Nicolo Bulega Yang Menjalani Debut Impresif di MotoGP #PortugueseGP: MotoGP Menjadi Menyenangkan Ketika Semua Terkendali



Nicolo Bulega dan Marco Bezzecchi adalah dua rider dengan ngider terbanyak yang sama banyaknya di hari Jumat #PortugueseGP kemarin. Bez sibuk ngider karena cari setup pas sedang Bulega sibuk ngider untuk adaptasi. Di sesi pertamanya dia menghabiskan 21 lap dan berakhir di depan team mate sementaranya, #IkanNiuDiluarRencana Pecco Bagnaia. Dia menjajal 24 lap lagi di sesi sore meski berakhir di Q1, tetap juga lumayan karena dia ada di depan beberapa Yamaha bahkan dari Enea Bastianini yang kembali kesulitan di prakualifikasi.

"Saya rasa saya adalah pembalap yang menyelesaikan putaran terbanyak hari ini. Saya baru saja menyelesaikan musim terakhir di mana saya menghabiskan banyak waktu di atas motor, dan saya merasa cukup baik secara fisik, yang merupakan salah satu hal yang paling saya khawatirkan. MotoGP sangat mengandalkan fisik, dan saya senang dengan respons tubuh saya di hari pertama ini. MotoGP mulai menyenangkan ketika semuanya terkendali. Saya masih lemah dalam banyak hal dan itu karena saya berkendara dengan buruk; sebenarnya, motorlah yang memimpin saya, bukan sebaliknya (ibarat klo kata Pecco, cuma numpang ngojek). Saya harus terbiasa dengan banyak hal dan ini sangat berbeda dari apa yang biasa saya lakukan di SBK. Saat berkendara, saya terlalu banyak berpikir (gw yakin dia bingung sama tombolnya), dan ketika Anda tidak alami, itu menjadi masalah. Tujuan saya jelas untuk berkendara secara alami. Pada akhirnya, harinya itu cukup tenang. Tujuan kami adalah tetap di atas motor dan mencari tahu apa yang bisa kami lakukan berbeda dari di SBK. Saya harus memecah kebuntuan, dan melihat celahnya, lumayan, meskipun saya tidak terlalu memperhatikannya. Sayang sekali saya memilih ban Soft untuk flying lap, karena saya lebih suka ban Medium untuk time attack, mengingat motor lebih stabil saat melaju kencang. Pada akhirnya, tidak masalah, bahkan, tidak terlalu penting untuk mencatatkan waktu tercepat"" kata Bulega dengan santai, khas dia yang bikin dia cocok sama Pecco ketika masih di akademi. Jadi tahun depan dia akan resmi didapuk menjadi test rider Ducati membantu Michele Pirro mengembangkan motor Desmo GP27 yang akan memakai ban Pirelli. Dia adalah rider yang hapal ban itu dan sekarang dia "mempelajari" #BanGhoib Michelin.

"Keduanya sangat berbeda. Apa yang bisa dilakukan dengan Pirelli tidak bisa dilakukan dengan Michelin, begitu pula sebaliknya. Dengan Pirelli, kita bisa mengerem sangat keras dan agresif, tetapi dengan ban ini, kita tidak bisa. Bahkan, di bagian depan, motor tidak akan berhenti jika kita agresif. Saya sudah sering mengalami ban terkunci dan saya perlu memahami cara mengerem yang benar. Saat ini, saya tidak melihat sesuatu yang luar biasa atau mustahil. Hanya saja semua yang saya lakukan di GP25 berbeda dengan Panigale: pengereman, menikung, sistem holeshot, pengereman keluar dari tikungan. Setelah semua ini digabungkan dan menyelesaikan satu lap, kepala saya langsung meledak (tersenyum). Rem belakangnya seperti skuter, bahkan saya juga menggunakannya di SBK dan saya sangat menyukainya. Di SBK kita bisa seagresif yang kita mau, tapi di sini tidak. Malahan, saya harus mengubah gaya saya, dan setelah dua tahun di SBK, tidak mudah untuk berubah dalam sehari. Kalau saya bisa lebih natural, saya bisa lebih baik. Tidak ada yang aneh. SBK bukan Moto2; malah, secara fisik, motor itu melatih Anda lebih banyak, sehingga Anda tiba di MotoGP dengan persiapan yang lebih baik. Saya di sini untuk bekerja dan saya akan mempertahankan pendekatan yang sama untuk hari Sabtu dan Minggu, saat balapan akan berlangsung, sesuatu yang belum saya lakukan (karena belum pernah)" kata Bulega yang menurut gw mengejutkan karena dia menganggap motor WSBK lebih bikin lu ngotak. 


"Saya tahu metode Ducati di garasi, dan sama saja. Di SBK, saat masuk garasi, ada 5-6 orang di depan saya, sedangkan di sini 10-15 orang. Pagi ini saya berkendara sendiri, tetapi sore ini saya berkendara di belakang Aldeguer, Alex Marquez, dan Zarco, dan mereka selalu lebih baik daripada saya di setiap tikungan, meskipun saya tidak beisa mengatakan secara spesifik yang bisa saya katakan adalah saya melakukan semuanya dengan salah (di sesi Pra Kualifikasi). Hanya saja saya kurang pengalaman, sementara bagi mereka itu mudah" tutupnya. Sebenarnya di atas semuanya gw bertanya dia dapat jatah arisan apa. Dan apakah ori rider Akamsi akan berfungsi di hari Minggu...?? Karena klo mu ngarep kualifikasi, itu pake ban undian kecuali dia dipatok sejak awal pakai ban Soft jatah dan dilihat dari hari Jumat keknya dia g punya ban Soft jatah. Tapi mana tau dia ketiban undian Soft ori atau KW1 saat kualifikasi atau Sprint ye kan...??




Follow Twitter (update artikel dan curhatan) dan Youtube (podcast) #Mbak_Yu username @mbakyuaja #MarcoBezzecchi #LucaMarini #FrancoMorbidelli #PeccoBagnaia #MotoGP

Komentar

  1. Stefano manzi masih satu manager vr46 ??? Di yamaha anteng bgt bahkan mendepak posisi aegerter

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang sudah g balapan di Moto3, Moto2 dan MotoGP (kecuali Migno) sudah g di akademi VR46.

      Hapus

Posting Komentar

Ngegosip...?? Komen Gih... Tapi Inget Gw Tetap RAZIA... Ekekekekek...