Gw waktu tau ini barang langsung ngekek... Wkwkwkwkwk... Pada akhirnya "semoga gw salah" yang dituding para #ABR sebagai konspirasi ternyata toh ada di otak para petinggi sekelas Papi Peri Gigi. Sooo di awal tahun ini yang ngitil podcast gw pasti tau gw bilang semoga gw ssalah ori udah dicabut dari si empunya bertahun-tahun, si culas #MalinKundangPerebutHakOrang Marc Marquez. Fakta bahwa dia tahun ini bahkan harus memikirkan cara menghemat ban tanpa melakukan kesalahan berbanding terbalik dengan tahun lalu yang meski dengan mesin yang sama dia mendominasi ketika rider lain bersusah payah menyiasati ban. Gw bilang taahun ini semoga gw salah si ori dipindah ke para rookie yang juga adalah rider di dua pabrikan terbapuk meski sejauhini keduanyamasih g jelas makainya bijimana dan hanya Moreira yang sejauh ini bisa sedikit mengeksekusinya menjadi poin (di Brazil dia pakai Medium sedang Toprak pakai Soft) tetapi fakta bahwa #BanGhoib ori g lagi ada di tangan pemilik lama terlihat jelas bahkan di #ThaiGP, track kekuasaan Ducati. Di Goiania dia bahkan harus mengalah dari DiGia karena takut crash setelah bannya melewati aspal tacibeng yang biasanya dia hantam karena toh kondisinya mirip track COTA.
Sooo, setelah di #ThaiGP para #ABR pemuja Marc Marquez dan Ducati menyangkal ada maasalah dengan motornya dengan beralasan "baru satu race". Fakta bahwa Ducati kembali ke podium tetapi dengan sesembahan mereka Marc Marquez dikalahkan oleh klan VR46 meskipun statusnyaanak tiri, DiGia cukup menghantam psikologis para penyembahnya termasuk Papi Peri Gigi sendiri. Gosip berhembus spoi-spoi beredar pembicaraan di di belakang paddock yang mengatakan bahwa Aprilia lah yang mendapatkan ori aka ban ramah rider sehingga RS-GP jadi sangat cepat bahkan di tikungan yang merupakan keunggulan Yamaha M1 Inline dahulu kala sebelum V4 bikin kacau di paddock Yamaha. Saking insecure dengan kondisi Aprilia yang bertengger di klasemen sementara dengan motor yang totally rider friendly meski kondisi track sulit, dia gosipnya curiga ban carcass khusus yang dibawa neng Michel ke Buriram dan Goiania (karena sama-sama carcass tahan panas) lebih menguntungkan Aprilia daripada pabrikan lain yang kesulitan dengan grip dan keausan. Singkatnya dia menuduh Aprilia CURANG karena didukung oleh ban.
Well, apakah ini hanya kecurigaan untuk menutupi kelemahan mesin Desmo GP25-1 yang meski sudah diupdate menjadi GP26 malah makin keliatan kelemahannya karena Aprlia justru lebih baik dengan update mereka meski memakai mesin yang sama dengan tahun lalu tetapi aero dan sasis update mereka nampaknya sangat efektif meningkatkan motor sehingga jadi lebih baik dari Desmo GP26 di tangan "raja" Marc Marquez. Tapi menurut gw, klo lu menuding pihak yang lebih baikdari lu curang gegara diuntungkan oleh ban, lah si Marc tahun lalu apa kabar...? Sampai Pecco selalu keteteran dan tampil buruk tiap ban khusus nongol. Dan setau gw dengan aturan hanya 2 kompon saat ini, jumlah ori yang beredar selain yang dipatok menjadi sulit dijatah karena jumlah unit per kompon menjadi lebih banyak dari tahun lalu bahkan untuk seri Goiania itu setau gw sepenuhnya masuk undian dan Marc sorry to say semoga gw salah, sekarang masuk dalam peserta undian dan sudah bukan lagi peserta jatah. Tapi semoga gw salah karena di COTA nanti adalah track kekuasaan dia dengan Trackhouse yang juga Aprilia, menjadi team akamsi dan teamVR46 yang membantu promosi #USGP nampaknya sudah membuat Liberty Media senang dengan promosi mereka lewat livery khusus. Ini adalah tahun terakhir Michelin, dengan bagaimana cerita mereka terdepak dari MotoGP, wajar tahun ini mereka bodo amat sama pesanan #KtpS dan lebih mikir pesanan LM.

Well, dengan carcas standart di cota, apakah pecco akan improve dengan desmonya, seperti tahun lalu saat pakai carcas standart?
BalasHapus