Rangkuman Gw Untuk #USGP (Perpaduan Malas Ngetik, Ngantuk, Harus Nyangkul dan Upacara Senin): Marc Marquez Terus Menyangkal Masalah Di Ducati Adalah Masalah Sebenarnya...??
Balapan #USGP COTA membuat nama Bez tercatat dalam sejarah yang sulit untuk dicatat sebagian besar grid bahkan oleh Marc Marquez. Rekor pertama: 3 Balapan 2026 dan Bez mencatatkan namanya MENEMANI si culas Marc Marquez sebagai rider yang menang di 3 balapan pertama musim yang dicatatkan lebih dari 10 tahun lalu. Rekor kedua: Si kriwil Bez juga mencatatkan namanya rider yang memimpin balapan dengan jumlah lap terbanyak berturut-turut yaitu 121 lap (kemungkinan masih nambah), mengalahkan rekor yang dipegang rider pensiun artis Lorenzo tahun 2015 sebanyk 105 lap yang mana Marc Marquez nyaris g ada namanya di situ (urutan4 apa yak). Rekor ketiga: Dia juga mencatatkan namanya di antara para "rider petinggi" MotoGP sebagai rider yang menang 5 balapan panjang berturut-turut yang diisi oleh sang guru Ayank Bebeb #Mbak_Yu Valentino Rossi dan lawan yang bikin dia kena penalti 2 grid: si culas Marc Marquez (soal kenapa gw bilang ini agak culas ada di podcast colongan kemarin).
Papi Peri Gigi Dall'Iga yang setelah #BrazilianGP masih dengan enggan mengakui GP26 yang bermesin GP25-1 plus update memiliki masalah malah gosipnya menuduh Aprilia yang mengembangkan motornya dengan luar biasa secara "tidak adil" diuntungkan oleh ban khusus carcass keras yang digunakan #BanGhoib Michelin di Buriram dan Goiania sebagai alasan Ducati keok melawan Aprilia di 2 seri pertama dan alasan Ducati putus rekor podium di track khas mereka: Buriram.
Media dan fans #ABR penyembah Marc Marquez dengan senang hati merasa Bez layak dipenalti 2 grid karena menghalangi "tuhan" mereka time attack. Soal ini gw bilang Bez sama sekali g tau Marc tetiba nongol di belakang dengan sangat cepat karena dia fokus ngerem gegara Luca di depan melambat. Jelas g aada waktu untuk dia melihat ke belakang ketika dia fokus agar g menabrak Luca di depan. Bez dengan ikhlas menerima penalti karena itu aturannya. #ABR boleh berandai-andai kalau Marc g dapat penalti Long Lap mungkin bisa podium atau menang. Well, fakta bahwa dia jugalemah di Sprint race sehingga mengeluarkan sapu jagad demi mencegah gagal battle lagi melawan DiGia (yang adalah klan VR46) murni adalah kesalahan Marc dan dia layak untuk penalti. Apakah tanpa penalti dia akan tetap menang...?? Melawan Bez dan Martin...?? Yakin dia bisa menang tanpa manuver licik...??
Fakta bahwa di COTA tidak ada satu pun Ducati di podium malahan nyaris all Aprilia podium (klo bukan gegara Ogura rusak mesin) dan bahwa Ducati memang kesulitan dengan grip yang sejak tahun lalu sudah jelas jadi sasaran kritik Pecco yang memang sudah menduga kesulitan itu akan berlanjut tahun ini karena mesin akan tetap sama justru makin keliatan. Dan di COTA itu terlihaat jelas. Marc Marquez yang finish Top% mengaku g ada masalah grip dan motornya baik-baiksaja meskipun dibandingkan tahun lalu dengan carcass standar Michelin, dia justru malah kesulitan di awal balapan ketika ban masih baru dan bisa semakin baik ketika ban sudah aus (yang sebenarnya khas ban ori langganan dia di COTA). DiGia dan Alex lebih di mode bertahan sebisa mungkin dengan keausan ban yang saking bikin pusing sampai dilahap dengan mudah lagi-lagi oleh Ai Ogura sebelum rusak mesin. Pecco...?? Di antara semuanya adalah yang paling g pernah akur sama aus ban mesis Desmo GP25-1 meski sudah dibalut update dan aero baru GP26. Dia berusaha menghemat ban tetapi bahkan dengan menghemat ban pun dia sudah habis ban dalam 8 lap, tahun lalu dia cukup baik dengan ban standar tetapi kali ini entah karena pakai seat aero baru adanya malah makin cepat habis ban dia.
Di antara 4 rider pabrikan hanya Marc Marquez yang bilang motor itu malah semakin baik ketika ban sudah aus sedangkan yang lain pusing sama ban. Dia mengatakan buruknya performa dia di COTA lebih karena faktor dianya, mulai dari time attack gagal di kualifikasi ditambah penalti long lap. Dia menyangkal neng Desmo ada masalah grip. Yang menurut gw, kalau Papi Peri Gigi hanya menganggap bahwa Ducati hanya memiliki 1 rider untuk didengar (sejak tahun lalu begitu) dan itu adalah Marc Marquez yang bahkan sejak di Honda dikatakan oleh pengamat menjadi penyebab Honda kehilangan arah karena dia terus menyangkal dan menyembunyikan masalah motor. Maka Ducati akan sulit membaik. Grip ban belakang yang sulit kalau g dibikin "berat" membuat pengereman menjadi sulit berujung ban habis lebih cepat adalah masalah yang tidak dihadapi oleh Marc tetapi dihadapi oleh rider Ducati lain.
Pedro Acosta yang menjadi saksi hidup kesuksesan Aprilia berkali-kali musim ini mengatakan motor Aprilia tahun ini (meskipun mereka masih memakai mesin tahun lalu) lebih ringan dan aero membantu mereka mendapatkan grip yang diperlukan tanpa menyebabkan ban aus terlalu banyak dan juga menikung lebih lincah. RC16 dia mengalami kemajuan dalam hal keausan ban (mesin juga pakai mesin tahun lalu tetapi mengorbankan top speed demi ban awet) tetapi Aprilia satu setengah hingga dua langkah lebih maju di banding mereka. Aero Aprilia sendiri adalah hal yang dibenci pengamat #ABR pemuja Marc Marquez dengan mengatakan fakta bahwa Bez tetap bagus meski rear aero dia rusak pasca kontak dengan Acosta membuktikan Aero itu g ada gunanya. Well, klo disimpulkan dari perkataan Acosta soal ringannya RS-GP dan rear aero Bez yang hancur, menunjukkan bahwa hilangnya aero itu justru membuat ban Bez lebih awet karena tekanan di bagian belakang berkurang. Kata Papi Peri Rivola, kemampuan adaptasi Bez yang membuat dia bisa menyesuaikan kondisi rear aero hancur dengan kondisi grip ban belakang saat pengereman selama balapan.
Kembali lagi ke Ducati. #SpanishGP akan disambung dengan #JerezTest. Kita lihat apa yang akan Papi Peri Gigi lakukan dengan mesin GP25-1 yang bikin berat pantat motor itu. Karena semoga gw salah, rear aero yang Ducati butuhkan sekarang bukan lah yang bikin berat untuk dapat grip belakang tetapi justru yang bikin ringan bagian belakang diimbangi kestabilan bagian depan agar kesulitan pengereman berkurang. The damage has been done, mesin GP25-1 sudah g bisa diutak-atik. Yang bisa dilakukan adalah membuatnya lebih ringan secara fleksibel di belakang dan lebih berat di depan. Tapi klo si "tuhan" bilang g ada masalah sama motor yaaa, sudah lah... Bercokol lah dalam denial dan menikmati apa yang dirasakan Honda ketika pengembangan mereka hancur lebur gegara cuma dengerin Marc Marquez.
Honda...?? Somehow gw cuma bisa melihat performa mereka dari Luca Marini yang paling stabil di awal musim ini. Kemarin dia lolos ke Q2 menunjukkan bahwa RC213V memang sudah membaik. Ditambah dia juga pulang bawa poin penting ketika rider Honda lain yang grasak-grusuk malah crash lagi. Ada yang bilang, kondisi track dan Honda itu dilihat dari Luca Marini. Klo dia crash berarti track kondisinya buruk. Klo dia lolos Q2 artinya mesinnya memang membaik. Karena rider Honda lainnya adalah fatamorgana.
Yamaha...?? Selamat untuk #JurdunWSBK Toprak Razgatlioglu atas poin pertamanya dan finish sebagai Yamaha terbaik. Snack Taro memang sudah memprediksi M1 akan tampil lebih buruk di COTA dibanding di Goiania, dan itu terbukti. 4 Yamaha finish sebagai pabrikan sunmori di bagian belakang. Nothing to say dengan KTM yang kondisinya mirip Ducati tetapi tidak masuk dalam sorotan karena memang dari tahun lalu pabrikan ini yah seperti itulah, hanya bisa mengandalkan Acosta dengan para rider KTM lainnya masih mencari jati diri bersama RC16 yang terlalu dini untuk bilang lebih baik dari tahun lalu. Tetapi kalau hanya melihat performa Acosta yang sempat memimpin klasemen, memang KTM sudah membaik tahun ini.
So, recording podcast besok yah. Gw mau pulang tidur sepulang nyangkul hari ini. Mau podcast colongan juga keknya g sempat karena ini hari Senin pasca libur panjang jadi pasti g bisa nyolong gw.
enea sempet ngerecokin si culas beberapa lap semalem tuh mbak, kayanya dia ada kesel perkara Q2 kemarin wkwkwk
BalasHapusTaunya motor tinggal pakai aja... Karena gaya bawa motornya kasar, ya masalahnya ga bakal ketahuan, plus udah kadung di manja ban ori dari dulu.. Emang dasarnya dia gak tau problem motornya, yang penting sesuai keinginan dia, dan nyaman untuk dia, jadi motor gak ada masalah hanya untuk dia.. Hehe
BalasHapus