain dengan kontroler dan itu berbeda. Saya berasal dari generasi yang tumbuh bersama video game. Saat masih kecil, Atari pertama dengan game tenis muncul, dan saya juga bermain SuperMarioKart. Pembalap kami hebat di sana, adik saya, Morbidelli, dan Bezzecchi. Itu sulit; untuk menjadi cepat, Anda harus mampu. Jadi, ketika saya punya waktu, saya bermain dan berlatih. Semua pembalap F1 bermain, bahkan Verstappen adalah penggemar berat simulator; dia bahkan berpikir latihan lebih penting daripada balap kart. Semuanya berlangsung di "game room". Di sana ada beberapa setelan motor dan mobil saya, helm terkeren dan paling terkenal dari karier saya, dua simulator dengan iRacing dan Gran Turismo, mesin pinball, meja biliar, dan TV besar" katanya menjabarkan bahwa rumahnya punya ruang khusus untuk game dan bersantai.

Dia juga adalah ikon Tavullia. Keberadaannya yang sempat dibuat ribut gegara pajak ketika memutuskan pindah kembali ke Tavullia dari Inggris pada akhirnya terlupakan (sudah minta maaf, dan dibayar dendanya) berganti dengan semakin padatnya dan terkenalnya kota kecil itu karena seorang Valentino Rossi.

"Mereka memasang rambu batas kecepatan 46 km/jam untuk menghormati saya, tetapi saya rasa batasnya 50 km/jam. Tavullia sekarang memiliki 10.000 penduduk, tetapi sebelumnya hanya 3.000. Ada banyak hal milik saya di sana, restoran, toko, kastil dengan toko saya... Anda sampai ke tembok dan di sana ada poster saya, itu kampung halaman saya, meskipun kecil" katanya.

Pada akhirnya dia mengakui tidak ingin para putrinya jadi pembalap meski tetap ingin mereka menjadi atlet. Cedera parah sang adik, Luca Marini di sirkuit Suzuka tahun lalu (patah tulang dada dan pinggul) adalah titik balik di mana dia mengerti seperti apa perassaan Mama Stefania, sang ibu ketika dia mengalami cedera parah saat masih balapan (cedera paling parah adalah ketika kakinya patah di Mugello).

"Putri-putri saya hidup dikelilingi oleh motor-motor saya, tetapi saya ingin mereka tidak balapan. Saya sudah bisa melihatnya pada saudara laki-laki saya yang balapan di MotoGP; dalam beberapa tahun terakhir, saya telah memahami apa yang dirasakan ibu saya. Tetapi saya ingin mereka menjadi atlet" tutupnya yang akhirnya takut sendiri anaknya kenapa-napa kalau jadi pembalap. Yaa mungkin karena itu anak cwe, jadi lebih ingin anaknya tanpa bekas luka tanpa patah-patah. Klo anaknya cwo mah gw rasa lain cerita heheheheh.


Follow Twitter (update artikel dan curhatan) dan Youtube (podcast) #Mbak_Yu username @mbakyuaja #MarcoBezzecchi #LucaMarini #FrancoMorbidelli #PeccoBagnaia #MotoGP

Komentar