Gosip Selama Gw G Posting: Belum Juga Jurdun Lagi, MSMA Bersiap Membungkam Honda. DiGia Mengancam Hengkang Dari Ducati (Bulega Ngantri Ini Mah),




Yang dengar podcast terbaru Suka-Suka part 2 pasti tau kenapa judul gosip gw bisa begitu ekekekek. Jadi terkait dengan analisa gw di podcast (entah karenamereka dengar podcast apa bijimana). Gosipnya MSMA bersiap membungkam Honda menghadapi era 850cc. Kalau Ducati dibungkam dengan konsesi baru karena inovasinya sulit terkejar, maka era mulai dari nol 850cc membuat para pabrikan ingin membungkam Honda. Fakta bahwa bahkan pabrikan ini belum ada tanda-tanda bisa kembali jurdun tidak menghalangi para pabrikan pesaing untuk bersiap membungkam mereka karena satu fakt tak terbantahkan: UANG. Angka penjualan Honda (jutaan motor Honda dibanding ratusan ribu motor Ducati) menyebabkan Honda punya dana tanpa batas untuk pengembangan motor. Ketika semua mulai dari nol di era 850cc, keuangan jelas yang paling diutamakan karena pengembangan motor akan lebih mudah meski itu juga tetap harus didukung sumber daya manusia dengan adanya preseden Yamaha.

Yang membuat para pabrikan kuatir adalah kombinasi uang Honda, ditambah hasil test private Sepang (ini lu cek podcast terbaru) di tangan test rider Nakagami, ditambah #JurdunMenclaMencle Snack Taro yang bisa mengkonversi perfomra test private Speang menjadi performa di balapan, dianggap bisa membahayakan para pabrikan pesaing. Jangan lupa papi peri Puig sedang membujuk Tech3 untuk bergabung (soal daya tawar, lu cek podcast terbaru) sehingga mereka mungkin bisa balapan dengan 6 motor di track. Kata journo belakang paddock, Honda era 850cc akan menjadi Ducati ala 1000cc ala 2024. Mendominasi tanpa menyisakan ruang sedikit pun bagi pabrikan lain, lalu tambahkan kuaci DUIT sebagai katalis.

Tech3 sendiri dikabarkan pusing tujuh keliling sama Vinales dan KTM sehingga ada kemungkinan pindah haluan ke Honda yang punya test rider lebih dari satu dan pembalap Superbike yang juga haus balapan MotoGP sehingga pasti mau jadi rider pengganti. Fakta bahwa Tech3 akan turun dengan 1 motor akhir pekan ini membuat Steiner gosipnya gusar di belakang paddock. Liberty Media sampai ingin kembali membiacarakan opsi rider cadangan yang stand by selalu di paddock untuk menggantikan rider ala F1. Hal ini karena Pol Espargaro yang bisa menggantikan Vinales juga ternyata cedera, dengan Dani Pedrosa yang tidak siap (dan tidak mau) balapan apalagi Kalio yang memang jauh dari siap. Mereka g ada team di Superbike jadi g ada pembalap Superbike yang bisa tiba-tiba dicomot.

Di sisi lain, DiGia digosipkan mengancam Ducati untuk perpanjangan kontraknya. Dia tahun depan akan ada di bawah kontrak satelit VR46 lagi meski sejauh ini dia adalah rider Ducati terbaik di klasemen. Yeah, Ducati paling ahli dalam nyampah-nyampahin rider. Soal kembali jadi rider kontrakssatelit, DiGia g keberatan (gaji juga naik kak) tetapi dia meminta support pabrikan secara penuh tetap dia dapatkan seperti 2 tahun ini. Misilihnyi Ducati belum tentu mau karena mereka akan ngurusin para Spanyol: Holgado, Aldeguer, Acosta dan si culas Marc Marquez. Dan tersisa para rider Italia: DiGia dan Bastianini menjadi anak tiri di "rumah" sendiri. DiGia bukan tanpa opsi, Trackhouse buka pintu, Tech3 entah itu jadi ke Honda atau tetap di KTM juga akan buka pintu, bahkan kalau Honda yang kontrak dia untuk Tech3 dan membantu pengembangan, dia akan mendapat gaji jauh lebih tinggi. Di bagi VR46 sendiri dan bagi Ducati, itu sebenarnya solusi dari sakit kepala soal Bulega mau ditaruh di mana. Karena dominasi Bulega di Superbike (dia kemarin bikin rekor pulak) dan statusnya jadi test rider Desmo GP27, membuat Ducati sulit melepas dia ke Aprilia Trackhouse kalau Bulega keukeuh naik ke MotoGP.

Follow Twitter (update artikel dan curhatan) dan Youtube (podcast) #Mbak_Yu username @mbakyuaja #MarcoBezzecchi #LucaMarini #FrancoMorbidelli #PeccoBagnaia #MotoGP

Komentar