Sambil Gw Kirim Raw Podcast Kita Ngegosip: Media Dan Pengamat Akhirnya Mengakui Pecco Adalah Kunci Pengembangan Ducati...??






Sooo, kemaringw sibuk nyari bahan podcast part 1 dan recording podcast, jadi hari ini sebelum gw kirim file raw podcast buat diedit sama admin akun kita ngegosip dulu. Cukup menarik bahwa pengamat #ABR penyembah Marc Marquez dengan enggan mengakui bahwa kejatuhan Ducati adalah karena mereka mengabaikan Pecco. Memang Ducati meraih triple crown tahun lalu dengan si culas #MalinKundangPerebutHakOrang mendominasi. Tetapi secara statistik, performa keseluruhan rider di pabrikan itu justru menurun dibanding tahun 2024 ketika Pecco gagal jurdun dengan selisih 5 poin dibanding rider teamsatelit Ducati, #JurdunMangkage Jorge Martin. Motor menjadi tidak rider friendly karena hanya bisa dikendarai oleh Marc Marquez, persis sama dengan apa yang terjadi di Honda. Ducati menyangkal ada masalah meski Pecco dengan vokal bilang ini bukan motor yang dia mau. Bukti bahwa Pecco adalah pengembang terbaik di Ducati bisa terlihat dari performa para rider lain di atas motor kembangannya: kalau rider satelit juga kompetitif sama seperti dia, maka itu artinya motor dikembangkan dengan sangat baik jadi bisa dikendarai oleh semua orang. Tetapi sejak 2025 ketika Ducati "menipu" Pecco dengan GP25-1, semua berubah.

Tahun ini mereka akan tetap memakai mesin yang sama, GP25-1 dengan update fairing 2024 dan sasis tetap 2025. Feeling memang membaikselama test pra musim, lalu datang. Rekor podium terputus tepat di sirkuit khas dan Ducati friendly, Buriram. Sayangnya media dan pengamat masih membeokan penyangkalam Papi Peri Gigi, menuding ban ada di balik semuanya dan tidak ada masalah dengan motornya. Sampai akhirnya di #USGP mereka meski enggan mengakui, menjiplak rear dan seat aero Aprilia buatan mantan insinyur Ducati sendiri: Fabiano Sterlacchini. Tudingan Aprilia hanya diuntungkan oleh ban khusus justru terpatahkan di COTA. Fakta bahwa si culas #MalinKundangPerebutHakOrang Marc Marquez yang mereka sebut king of COTA" justru absen di semua podium. Crash termakan sapu jagadnya sendiri di balapan Sprint dan sebagai konskuensi penalti Long Lap, dia finish P5 di balapan panjang.

Meski para penyembahnya menuding itu karena masalah bahu dan penalti. Menurut gw itu g bisa terus jadi excuse. Bahu dia sama sekali tidak patah yang semestinya kalau dia menghindari crash disetiap track yang dia datangi, mungkin sudah 100% sembuh. Sayangnya dia pamer dan caper bahwa dia sudah latihan di atas motor hanya 2 minggu setelah operasi dan ketika latihan di Sirkuit Aspar dia crash dengan cara buruk. Sejak itu bahkan disetiap track di test pra musim dia selalu crash, termasuk setiap track di seri awal musim sejauh ini. Sekarang yang jadi pertanyaan adalah NIAT DIA UNTUK MENYEMBUHKAN BAHUNYA. Karena alasan bahu dia gunakan untuk menutupi bahwa dia kesulitan dengan motornya dan menutupi bahwa motornya ada masalah. Entah apakah dia sengaja mengatakan hal sebaliknya mengenai masalah motor HANYA UNTUK MENCEGAH PENGEMBANGAN MENJADI RIDER FRIENDLY...?? Sehingga dia bisa "bersinar dan pamer" bahwa hanya dia yang bise mengendarai motor itu...?? Serakah, egois, licik, culas, klo memang benar.

Gosip terbarunya adalah Ketua DPRD Tingkat Pusat Carmelo Ezpeleta mengatakan bahwa sebenarnya semua top rider sudah menandatangani kontrak dengan team pilihan mereka. Pengumuman yang seharusnya sudah dilakukan, diputuskan ditunda untuk mencegah kritik publik terutama bila paruh pertama musim tidak berjalan dengan baik. Martin sudah menandatangani kontrak 2 tahun dengan Yamaha. Pecco sudah menandatangani kontrak 2+2 tahun dengan Aprilia dan ini yang entah kenapa setelah kejatuhan Ducati di COTA, membuat para pengamat pemuja Marc Marquez mengakui ada yang salah dengan motor. Sapu jagad yang dengan enggan mereka akui sebagai "bodoh" menurut mereka adalah pertanda bahwa motor itu bahkan g bisa bikin Marc kompetitif di COTA. Karena insiden sprint race adalah analisa paling jernih tanpa ada bayangan long lap penalty. Marc sapu jagad DiGia di lap pertama ketika bersaing untuk posisi depan menunjukkan bahwa Marc merasa dikurang kompetitif terutama pascca dia kalah battle di Goiania #BrazilianGP dan DiGia meraih pole position di COTA. Jurus kotor ini selalu keluar kalau dia merasa kurang mumpuni untuk mengalahkan lawannya. Sapu jagad: memaksa masuk dari dalam dengan cepat di celah sekecil apa pun, memaksa rider di bagian luar mengangkat motor dan melambat kalau tidak akan ada kontak. Sayangnya itu berakhir buruk karena dia terjatuh dan RD baru bukanlah Mike Webb yang adalah #ABR tingkat dewa, RD dengan mudah memberinya penalti long lap meski Marc menggunakan alasan tidak sengaja dan terisap slip stream DiGia alih-alih mengakui kesulitan sama motornya.

Sebenarnya ini juga alasan g masuk akal. Dia bukan lagi rider rookie. Dia adalah salah satu rider tertua di track dengan 9 gelar jurdun yang sangat hapal resiko slip stream. Tetapi alasan ini jelas membuat masalah di Desmo GP26 tidak terlihat, lagi-lagi. Dan itu adalah analisa pengamat #ABR sendiri. Kepergian Pecco yang pengumumannya diputuskan ditunda ke Aprilia pada akhirnya membuat pengamat mengakui: Ducati akan kehilangan salah satu rider tercerdas dan aset pengembang mereka, hanya demi ingin membayar Marc Marquez dengan 1 gelar bagi Ducati dengan menurunkan gaji Pecco yang memberi 2 gelar dan motor terbaik untuk Ducati. Gabarrini dikabarkan juga akan mengikuti Pecco ke Aprilia karena Acosta akan membawa kepala krunya sendiri. Acosta harus diakui mulai menampakkan kemampuan mengembangkan motor di KTM. Meski awalnya dia hanya bersinar sendiri dengan bertengger sebagai pemimpin klasemen di Buriram, tetapi performa Enea Bastianini di COTA menunjukkan bahwa dia bisa membangun basis yang bagus untuk RC16 dan Enea akhirnya bisa menemukan solusi terlepas apakah itu juga ada kaitan dengan ban carcass standar (atau malah ketiban ori?).

Pirtinyiinyi, Ducati kehilangan Pecco sebagai rider pengembang terbaik mereka, lalu mengambil Acosta yang dikenal keras soal pengembangan (dia sampai ribut sama Vinales soal pengembangan tahun ini), lalu si culas Marc Marquez yang cenderung mengabaikan pengembangan motor rider friendly karena dia lebih suka motor kacau yang bisa dia kendarai sendiri. Akankah Acosta menjadi korban team mate Marc Marquez lainnya...?? Apakah para rider satelit Ducati akan menerima konsekuensi yang sama seperti Ducati 2025...?? Di sisi lain rider cool Morbidelli tampaknya bersiap hengkang dari VR46 karena Aldeguer sudah tanda tangan kontrak dengan Ducati untuk ditempatkan di VR46 dan DiGia akan menjadi rider satelit lagi dengan kontrak di bawah satelit tetapi dapat motor pabrikan.

Yo wes. Gw slowrespond mau nyangkul sambil kirim file podcast.


Follow Twitter (update artikel dan curhatan) dan Youtube (podcast) #Mbak_Yu username @mbakyuaja #MarcoBezzecchi #LucaMarini #FrancoMorbidelli #PeccoBagnaia #MotoGP

Komentar

  1. Mbak_yu, baca komentar si jorno kuda Niel H sebel dah.. katanya performa Pecco jelek gitu suruh Rivola peetimbangkan lagi tawaran kontrak 2+2,, bilang tidak layaklah dsb

    BalasHapus
    Balasan
    1. pecco itu infonya udah ttd 2+2 sama aprilia, cuma emang belum diumumin aja. cmiiw

      Hapus
    2. Justru udh ttd. Si kuda niel ini kayak tidak terima

      Hapus
  2. Rider cool bakal kemana mbakyu apakah jadi test rider atau ke wsbk ? Apa malah clbk di yamaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dan yg masih bingung itu Acosta ini bisa ngembangkn motor untuk diri sendiri atau rider friendly mungkin pilihan ducati incar Acosta karna ia bisa adaptasi dgn desmo hasil siculas ?

      Hapus

Posting Komentar

Ngegosip...?? Komen Gih... Tapi Inget Gw Tetap RAZIA... Ekekekekek...