Ketika Jorge Martin Mengikuti Jejak Valentino Rossi Kalau Soal Anak: Mereka Bisa Melakukan Apa Saja Asal Bukan Pembalap





Setelah tahun lalu absen dengan cedera parah dan hanya bisa menyaksikan #SpanishGP dari layar HP di rumah sakit Qatar, #JurdunMangkage Jorge Martin akhirnya bisa kembali ke homerace Jerez. Dengan sumringah dengan ceria, sebagai runner up klasemen di bawah sang team mate, si kriwil Marco Bezzecchi. Terlepas dari posisinya di klasemen, kembali balapan di Jerez terasa lebih membahagiakan baginya.Dia bahkan belum berniat untuk menang meski ingin. Harus gw akui, pengendalian diri adalah hal paling hebat dalam karakter barunya musim ini. Karena itu adalah hal yang sulit bahkan buat gw.


"Ini jelas merupakan awal musim yang hebat, tetapi saya belum merasa siap untuk memenangkan GP . Kita lihat saja, jika saya mendapat kesempatan, saya akan mencoba, tetapi saya sudah senang berada di sini. Setahun yang lalu saya menonton balapan di ponsel saya, dari rumah sakit di Qatar, jadi berada di sini sudah merupakan kemenangan bagi saya. Saya sangat bahagia, saya tidak menyesali masa lalu, saya selalu berusaha belajar dan berkembang. Musim lalu sangat sulit, tetapi itu memungkinkan saya menjadi pribadi seperti sekarang ini. Sekarang saya merasa lebih kuat dan menjadi pribadi yang lebih baik. Podium di Brasil dan kemenangan di Sprint di Austin sangat luar biasa. Sekarang sulit untuk melangkah lebih jauh, karena satu-satunya (pencapaian) yang tersisa adalah menang pada hari Minggu. Kita lihat saja apa yang bisa saya lakukan, tetapi yang penting adalah menikmati momen ini" katanya yang tertawa karena dia tanya apakah dia berniat crash lagi saat wheelie seperti di COTA karena terlalu lama libur meki itu juga bagu untuk pemulihan fisiknya.


“Mungkin hari Minggu nanti aku akan jatuh lagi karena wheelie (sambil tertawa). Saya sangat menikmati tinggal di rumah, mengikuti rutinitas latihan saya, saya punya waktu untuk bersantai dan bahkan demam, saya merasa hampir mati memikirkan tidak bisa balapan di Jerez (tertawa lagi). Tetapi soal fisik saya, saya tidak tahu, itu tidak mungkin diketahui. Dari segi berkendara, saya rasa saya sudah sangat dekat dengan 100%, rasa sakitnya berkurang banyak, meskipun butuh waktu lebih lama daripada sebelumnya untuk pulih. Saya harap ini hanya masalah waktu. Saya perhatikan bahwa di Thailand jauh lebih sulit, di Brasil saya menderita dan di Austin... Saya juga menderita (gegara crash wheelie, tertawa). Jerez adalah track yang kurang menuntut fisik dan saya harap kondisi saya membaik dari balapan ke balapan" tambahnya yang tidakmai terprovokasi dengan pernyataan si culas Marc Marquez yang bilang bahwa hanya dia yang bisa menghentikan sang team mate, si kriwil Marco Bezzecchi di awal musim ini. Iniadalah pernyataan provokasi khas Marc Marquez dan Martin tegas menolak terprovokasi.

"Dialah yang mempertahankan gelarnya, saya di sini menonton dan tentu saja berharap bisa bertarung dengan Marco. Tapi saya rasa saya bukan satu-satunya, dia punya banyak rival dan saya pikir di Jerez ini Marco dan Marc adalah favoritnya. Jika aku punya kesempatan untuk menang, saya akan melakukan apa saja untuk mendapatkannya, tetapi saya tidak ingin melakukan lebih dari yang saya mampu, kalau tidak saya mungkin akan cedera lagi dan saya tidak menginginkan itu" katanya yang sudah trauma cedera parah dan panjang. 

“Kondisi (mental saya) jauh lebih, setelah memenangkan gelar memberi saya ketenangan pikiran. Saya tentu masih lapar, ketika saya sudah tidak merasakannya lagi, saya akan berhenti (pensiun). Sekarang saya bahagia dan sehat, setahun yang lalu saya mengalami 14 patah tulang rusuk, sekarang saya bisa balapan di depan penonton ini, saya tidak bisa meminta lebih dari itu. Saya merasa Aprilia adalah motor saya sekarang. Sensasinya mirip dengan tahun 2024, tetapi saya harus mengubah beberapa hal dalam gaya berkendara saya untuk beradaptasi dengan motor ini. Saya tidak akan membahas detailnya, tetapi begitu saya mencoba motor ini dalam uji coba di Thailand, saya menyadari bahwa ini adalah paket yang bagus, semuanya menjadi lebih mudah. ​​Namun, saya masih butuh waktu, saya masih harus mencoba beberapa bagian yang tidak cocok karena keterbatasan waktu. Uji coba hari Senin (#JeresTest) akan penting untuk melangkah maju karena motor saya lebih lincah daripada motor Marco, lebih menguras tenaga jawabnya yang rupanya masih berniatmembuat motor ala Martin nanti di #JerezTest. Gw mulai agak hmmmm pas membahas ini. Karena tahun lalu tiap dia mencoba bikin motor ala Martin, dia malah cedera. Pada akhirnya dia ditanyasoal sejarahnya bersama Jerez dan masa depannya kalau seandainya pensiun dan punya anak.

“Saya pergi ke sirkuit ini untuk pertama kalinya pada tahun 2009 bersama ayah saya. Dia membeli dua tiket masuk untuk VIP Village, dan saya cedera, seperti biasa (sambil tertawa sarkas). Saya ingat Valentino menang. Emosinya luar biasa. Itu adalah momen ketika saya mengatakan pada diri sendiri bahwa saya akan melakukan ini selama sisa hidup saya. Saya tidak pernah membayangkan semua yang akan saya raih. Memiliki anak seorang pembalap? Kedengarannya sangat menyenangkan, dan tentu saja saya akan mengatakan ya, tetapi saya tidak bersedia menanggung semua hal yang harus dilalui untuk sampai ke sana. Dia bisa melakukan apa pun yang dia inginkan, tetapi bukan sepeda motor, tidak" jawabnya tegas. Ini persis dengan Valentino Rossi, setelah namanya tercatat mentereng sulit disingkirkan di MotoGP, malah ingin anak-anaknya jangan jadi pembalap. Karena justru mereka mengalami sendiri yang namanya cedera parah, secara psikologi orang tua yang baik, mereka akan otomatis menjauhkan anaknya dari pengalaman menyakitkan yang sama.





Follow Twitter (update artikel dan curhatan) dan Youtube (podcast) #Mbak_Yu username @mbakyuaja #MarcoBezzecchi #LucaMarini #FrancoMorbidelli #PeccoBagnaia #MotoGP

Komentar