Si #JurdunDrakor seperti yang gw bilang di atas kertas menurut gw bakal mengulang kesuksesan Sachsenring. Tapi dengan begitu banyak crash yang menurut gw menyembunyikan tekanan mentalnya, dia harus mengakui dia sudah g sehebat dulu dalam melakukan "save" agar tidak crash. Bahkan untuk kesalahan remeh dalam mengendalikan motor sekarang malah berakhir crash.
"Di tahun 2019 saya bisa melakukan 'save' pada setengah nyaris crash saya. Tapi tahun ini kata 'save' tidak ada dalam kamus saya. Seperti pada FP3, semestinya saya tidak crash tetapi saya harus mengendarai motor dengan cara berbeda (jadinya crash). Ini adalah situasi yang ekstrim dan kami menanganinya. Tetapi saya memiliki kecepatan untuk membalap dan kami dekat dengan group depan. Podium bisa menjadi hal yang mungkin" kata si #JurdunDrakor soal banyaknya crash yang g perlu yang dia lakukan.
Jadi setelah gw mengamati kata-kata dia sejak awal pekan. Nampaknya dia menyalahkan motornya yang "secara terpaksa" berubah sasis dan setup karena HRC memaksakan proyek motor one for all padanya sehingga dia dipaksa merubah riding style yang ujungnya sering crash...?? Jadi dia makan-makan batu bukan soal nyari limit motor tapi soal nyari riding style pas untuk sasis baru...?? Kok gw berasa dengar narasi ala bebeb Vale sekarang yak...?? Apakah skenario pangeran negara api digodok lagi....?? Hmmmm... Bahan podcast nih... 🙄🙄🙄
#Mbak_Yu #AragonGP #MotoGP
Live post at mbakyuajalah.blogspot.com

Komentar
Posting Komentar
Ngegosip...?? Komen Gih... Tapi Inget Gw Tetap RAZIA... Ekekekekek...